Wednesday, July 26, 2017

#Story: Orang

Orang,

Sebuah kata kerja, suatu kata sifat.
Banyak sekali definisi mengenai orang.
Bisa menjadi suatu tata bahasa, atau suatu pembahasaan.
Tapi apakah kamu tau, "Apa itu orang?"

Suatu pemberdayaan yang menjadikan makhluk hidup disatukan.
Lalu, "apa gunanya orang?"
Apakah mereka yang memikirkan business model terkini?
Ataukah mereka yang memikirkan cara mencukupi pangan tiga kali sehari?

Lantas, ketika kita menanyakan suatu pertanyaan mengenai bentuk dan definisi "Orang".
Sesungguhnya kita bisa memaklumi, bahwa "Orang" merupakan makhluk tersendiri.
Makhluk yang berdiri sendiri, makhluk yang ingin menguasai.
Tidakkah kalian menyadarinya?

Orang bukanlah seperti yang engkau pikirkan.
Orang adalah mereka yang setiap hari hidup di dalam pengembaraannya.
Orang sama sekali tidak suka dikekang.
Jangan memaksakan orang untuk mengikuti orang.

Ketika Orang tersebut pulang.
Panjatkanlah doa agar Orang tenang dalam kenangannya.
Mengenang kehidupan Orang,
yang Orang sendiripun tidak tahu bagaimana cara menjadi Orang.


mym, 26/07/2017

Monday, May 08, 2017

#Story: Will You Involve???

Selamat Pagi,

Senyum,
Menyebar kebaikan itu tidak salah.
Memaksakan kehendak dan membuat orang lain tidak nyaman adalah suatu perbuatan yang tidak etis.
Masing-masing individu punya norma yang mereka ikuti. terkadang ada orang yang mengikuti satu norma yang sama, adapula yang berbeda.
Menurut gue, seseorang tidak baik apabila dia memaksakan orang lain untuk mengikuti norma yang menurut dia baik, padahal belum tentu orang lain menganggap bahwa norma yang dia coba tularkan itu baik.

Perbedaan hanyalah sebuah pandangan, hanyalah suatu persepsi.
Sangat tidak pantas seseorang menyebut perbedaan itu sebuah "dosa".
Tuhan menciptakan perbedaan atas kuasa-Nya. kita hanyalah manusia. kotor. penuh dusta. dan tidak pantas berbuat seperti apa yang dilakukan oleh Tuhan.

Tuhan punya masterplan dari seluruh manusia,
kita sebagai manusia, yang baik, menyebarkan kebaikan.
menyebarkan cinta, menyebarkan empati.

"Spread love, like fire"

Will you involve???

Monday, November 07, 2016

#MusaStory: Well, Sebuah Cerita Untuk Kembali (Bukan Fitnah)

Hello,

Gue balik lagi, setelah postingan terakhir buat seri Japan Tour.
lebih tepatnya setelah 2 bulan gue mimpi untuk balik ke Jepang lagi.

Kabar kalian bagaimana? sehat? waraskah?
karena beberapa teman gue harus jatuh "sakit" dalam kurun waktu 2 bulan setelah postingan gue sebelum ini.

well, gue mau menginformasikan kabar baik aja.
karena kabar baik itu lebih sehat daripada fitnah hehehe.
jadi sebenarnya setelah gue sampai di Jakarta kembali dari Jepang.
awal maret gue ditawari kerjaan di sebuah bank asing, sebutan mereka sih untuk projek. sekarang gue udah gak kerja disana lagi. karena kontrak habis.
lalu gue mencoba mengasah kemampuan menulis gue di sebuah media independen (dalam artian media yang berdiri sendiri).
sembari gue melakukan pekerjaan tersebut, gue pun mencoba untuk ikutan tes pascasarjana di beberapa Universitas.

awalnya gue mencoba untuk beasiswa ke Jepang, namun gue sadar persiapan gue mepet. dan gue tau kalo persiapan mepet itu pasti hasilnya gak bagus. meskipun beberapa orang ada yang bilang, "orang pinter itu kalah sama orang beruntung" but i don't believe in luck. jadinya gue harus melakukan banyak persiapan.
karena gue bukan dari keluarga yang kaya raya. gue pun mencoba untuk realistis, sejujurnya TOEFL gue masih butuh peningkatan untuk lolos syarat administrasi beasiswa ke luar negeri. deadline daftar untuk univ di luar dan syarat beasiswa hanya berjarak 3 bulan.
lalu gue pun mengeluarkan rencana selanjutnya, yaitu gue ikut tes pascasarjana di tiga universitas negeri aja. sebut saja nama mereka dengan UI, UGM, dan ITB.

gue baru sadar ternyata untuk tes masuk pascasarjana itu beda banget sama S1, dan ada satu syarat yang biasa mereka pakai untuk daftar masuk pascasarjana. syarat tersebut bernama "Nilai TPA BAPPENAS"
gue yang orang awam kagak ngerti apa itu "TPA BAPPENAS" setau gue, Ayah gue pernah tes buat masuk S3. dan akhirnya gue pun ikutan les nya, di sebuah mall yang mereka sebut, Poins Square.
selama 9 jam dalam sehari gue duduk dan ngedengerin materi. menurut gue, tempat lesnya seru, gurunya juga inspiratif.

lalu, gue pun mengikuti tes SIMAK UI untuk jurusan Magister Ilmu Komunikasi, dan Admission Tes untuk MBA (Master of Business Administration) SBM-ITB.

