Wednesday, January 10, 2018

Jangan Lupa

Salam sejahtera,

Semoga awal tahun menjadi momentum kebangkitan diri kita untuk lebih baik lagi.
Kemarin tanggal 9 Januari. Ayah gue berulang tahun dan berusia lebih dari dua kali lipat umur gue. Namun bukan perayaan ulang tahun Ayah yang ingin gue bahas.

Ada suatu hal yang membuat gue sedikit linglung. Bukan karena gue menantikan jadwal sidang tesis, atau nilai magang gue belum keluar.

Tapi, suatu "peringatan" dari Tuhan.
Mungkin.

Ini terjadi saat di perjalanan menuju rumah.
Ya , lagi-lagi lampu merah di jalan raya dewi sartika arah cililitan dari kalibata jadi saksi "peringatan" Tuhan tersebut.

Dan, seorang anak itu lagi yang berbicara secara tidak langsung tentang "peringatan" Tuhan tersebut.
gue cuman bisa terdiam. sang anak kecil di lampu merah itu tidak bisa gue temui lagi, dia tiba-tiba menghilang.

si anak tersebut menawarkan tisu seraya berkata, "semoga kita semua masih diberikan kekuatan untuk mengejar rejeki dan berkah Allah."

Mungkin pembaca bisa berpendapat, "Ah, itu hanya bualan." tapi momen seperti itu yang bisa menjadi suatu titik balik dalam hidup gue.

"Peringatan" Tuhan juga disampaikan dalam khutbah Jum'at kemarin, saat gue berada di Yogyakarta. Khutbah Jum'at terbaik yang gue dengar seumur hidup dan menurut gue berkaitan dengan kejadian anak kecil kemarin. beliau menjelaskan tentang "resep" bahagia.
dan
semua
dimulai
dengan

bersyukur.

maafkan saya, ya Allah

segala puji bagi Allah.

Sunday, December 17, 2017

#MusaStory: Mario Teguh Bilang "Paksakan"

Salam sejahtera,

Sebuah kisah tentang para pejuang masa depan.
Mereka yang memperjuangkan masa depan nya dengan cara apapun.
Ada yang bekerja, ada yang berdoa.
Ada yang memulai, ada yang berhenti.
Akan tetapi, dimanakah letak hasil yang baik?

ya Allah, kami mencari nya.
kami akan memaksakan diri untuk mendapatkan nya.
sesuai dengan anjuran dari Bapak Mario Teguh.
"Seseorang yang sukses adalah mereka yang bertahan sedikit lebih lama, bersedia merasakan sakit akan keletihan di seluruh badan."

dan aku bersedia untuk menerima semua keletihan demi hasil yang baik.


segala puji bagi Allah.

Tuesday, November 21, 2017

#MusaStory: Aware to Every Reminder

Have a nice day for us,

All of the thing that we follow through in life, just like a piece of tissue.
It's so easy to torn the tissue, and throw away to the trash can.
The thing that we feel impossible to happen in our live, it's not the actual kind of landscape that what you see.
It can be or It can't be, it depends on our perception.
our live depends on our mind, what we think that what we want to get.
it's all depends on our mindset.

Live this life, day another day.
We should put more attention to ourselves.
To our society, our family.

God gives us twenty-four hours per day.
God gives us freedom to manage our time, but
God gives us the reminder, and the "guide" how to manage our time.

Every chance that we get, won't come twice.
Don't pray for the second chance, pray for the better chance.
Remind ourselves to do a lot more good deeds.
Because spreading the happiness can be a medicine for a broken heart.

be aware to every reminder, that comes from your life, comes from your daily activities.
be aware, be thankful.

praise to the God,

Wednesday, October 25, 2017

#Story: Jangan Lupa Bersyukur

Selamat pagi,

Ijinkan gue sedikit berkisah tentang sakit gue.
Untuk beberapa hari sebelumnya gue dinyatakan terkena semacam Gastritis alias radang saluran pencernaan.
Menurut Dokter, penyakit ini kena ke gue karena kesalahan makan atau pola makan yang gak baik.
Melalui posting ini gue mau berkisah sedikit rahasia (mungkin) umum tentang gastritis di badan gue ini.

Mungkin beberapa dari elo paham istilah "body shamming" dimana keadaan seseorang yang (sebenernya) gak terlalu PD sama badan nya sendiri. Untuk Pria yang pernah punya berat sampai 110 KG, hal ini bikin gue gak nyaman.
Long story short, gue mulai diet.

Diet gue awalnya berlangsung lancar, bahkan bikin gue lebih bertenaga daripada sebelumnya. Gue mulai diet setelah kejadian gue masuk ruang "Enteroskopi" di RSCM untuk melihat tindakan enteroskopi Bapak gue, yang terkena penyakit infeksi saluran pencernaan. Setelah kejadian itu, gue melihat semua dosa dan refleksi diri gue sakitin dengan makanan yang "gak sehat". Gue mau merawat badan gue dengan hidup sehat.