Hasilnya gue keterima di dua duanya. sebuah prestasi yang menarik menurut gue. karena pas gue ikutan seleksi masuk mahasiswa S1, itu dua universitas, kagak ada yang mau nerima gue.
pada akhirnya gue pun memilih untuk kuliah (lagi) di SBM-ITB, alias School of Business and Management ITB (Insititut Teknologi Bandung). jurusan "General Business Management".

sejujurnya, belajar di sekolah bisnis adalah salah satu impian bahkan target gue setelah lulus, karena gue masuk di bidang yang sebenernya gak jauh beda sama prodi gue pas S1. dan ternyata jurusan ini menarik, seperti yang gue impikan dulu dimana gue mau belajar banyak tentang bisnis, bahkan entrepreneur itu sendiri. namun, gue sadar ada tanggung jawab yang besar di balik masa kuliah gue setelah S1.
ada sesuatu yang harus gue sisihkan waktu gue memutuskan untuk kembali ke bangku kuliah. akan tetapi gue gak menyesal sama sekali.

gue mendengar banyak sekali pendapat-pendapat, terutama yang berasal dari orang terdekat gue, yang bilang kalo gue salah langkah, seharusnya gue kerja dulu. dan sayangnya, mereka yang bilang itu tidak mengetahui alasan gue melangkah untuk masa depan.

Mereka.hanya.bisa.menerka.

keterima dan kuliah di institut yang lokasinya gak jauh dari UNPAD. itu rasanya kayak seorang pemain sepakbola yang pindah dari satu klub ke klub rivalnya. kayak pindah dari Chelsea ke Man.United, atau dari AC Milan ke Inter Milan, atau dari Atletico ke Real Madrid.

tapi gue sangat senang dan bersyukur.
mumpung gue masih diberikan umur dan kesehatan.
gue akan terus belajar. apapun. dimanapun.
untuk kebaikan bersama dan untuk gue secara personal.

beberapa target sudah gue pasang.
tinggal Allah yang akan menentukan restu-Nya.
semoga dilapangkan dan dilancarkan.

segala puji bagi Allah.

Sunday, August 14, 2016

#MusaTravel: Japan Tour 2016, Finale

20/2 (Finale episode start)

Pagi hari di Tokyo, hari terakhir dalam rangkaian perjalanan gue di Jepang, gue sedih dan berharap gue bisa tinggal lebih lama lagi di Jepang. setelah sarapan, jam 10 pagi gue langsung ke tempat terakhir yang mau gue kunjungin, yup, dia adalah Harajuku.
kenapa gue ke Harajuku di hari terakhir? karena ini hari sabtu, dan banyak banget yang lagi nikmatin Weekend nya. bener perkiraan gue, banyak banget orang yang cosplay di Harajuku. sayangnya mereka gak mau di foto hehehehe. anyway, gue ke harajuku sekalian mau ke Nike nya, pas gue sampe sana ternyata lagi rame banget, ada antrian di depan tokonya, karena gue gak tau ada apaan makanya gue ikut antri, sementara kakak gue muter-muter buat nyari oleh-oleh. pas toko dibuka, baru gue nanya ke abang abangnya, ternyata yang ngantri tadi lagi mau beli sepatu Air Jordan yang baru, limited edition, cuman 100 pasang aja. dan harganya sekitar 25.000yen alias hampir 3 jutaan lah. wah, sejujurnya gue belom siap buat beli sama pake Air Jordan hehehehe, jelas kemahalan buat gue. akhirnya gue memilih Nike Air Max aja hehehe. setelah beli sepatu, gue langsung ketemuan sama kakak gue di JR Harajuku, karena kondisi hujan deres, suhu di tokyo jadi dingin parah, untungnya kakak gue gak lama datengnya, jadi kita balik ke hotel untuk check out, lalu packing ulang. ternyata jadi berat banget tas gue, tapi Alhamdulillah barang aman.
Ibu gue sebelumnya udah nyaranin untuk naik taksi aja sampe Tokyo Station, ternyata ide yang bagus, karena tas nya berat banget, sejujurnya agak susah ngedorong apalagi ngangkat tas yang berat. pada akhirnya, untuk pertama kalinya gue naik taksi di Tokyo, ternyata jalanan tokyo bagus juga hehehe. sampai di Tokyo Sta, gue pun langsung reservasi untuk naik Narita Express. dan dengan berat hati, gue pun meninggalkan Tokyo dan Jepang. karena apabila kita berangkat dari Narita dan pulang lewat Narita, perjalanan ke airport itu agak jauh dan gak bisa kemana-mana lagi.
gue sama kakak gue pun berjanji bakal balik lagi, kali ini sama adek gue, atau bahkan satu keluarga full bakal balik lagi, ke Jepang, di musim dingin. sekali lagi, dan pada saat itu gue mau ke Fukuoka, Hakata, Kyoto, Osaka untuk lebih lama dan ke Sapporo.

Thank you, Japan. I'll you soon, very soon.

20/2 (Finale episode end)

#MusaTravel: Japan Tour 2016, Piracy in Japan (Tokyo Episode Part IV)

19/2 (Tokyo Episode part IV start)

Pada saat itu adalah hari jum'at, dan gue menerima beberapa pesenan teman, barangnya sih gak dapet tapi sejujurnya gue banyak dapet pengalaman untuk hari ini. Begini, temen gue nitip lightstick dari merchandise boyband korea yang namanya iKON. nah gue gak tau mau beli dimana, akhirnya gue usahain buat nyari keliling tokyo. sebenernya itu boyband lagi ngadain Japan tour juga sama kayak gue cuman bedanya gue gak terkenal aja hehehehe.
gue malamnya sempet browsing, katanya di tokyo ada semacam daerah yang isinya jualan barang-barang K-Pop semua, dan ternyata daerah itu emang ada, namanya Shin-Okubo. deket banget dari Hotel gue di Ginza. yasudah pada akhirnya gue jadwalkan mengunjungi daerah tersebut.
sekitar jam 10 pagi gue mulai berjalan kembali, sushi sama onigiri tadi malam rasanya fresh dan gue tidur pulas banget, meskipun Orang tua gue sempet nelpon sebentar, ada jeda waktu antara Jakarta sama Tokyo meskipun cuman dua jam ternyata ngaruh juga ya. karena lagi musim dingin, siang hari nya di Jepang terasa lebih cepat dibanding musim-musim lainnya.
gue sama kakak gue berdoa, semoga kami melewati restoran atau penjual makanan halal untuk sarapan, karena sejujurnya gue sama kakak gue udah mulai bosan makan sushi sama onigiri terus dari hari kedatangan kami. ternyata Tuhan mendengarkan doa kami, dengan memperlihatkan kedai kebab di Shin Okubo, sembari gue nyari merchandise pesenan temen gue, kami pun stop dulu untuk sarapan. gue sempet beli dua kebab karena saking bosennya makan sushi sama onigiri dari minimarket.
kelar sarapan, kami pun melanjutkan perjalanan. sejujurnya gue takjub bisa ada daerah kayak Shin-Okubo gini. daerah ini banyak sekali kejutannya, kalo elo sempet ke daerah ini, yang elo bakalan liat sepanjang jalan adalah toko yang isinya barang-barang yang berhubungan dengan K-Pop, dari merchendise sampe sabun muka. elo juga bisa nemuin pria-pria bermuka korea yang bekerja sebagai penjaga toko.
gue udah berusaha mencari barang tersebut dari jalan deket JR station sampe ke ujung daerah Shin-Okubo, dan hasilnya nihil. tapi yang bikin gue berkesan dari daerah ini, ternyata ada dan banyak juga barang bajakan di Jepang, gue kira negara dengan paling banyak pembajakannya itu Indonesia, ternyata di Shin-Okubo ini contohnya, dijual berbagai CD/DVD copy-an dari internet atau DVD rip lainnya. pantes aja kalo penjaga toko nya rada galak sama turis yang ngalungin kamera, karena mereka takut toko atau barang yang dijualnya ke foto terus disebarluaskan.
barang fanmade yang mereka jual menurut gue masih kalah sama buatan fans fans girlband atau boyband di Indonesia, kayak contohnya, di Shin-Okubo mana ada yang jualan Sweater SNSD yang dipake di MV lagu "Girls Generation", itu loh sweater yang ada nama member plus angkanya. kebetulan gue beli sweater itu yang namanya Yoona karena Code name kita sama-sama angka 93 hehehe.
setelah gue selesai dengan Shin Okubo, gue langsung ke "main course" buat perjalanan hari ini, yaitu Pokemon Center Mega Store Tokyo. yup, letaknya Ikkebukuro, dan semua otaku disana kayaknya udah tau kalo Ikkebukuro itu juga termasuk pusat anime selain di Akihabara. gue pun langsung ke Ikkebukuro dari Shin Okubo. jaraknya gak terlalu jauh, gue sempet bingung nyari tokonya dimana, ternyata jalan dari Metro ke Pokecenter nya lumayan jauh hehehehe. tapi pas gue nyampe di depannya, gue langsung diem, gila gede banget ini toko, dan isinya pokemon semua pula.
saking gedenya gue sempet muterin toko ini dulu, terus gue makin bingung gue mau belanja apa hehehehe. yang gue incer dari sini sih sebenernya cuman hal hal yang berhubungan sama keluarga spesies Charmender aja, kayak boneka Charizard. kenapa boneka charizard? karena sejujurnya gue sakit hati ngeliat boneka charizard di singapore, kecil mahal banget sekitar 80an SGD. akhirnya gue kalap belanja disini.
setelah selesai belanja, gue tadinya mau langsung ke Tokyo Dome, karena jarak subwaynya gak terlalu jauh, tapi pada akhirnya gue memutuskan untuk balik ke Hotel buat istirahat sebentar dan naro barang belanjaan ini di kamar hehehe. anyway, gue dapet boneka Charizard harganya cuman 2400 yen, sekitar 20 SGD. berarti toko anime yang di singapore itu kapitalis bangsat hehehehehe.