Lalu, fase pertama diet gue terbilang cukup berhasil. Gue turun 15 KG dalam 1 bulan. dengan ngeganti makanan gue ke yang lebih sehat. Paling gak gue gak pernah makan mie instan sama minum soft drink lagi.
Karena hasil yang memuaskan, gue memutuskan untuk diet lebih "ekstrim" lagi, sampai pada akhirnya berat badan gue di bawah "toleransi" yang biasa gue alamin.

Ibu gue bilang kalo diet fase kedua gue malah kayak orang sakit bukan nya jadi lebih sehat. Pada akhirnya sampailah radang penceraan menyerang gue.

Atas penyakit ini, gue mulai sadar kalo "body shamming" itu salah satu bentuk kurang bersyukur manusia atas rejeki yang diberi oleh-Nya.

Dan, gue harus kembali ke fase awal diet gue, yang mungkin kali ini mempertimbangkan saran dokter.

Segala puji bagi Allah.

Tuesday, August 29, 2017

#Story: Lalu, Kapan?

Selamat petang,

Sebuah situasi mengantarkan gue kepada kondisi paling bawah,
Namun di saat manusia berada pada kondisi paling bawah, tidak selamanya kondisi itu buruk,
bahkan, jauh lebih banyak positifnya, yang jelas elo gak perlu takut jatuh tersungkur, karena elo udah di bawah.

Gue mengakui kalau sekarang gue berada pada titik terendah dalam hidup gue, dimana seorang mahasiswa yang sedang menempuh semester terakhir pendidikan tinggi.
Sebagai mahasiswa pascasarjana, waktu yang diberikan untuk menempuh masa pendidikan itu lebih minim dibanding sarjana.
Saat-saat semester terakhir begini, adalah situasi dimana elo harus berlari sekencang-kencangnya dan melewati garis finish sebelum tagihan semester berikutnya masuk ke pemberitahuan dashboard akun mahasiswa elo yang jumlahnya gak mungkin ke bayar pake 1 bulan gaji seorang fresh graduate yang kerja di perushaaan FMCG.

Namun, mumpung gue sedang di bawah, saatnya gue melangkah lagi ke atas, dan yang sedang berada di atas tentunya harus bersiap-siap dengan kedatangan gue.

gue terima semua prosesnya, gue jalani, dan gue yakini.

segala puji bagi Allah.

#Story: Kerja

Kerja,

Apa itu kerja?
Apa yang dikerjakan kerja?
Apa bedanya kerja dengan dikerjakan?
Apakah kita dikerjai?

Ada banyak sekali informasi yang disediakan untuk kerja.
Bersama tuntutan hidup yang tidak pernah cukup kepada orang.
Berkilas balik antara seseorang yang bekerja atau yang berada.
Menembus dinding perbedaan orang yang bekerja dengan orang yang mengharapkan pekerjaan.

Juang hampir sama spesies-nya dengan kerja
Yang membedakan hanyalah tujuan akhir dari kata-kata tersebut.
Entah kita berakhir dengan perjuangan, atau berakhir dengan pekerjaan.
lagi-lagi mengulang kata kerja.

Wednesday, July 26, 2017

#Story: Orang

Orang,

Sebuah kata kerja, suatu kata sifat.
Banyak sekali definisi mengenai orang.
Bisa menjadi suatu tata bahasa, atau suatu pembahasaan.
Tapi apakah kamu tau, "Apa itu orang?"

Suatu pemberdayaan yang menjadikan makhluk hidup disatukan.
Lalu, "apa gunanya orang?"
Apakah mereka yang memikirkan business model terkini?
Ataukah mereka yang memikirkan cara mencukupi pangan tiga kali sehari?

Lantas, ketika kita menanyakan suatu pertanyaan mengenai bentuk dan definisi "Orang".
Sesungguhnya kita bisa memaklumi, bahwa "Orang" merupakan makhluk tersendiri.
Makhluk yang berdiri sendiri, makhluk yang ingin menguasai.
Tidakkah kalian menyadarinya?

Orang bukanlah seperti yang engkau pikirkan.
Orang adalah mereka yang setiap hari hidup di dalam pengembaraannya.
Orang sama sekali tidak suka dikekang.
Jangan memaksakan orang untuk mengikuti orang.

Ketika Orang tersebut pulang.
Panjatkanlah doa agar Orang tenang dalam kenangannya.
Mengenang kehidupan Orang,
yang Orang sendiripun tidak tahu bagaimana cara menjadi Orang.


mym, 26/07/2017