setelah selesai istirahat gue melanjutkan perjalanan ke "main course" selanjutnya, yup, Tokyo Dome.
sampai di Tokyo Dome City, gue merinding, gila tempat ini lebih gede dari GBK kayaknya, pantesan Tokyo dome itu jadi tempat sakral buat artis Jepang, karena kalo mau tampil disini, mereka harus bisa mengisi dengan manusia sekitar 55 ribu jiwa. wew.
gue pun mampir ke Merch shop nya Yomiuri Giants, klub baseball kebanggaan tokyo. Baseball di jepang emang jadi salah satu olahraga favorit setelah sepakbola. sejujurnya gue udah ngidam jersey Yomiuri Giants sejak mereka masih disponsorin sama Adidas sekitar tahun 2012. akhirnya tahun 2016, kesampaian juga bisa beli jersey mereka hehehehehe.
setelah belanja di Merch shop. gue pun foto di depan Tokyo dome. kali aja suatu saat gue bisa manggung disini. menargetkan untuk manggung disini. someday.
setelah kelar di tokyo dome, gue pun langsung melahap main course utama dari perjalanan hari ini, yup, ke Akihabara, Home of AKB48.
Jarak ke Akihabara dari tokyo dome gak jauh, cuman 1830m aja. gue pun deg-degan saat mendatangi teater AKB48. karna gue datang di momen yang sangat tepat dimana mereka merayakan usia ke 10 tahun. gue menyempatkan mampir ke AKB48 Cafe & Shop, dan ternyata gue dikejutkan oleh TAKAMINAAAAAAAAA!!!! gila dia persis di sebelah gue. gue keringet dingin sumpah, ternyata takamina itu cantik parah, manis pula. pantesan dia jadi idola yang sesungguhnya. gue sempet menyapa dia lalu dia bilang "Hello" sama "thank you" terus disenyumin. gila gue salting langsung. sayangnya gak boleh 2shot ya. kalo boleh gue dengan bangga pamerin ke kalian hehehehe. oiya, anyway gue nonton Anta Dare SP, dan gue puas banget bisa ketemu Takamina sebelum dia grad. setelah dari AKB48 Cafe & Shop, gue keliling akihabara dulu, karena di akihabara lah kalian bisa menemukan cinta, serius loh, toko anime disini gede nya bukan main, gue sebagai otaku kelahiran Indonesia, pasti seneng banget bisa pulang kampung hehehehe. kalo kalian ke akihabara jangan lupa ke Don Quijote ya, selain ada teater AKB48, disana adalah pusat anime terbesar di dunia loh. oiya, selama di akihabara, gue sejujurnya penasaran sama yang namanya JK (Joshi Koshei) undercover, dan bisnis prostitusi gadis remaja di Jepang yang emang legal disana. gue pun mencoba untuk bertanya kepada beberapa pelayan kafe atau yatai, ternyata memang gadis remaja di jepang mayoritas menyebutkan dua pilihan untuk karir mereka, kalo enggak jadi artis atau idol, mereka terpaksa jadi bintang porno. hal ini dikarenakan faktor material masih menjadi masalah utama untuk mereka, dan asal mereka nurut dalam manajemen mereka bisa jadi terkenal dan banyak uang. kira-kira segitu aja penjelasan gue tentang JK ini hehehehe
lanjut ke perjalanan, gue langsung menuju Shibuya lagi untuk kedua kali nya. kali ini dalam rangka ke TOWER RECORDS dan ke HMV Shibuya, masih dalam perburuan CD/DVD L'Arc~en~Ciel sih hehehehe. Sesampainya di tower records, gue langsung di hadapkan oleh boyband korea, yang bernama VIXX sedang promo album mereka, dan penuh banget disana. karena tower records ini gede banget gedung nya, gue langsung memfokuskan kepada pencarian gue hehehe, setelah 30 menit muter-muter, gue akhirnya membeli DVD Laruku yang berjudul "Siesta ~ film of dream ~" DVD ini dirilis udah lama banget, sekitar tahun 1994, dimana laruku baru awal awal karir major label, anyway isi DVD ini tentang film pendek mereka loh. pokoknya keren deh. di tower records, gue juga membeli DVD "Sonic Highways" nya Foo Fighters.
setelah mampir ke tower records, gue pun ke HMV Shibuya, ternyata suasana di HMV lebih kalem, meskipun ada antrian panjang disana, wah pasti ada artis lagi nih. ternyata bener, dan gak nanggung-nanggung, ada idol group Perfume, lagi promo, gila rejeki banget gue hari ini, abis ketemu Takamina, terus ketemu Perfume pula hehehehe.
anyway, setelah 45 menit keliling disini, akhirnya gue menemukan salah satu target gue, yaitu DVD "Faith Live" sama "Roentgen Stories" nya HYDE. sebenernya gue udah punya dua dua nya, namun statusnya bajakan hehehehe, dan udah hilang entah kemana, makanya waktu di HMV gue ketemu mereka, gak pake mikir langsung gue beli hehehehe.
setelah capek seharian jalan, dan ketemu para idol, gue pun kembali ke hotel, dan packing, karena besoknya gue harus balik ke Jakarta, sedih sih tapi masih ada satu tempat lagi di Tokyo yang mau gue kunjungin sebelum ke Narita Airport sorenya.

19/2 (Tokyo Episode part IV end)

Monday, June 27, 2016

#MusaTravel: Japan Tour 2016, Turn Back Time to Yesterdays (Tokyo Episode Part III)

18/2 (Tokyo Episode part III start)

Setelah kejadian malam hari tersebut, gue pun melanjutkan perjalanan besoknya. well, gue mendapatkan rasa optimis ternyata walaupun Jepang dan Indonesia berbeda jauh, namun ketika kita sebagai manusia memiliki sikap yang baik terhadap orang lain. kita bisa mempunyai hubungan yang baik dengan orang-orang di seluruh dunia. gue pun menemukan hal baru, sesuatu yang sebelumnya gue gak percaya kalo hal tersebut bisa terjadi.
anyway, perjalanan gue hari selanjutnya di Tokyo sebenernya gak terlalu banyak, karena hari ini gue ketemu sama perwakilan dari Meiji University. gue cuman berdoa untuk diberikan hal-hal yang baik aja hehehehe. gue janjian siang hari sekitar jam 2an. tapi pagi nya gue sempetin dulu buat mampir ke Kawasaki City, yup, Home of Japan Greatest Mangaka, Fujiko F. Fujio. The Creator of Doraemon.
Sejujurnya gue sangat menyukai Doraemon, ya, loud and proud. mungkin kalian dari masa kecil sering banget nonton anime ini, gue pun juga begitu, dan gak pernah bosan. sampai pada saatnya gue mengunjungi Museum Fujiko F Fujio di Kawasaki.
untuk akses ke museum nya gak susah kok, kalian bisa pakai JR dari Shibuya menuju ke Kawasaki City terus turun di Noborito station. hati-hati ya soalnya terdapat beberapa jenis JR yang gak berhenti di Noborito Station. nah, di pintu keluar stasiun tersebut, sudah menunggu bus bergambar Doraemon dan teman-temannya untuk mengantarkan kalian ke Museum dengan membayar 210yen saja.
sesampainya di Museum dan di Kawasaki, entah kenapa gue merasa cocok sama lingkungannya, dan sebenernya gue ke Jepang pengen ngerasain lingkungan perumahan disana. ternyata Kawasaki bisa menjadi alternatif kalo harus pindah dari Jakarta nanti. lingkungan Kawasaki ramah dan sunyi, sejujurnya saking kalemnya, hembusan angin bisa kedengeran hehehe. FYI, kalo Kawasaki adalah latar dari tempat tinggal Doraemon dan tokoh yang digambar sama Fujiko F Fujio loh.
setelah sampai museum, gue langsung berkeliling. semua yang gue tonton dari gue lahir udah ada disini.
Gue merasakan feel atau perasaan yang sama ketika gue melihat karya seni dari Fujiko F Fujio, perasaan yang sama ketika gue berkunjuing ke Museum Affandi di Jogja. ternyata kedua maestro tersebut punya passion yang sama, energi yang disampaikan oleh para pekarya kepada penikmatnya pun sama-sama membuat optimis penikmat karya mereka.
setelah gue puas eksplorasi di museum ini, gue berbelanja untuk oleh-oleh hehehe. gue baru sadar kalo Dorayaki itu rasa kacang merah. dan sejujurnya gue agak kurang suka hehehe. sebelum gue balik ke Tokyo untuk ketemu di kampus. gue sama kakak gue menyempatkan diri untuk keliling kawasaki sebentar, ya gak jauh sih dari Museum nya. gue merasakan kalo apa yang digambar sama Fujiko emang beneran ada. kayak taman bermain anak-anak, pinggir sungai di Jepang, lalu tiga pipa semen besar yang biasa digunain sama Nobita cs buat duduk-duduk. setelah puas dengan Kawasaki city, gue pun melanjutkan perjalanan, kali ini untuk hal yang bisa dibilang serius, gue ke Nakano, daerah kampus Meiji University. deg-degan tapi seru pasti.
Anyway, untuk kalian yang mau mengunjungi Fujiko F Fujio museum, pastikan kalian udah ngebeli tiketnya ya sebelum ke Kawasaki, karena museum ini gak menjual tiket langsung. kalian bisa membeli tiketnya di minimarket Lawson group terdekat dengan penginapan kalian di Jepang.
sampai di Nakano, gue langsung ngerasa kalo ini kota mirip banget sama Jatinangor. yang pertama, kota ini kayak one stop entertaiment buat mahasiswa atau pelajar. disini apa aja ada. dari kebutuhan pokok sampai kebutuhan seksual mahasiswa pun tersedia hehehehe. yang kedua, Nakano merupakan daerah kampus, atau lingkungan pendidikan juga, sama kayak Jatinangor. kalo di nangor ada UNPAD, ITB, dan IPDN, kalo di nakano ada Meiji University, Tokyo Politechnics dan kampus lainnya. jadi bisa dipastikan kedua kota kecil tersebut emang jadi lingkungan para mahasiswa.
posisi kampus Meiji agak jauh dari JR sta. jadi gue harus naik BRT atau jalan kaki yg lumayan jauh. sesampainya di kampus tersebut, gue langsung mencari semacam information center disana, ya kira-kira kayak lagi manggil itu dosen keluar ruangan. ternyata si bapak udah stand by tapi masih ngasih bimbingan. ternyata disini ada skripsi juga hehehe.
sambil menunggu si Bapak, gue pun memanfaatkan momen ini dengan ngobrol sama mahasiswa setempat, dan gue berhasil ngobrol sama mahasiswi jepang yang bisa bahasa inggris hehehehe. namun sayangnya gue gak bisa berkenalan lebih jauh, karena emang udah giliran gue yang ketemu sama si dosen. obrolan gue sama si bapak gak jauh beda kayak lagi fans gathering, nge-gosip soal Idol group dan macem-macemnya. yang jelas si Bapak suka banget sama penelitian skripsi gue, dan memberikan keputusannya ke gue untuk melanjutkan syarat-syarat formal untuk masuk universitas ini.
satu hal yang gue rasa menjegal adalah kendala sertifikasi bahasa Jepang atau JLPT dengan standar tinggi buat gue yaitu N2. lah gue aja belom pernah tes JLPT sama sekali, bahkan bahasa jepang gue seadanya. gue pun harus menerima kenyataan, tapi gue janji suatu hari nanti gue akan balik lagi ke Jepang untuk tinggal dengan waktu yang lebih lama. setelah gue selesai dengan urusan kampus. gue memutuskan untuk kembali ke hotel untuk istirahat sebentar dan menaruh barang bawaan alias oleh-oleh yang gue beli tadi.
Siang menjelang sore setelah gue balik ke hotel, gue pun melanjutkan perjalanan gue ke Asakusa dan malam nya gue ke Tokyo Skytree. memang gue suka banget naik monumen tinggi pada sore menjelang malam. rasanya romantis walau hati teriris hehehehe.
gue ke Asakusa karena spot itu wajib dikunjungin buat turis yang baru pertama kali ke Jepang. jalur metro dan JR ke asakusa gak ribet kok. yang bikin gue seneng sama daerah asakusa adalah disini banyak makanan yang halal, akhirnya gue nyobain ramen, kare, sampe yang namanya kebab rice. gila enak-enak semua. setelah puas mengisi perut dan pemandangan kuil yang sangat menawan. gue belanja salah satu barang favorit gue, yaitu, Sumpit hehehe. sama sedikit oleh-oleh buat keluarga di jakarta.
menjelang senja gue pun meninggalkan Asakusa dengan foto kuil yang menawan itu dengan melanjutkan perjalanan ke Tokyo Skytree. FYI, akses ke tokyo skytree dari asakusa gak jauh loh, malah cenderung deket banget. setelah turun dari metro, kalian bisa melanjutkan ke Skytree city dengan monorail.
sesampainya di skytree, gue langsung takjub, menara setinggi 450 meter ini, emang pantas jadi ikon terbaru di Tokyo, bahkan di Jepang. gue baru sadar waktu gue kesana adalah waktu paling rame pengunjungnya. anyway, biaya naik ke Skytree ini terhitung mahal untuk kantong turis backpacker, karena sekali naik sekitar 3500 yen, kalo mau sampai ke titik yang paling tinggi, kalian harus nambah 1000yen. artinya 4500 yen atau sekitar hampir 500ribu rupiah untuk sekali naik di Tokyo Skytree. mendingan mana sama belanja baju? hehehehe. tetapi dengan biaya segitu, dan malam hari, emang gak ada yang bisa ngalahin. gila, serius, keren banget, dan nasihat gue seperti postingan sebelumnya, kalian jangan baper kalo berkunjung ke tower di tokyo, karena banyak banget yang bawa pasangan kesana hehehehe. bahkan ada yang ngelamar pacarnya di Skytree.
setelah puas dengan keindahan skytree, gue pun bergumam, "Indonesia bisa bikin yang kayak begini."
gue memutuskan untuk pulang ke hotel dan beristirahat sejenak. karena lapar, gue pun membeli onigiri dan sushi pack untuk makan malam. besoknya gue untuk pertama kalinya, akan mengunjungi Tokyo dome, Akihabara, dan..... Pokemon Center Mega Store.

(Tokyo Episode Part III end)

Friday, June 10, 2016

#MusaTravel: Japan Tour 2016, Tokyo Sad Romance Story (Tokyo Episode Part II)

17/2 (Tokyo Episode Part II Start)

tanggal gue traveling di tokyo secara keseluruhan dengan gue ke Niigata itu sama. kenapa? jadi begini, pada hari sebelumnya gue emang udah ngerencanain buat jalan-jalan di Niigata dari pagi, alias gue berangkat dari Tokyo sta. itu sekitar jam 9 pagi, dua jam perjalanan ke Niigata sampenya jam 11, muter-muterin kota kecilnya dulu sebentar lalu ke Teater NGT48 sekitar jam 1 cuman beberapa menit aja disana, terus balik lagi ke Tokyo dapet kereta jam 2 lebih dikit, sampe tokyo ternyata masih jam setengah 4 sore. jadinya gue sama kakak gue memutuskan untuk keliling Tokyo di malam hari.

well, setelah gue sama kakak gue sampe di Tokyo dari Niigata, gue langsung memutuskan untuk istirahat sejenak di hotel lalu keluar lagi abis Maghrib sekitar jam 6 sore, btw, sebagai muslim, waktu shalat di Jepang kalo lagi musim dingin itu cepet banget, seinget gue waktu baru sampe jepang, sekitar jam 4 sore, jam 5 itu udah gelap banget, jam setengah 6 lampu-lampu udah pada nyala. dan jam 7 udah berasa kayak jam 8 malem di Jakarta. setelah shalat maghrib, dan bersih-bersih. gue pun langsung ke luar lagi. kali ini gue mau ke sebuah tempat paling terkenal di Tokyo, karena ini malam kamis (hari rabu malam), gue pengen tau budaya orang Jepang kalo malam hari itu ngapain aja, terutama untuk mereka yang abis kerja, karena setau gue, para pekerja kantoran di jepang itu sibuknya luar biasa, bahkan kalo di Indonesia mungkin mereka itungannya sering lembur. dan destinasi gue di Tokyo pada kali ini adalah pusat kota, dimana orang-orang pada kesini cuman buat ikutan nyebrang jalan aja. yup, Shibuya.

waktu pertama kali gue nyampe di stasiun shibuya aja, gue udah deg2an setengah mati, ngebayangi katanya tempat ini keren banget menurut orang-orang yang udah pernah ke Jepang sebelumnya.
dan ternyata mereka bener. gue sempet speechless waktu ngeliat orang-orang berkumpul, cahaya-cahaya dari gedung-gedung yang warna-warni, dan zebra cross disini emang banyak banget. gue bergumam, "akhirnya apa yang gue tulis tahun 2013 di path, sekarang jadi kenyataan..." well, impian gue dari tahun 2013 yang gue tulis di path, adalah "Next stop, Shibuya Interchange" waktu gue mau pulang ke Jakarta dari Singapore.

yang bikin heboh dari Shibuya berikutnya adalah Patung Hachiko, sebenernya gak ada yang spesial dari patung ini, cuman sekedar patung anjing yang letaknya di tengah kota tokyo. kalo masalah legendanya itu urusan lain lah ya. satu hal lagi yang bikin gue kesel sama kelakuan turis Indonesia di jepang, adalah masalah berfoto, kalo misalnya mereka foto nya sebentar-sebentar ya gak masalah deh. waktu gue di deket patung Hachiko ini, ada satu rombongan turis Indonesia yang selfie sama patung ini. pertama dia selfie, terus foto sama si A, terus foto lagi sama si B, terus foto lagi bareng-bareng sama keluarganya, terus selfie lagi pas mau pulang, terus foto lagi full body. YA ENGGAK SELESAI-SELESAILAH!!! jadinya orang yang nunggu udah keburu males karena si Ibu ini lama banget fotonya. termasuk gue, yang pada akhirnya gue foto patungnya aja deh.

oke, mari kita sudahi pembahasan si ibu-ibu turis Indonesia tersebut. keindahan Shibuya pada malam hari untungnya bikin sakit hati langsung sembuh. gue sempet memotret sebentar shibuya waktu malam hari. lalu gue sama kakak gue cobain nyebrang ke TSUTAYA, alias toko CD atau entertaimen lainnya yang gede banget. saat gue toko tersebut, kakak gue mampir ke starbucks untuk beli tumblr edisi Japan. lalu gue melihat orang-orang yang melintas di Shibuya, well, tempat ini ternyata romantis juga. karena cuacanya dingin banget, gue memutuskan untuk masuk ke TSUTAYA, oiya, waktu gue di Jepang, idol group Momoiro Clover Z lagi heboh ngerilis double album, alias ngerilis dua album sekaligus di hari yang sama, yaitu "Amaranthus" sama "Hakkin no Yoake" dan waktu gue ke TSUTAYA disitu ada promosi albumnya momoclo di rak paling gede. gila juga ya, gue rasa momoclo emang makin terkenal semenjak mereka jadi berlima. setelah muter-muter lantai 1, gue gak menemukan apa yang gue cari, yaitu CD album Laruku yang judulnya "DUNE", kata orang-orang sana, album itu udah termasuk langka.

gue pun berkeliling, sejujurnya buat gue ini kayak di surga kecil. saat di Indonesia yang lagi krisis penjualan album fisik membuat toko-toko memilih untuk tutup. sekalinya pusat toko tersebut buka, lokasinya jauh banget. gue puas keliling TSUTAYA, meskipun ada dua toko musik gede lagi yg harus gue kunjungin, yaitu HMV sama TOWER RECORD.

ada sedikit keajaiban waktu gue udah pasrah gak dapet buruan gue di tsutaya. ternyata di lantai basement ada koleksi game sama CD/DVD dengan kondisi used atau secondhand, tapi barangnya masih kinyis-kinyis gan. gue pun langsung berburu disitu, CD sama DVD laruku berserakan, cuman beberapa yang gue liat ada yang kondisi lama karna gak laku. tapi pada akhirnya gue mendapatkan buruan lama gue, mau tau apa? dia adalah DVD LIVE DOCUMENTARY TOUR TETSUYA (L'Arc~en~Ciel) 2010. begitu gue ngeliat judulnya, gak pake mikir panjang langsung gue sikat, gila harganya murah banget daripada beli asli hehehe. namun hal yang bikin gue kaget selanjutnya, ternyata di Jepang ini kalo misalnya elo mau beli suatu barang, harga yang elo liat itu bukan harga yang harus elo bayar, karena masih ada pajak 9% yang menanti kalian di kasir hehehe. kecuali untuk kalian yang belanjanya sampe diatas 10.000yen atau 10 ribu yen, kalo misalnya di toko itu ada tulisan "tax free" maka kalian bisa ngeklaim bebas pajak tersebut di kasir. dengan kata lain, kalo misalnya elo mau dapet "tax free" elo harus belanja lebih dari 10ribu yen, yang artinya 1 juta rupiah lebih harus elo belanjain, baru deh bisa bebas pajak, sama aja boong yak hehehehe.

setelah asik dengan Shibuya dan toko tsutaya, gue pun melanjutkan perjalanan ke Tokyo Tower, disini yang gue hunting adalah merchendise nya buat oleh-oleh keluarga di Jakarta.
rute metro sama JR nya gak ribet, tapi sejujurnya untuk pejalan kaki seperti gue, harus siap-siap jalan agak jauh, dengan rute yang sedikit nanjak kalo mau ke Tokyo Tower. well, disini gue sama kakak gue gak memutuskan untuk naik ke decknya, karena gue nabung buat naik di Tokyo Skytree nya aja yang jauh lebih tinggi daripada Tokyo Tower. sesampainya disana, gue langsung menuju merchendise shop resmi dan beberapa counter merchendise ala jepang. Ibu gue nitip tas yang ada tulisan "Tokyo" sama "Japan" nya dan tas ini lumayan gede tapi masalahnya kalo gak dibeliin, gue disuruh bayar balik uang tiket pesawat sama JR pass hehehehehe.

gue tau, Tokyo Tower ini emang salah satu spot romantis di Tokyo, jadi untuk para jomblo, gue saranin elo sedikit menebalkan mental biar gak "baper" yak, soalnya banyak banget pasangan dan "calon" pasangan yang dateng kesini untuk kencan.

setelah gue capek karena keasikan jalan dan sedikit "baper", gue pun memutuskan untuk pulang ke Hotel, sebelum esok hari ini nya gue sama kakak gue mau ke kawasaki, dan yak, betul, gue mau mengunjungi Museum Fujiko F Fujio alias sang author dari manga legendaris sepanjang masa, Doraemon.

Btw, Sebelum gue menutup tulisan ini, gue mau sedikit cerita ketika gue balik ke hotel. Dari Tokyo Tower gue naik Metro atau subway langsung ke stasiun deket hotel, gue udah mulai terbiasa dengan Jepang. setelah gue sampai di staisun tersebut, kakak gue langsung duluan ke Hotel, katanya sakit perut, mungkin dia kebanyakan minum kopi, anyway, waktu gue lagi jalan di stasiun tersebut sendirian, dan sepi banget, sekitar jam 9 malem, gue beruntung itu stasiun belom di tutup. namun ternyata ada yang tidak beruntung malam itu, karena stasiun sepi, suara dari pintu keluar pun bisa kedengeran, dan waktu gue sampai di loket mau ngisi suica, gue ngeliat ada pasangan yang lagi ribut di stasiun, karena petugasnya lagi gak ada, lantas gue gak sengaja nguping isi pertengkaran mereka, yang bisa gue simpulkan adalah ternyata si cowok yang sebenernya gak ganteng, mutusin pacarnya yang cewek manis ini, demi cewek lain, yang setelah gue telaah lagi, cewek lainnya itu adalah "nakayoshi" si cowok alias "sahabat deket" nya si cowok. waduh. jadi ikutan baper gue hahahaha. lalu si cowok dengan kata-kata kasar menurut orang jepang, berhasil meninggalkan dan mutusin pacarnya. gue ngeliat kejadian itu gak tega juga, si cewek masih duduk di lantai dan bersandar di deket mesin tiket sambil nangis, gue sadar gue orang asing buat dia, tapi dengan bahasa jepang yang seadanya gue mencoba untuk menghibur dia, setidaknya jangan sampe dia bunuh diri. well, gue korbanin sapu tangan gue untuk si cewek, lalu dia menerimanya, gue beruntung gak diteriakin sama itu cewek, setelah dia tenang, lalu dia ngucapin terima kasih, dan ketika kami akan berpisah, gue sempet bilang, "hidup ini terlalu indah, jangan kamu mengotori pikiran mu dengan hal yang membuatmu tidak tenang.". she give her smile, and than go away. dengan ucapan "bye bye" gue dan cewek tersebut pisah arah. semoga pertemuan gue dengan dia bukan sekedar kebetulan aja.
semoga kami bisa dipertemukan kembali di lain kesempatan. jika Allah mengizinkan.

(Tokyo Episode part II end)