Tuesday, August 29, 2017

#Story: Lalu, Kapan?

Selamat petang,

Sebuah situasi mengantarkan gue kepada kondisi paling bawah,
Namun di saat manusia berada pada kondisi paling bawah, tidak selamanya kondisi itu buruk,
bahkan, jauh lebih banyak positifnya, yang jelas elo gak perlu takut jatuh tersungkur, karena elo udah di bawah.

Gue mengakui kalau sekarang gue berada pada titik terendah dalam hidup gue, dimana seorang mahasiswa yang sedang menempuh semester terakhir pendidikan tinggi.
Sebagai mahasiswa pascasarjana, waktu yang diberikan untuk menempuh masa pendidikan itu lebih minim dibanding sarjana.
Saat-saat semester terakhir begini, adalah situasi dimana elo harus berlari sekencang-kencangnya dan melewati garis finish sebelum tagihan semester berikutnya masuk ke pemberitahuan dashboard akun mahasiswa elo yang jumlahnya gak mungkin ke bayar pake 1 bulan gaji seorang fresh graduate yang kerja di perushaaan FMCG.

Namun, mumpung gue sedang di bawah, saatnya gue melangkah lagi ke atas, dan yang sedang berada di atas tentunya harus bersiap-siap dengan kedatangan gue.

gue terima semua prosesnya, gue jalani, dan gue yakini.

segala puji bagi Allah.

#Story: Kerja

Kerja,

Apa itu kerja?
Apa yang dikerjakan kerja?
Apa bedanya kerja dengan dikerjakan?
Apakah kita dikerjai?

Ada banyak sekali informasi yang disediakan untuk kerja.
Bersama tuntutan hidup yang tidak pernah cukup kepada orang.
Berkilas balik antara seseorang yang bekerja atau yang berada.
Menembus dinding perbedaan orang yang bekerja dengan orang yang mengharapkan pekerjaan.

Juang hampir sama spesies-nya dengan kerja
Yang membedakan hanyalah tujuan akhir dari kata-kata tersebut.
Entah kita berakhir dengan perjuangan, atau berakhir dengan pekerjaan.
lagi-lagi mengulang kata kerja.

Wednesday, July 26, 2017

#Story: Orang

Orang,

Sebuah kata kerja, suatu kata sifat.
Banyak sekali definisi mengenai orang.
Bisa menjadi suatu tata bahasa, atau suatu pembahasaan.
Tapi apakah kamu tau, "Apa itu orang?"

Suatu pemberdayaan yang menjadikan makhluk hidup disatukan.
Lalu, "apa gunanya orang?"
Apakah mereka yang memikirkan business model terkini?
Ataukah mereka yang memikirkan cara mencukupi pangan tiga kali sehari?

Lantas, ketika kita menanyakan suatu pertanyaan mengenai bentuk dan definisi "Orang".
Sesungguhnya kita bisa memaklumi, bahwa "Orang" merupakan makhluk tersendiri.
Makhluk yang berdiri sendiri, makhluk yang ingin menguasai.
Tidakkah kalian menyadarinya?

Orang bukanlah seperti yang engkau pikirkan.
Orang adalah mereka yang setiap hari hidup di dalam pengembaraannya.
Orang sama sekali tidak suka dikekang.
Jangan memaksakan orang untuk mengikuti orang.

Ketika Orang tersebut pulang.
Panjatkanlah doa agar Orang tenang dalam kenangannya.
Mengenang kehidupan Orang,
yang Orang sendiripun tidak tahu bagaimana cara menjadi Orang.


mym, 26/07/2017

Monday, May 08, 2017

#Story: Will You Involve???

Selamat Pagi,

Senyum,
Menyebar kebaikan itu tidak salah.
Memaksakan kehendak dan membuat orang lain tidak nyaman adalah suatu perbuatan yang tidak etis.
Masing-masing individu punya norma yang mereka ikuti. terkadang ada orang yang mengikuti satu norma yang sama, adapula yang berbeda.
Menurut gue, seseorang tidak baik apabila dia memaksakan orang lain untuk mengikuti norma yang menurut dia baik, padahal belum tentu orang lain menganggap bahwa norma yang dia coba tularkan itu baik.

Perbedaan hanyalah sebuah pandangan, hanyalah suatu persepsi.
Sangat tidak pantas seseorang menyebut perbedaan itu sebuah "dosa".
Tuhan menciptakan perbedaan atas kuasa-Nya. kita hanyalah manusia. kotor. penuh dusta. dan tidak pantas berbuat seperti apa yang dilakukan oleh Tuhan.

Tuhan punya masterplan dari seluruh manusia,
kita sebagai manusia, yang baik, menyebarkan kebaikan.
menyebarkan cinta, menyebarkan empati.

"Spread love, like fire"

Will you involve???

Monday, November 07, 2016

#MusaStory: Well, Sebuah Cerita Untuk Kembali (Bukan Fitnah)

Hello,

Gue balik lagi, setelah postingan terakhir buat seri Japan Tour.
lebih tepatnya setelah 2 bulan gue mimpi untuk balik ke Jepang lagi.

Kabar kalian bagaimana? sehat? waraskah?
karena beberapa teman gue harus jatuh "sakit" dalam kurun waktu 2 bulan setelah postingan gue sebelum ini.

well, gue mau menginformasikan kabar baik aja.
karena kabar baik itu lebih sehat daripada fitnah hehehe.
jadi sebenarnya setelah gue sampai di Jakarta kembali dari Jepang.
awal maret gue ditawari kerjaan di sebuah bank asing, sebutan mereka sih untuk projek. sekarang gue udah gak kerja disana lagi. karena kontrak habis.
lalu gue mencoba mengasah kemampuan menulis gue di sebuah media independen (dalam artian media yang berdiri sendiri).
sembari gue melakukan pekerjaan tersebut, gue pun mencoba untuk ikutan tes pascasarjana di beberapa Universitas.

awalnya gue mencoba untuk beasiswa ke Jepang, namun gue sadar persiapan gue mepet. dan gue tau kalo persiapan mepet itu pasti hasilnya gak bagus. meskipun beberapa orang ada yang bilang, "orang pinter itu kalah sama orang beruntung" but i don't believe in luck. jadinya gue harus melakukan banyak persiapan.
karena gue bukan dari keluarga yang kaya raya. gue pun mencoba untuk realistis, sejujurnya TOEFL gue masih butuh peningkatan untuk lolos syarat administrasi beasiswa ke luar negeri. deadline daftar untuk univ di luar dan syarat beasiswa hanya berjarak 3 bulan.
lalu gue pun mengeluarkan rencana selanjutnya, yaitu gue ikut tes pascasarjana di tiga universitas negeri aja. sebut saja nama mereka dengan UI, UGM, dan ITB.

gue baru sadar ternyata untuk tes masuk pascasarjana itu beda banget sama S1, dan ada satu syarat yang biasa mereka pakai untuk daftar masuk pascasarjana. syarat tersebut bernama "Nilai TPA BAPPENAS"
gue yang orang awam kagak ngerti apa itu "TPA BAPPENAS" setau gue, Ayah gue pernah tes buat masuk S3. dan akhirnya gue pun ikutan les nya, di sebuah mall yang mereka sebut, Poins Square.
selama 9 jam dalam sehari gue duduk dan ngedengerin materi. menurut gue, tempat lesnya seru, gurunya juga inspiratif.

lalu, gue pun mengikuti tes SIMAK UI untuk jurusan Magister Ilmu Komunikasi, dan Admission Tes untuk MBA (Master of Business Administration) SBM-ITB.

Hasilnya gue keterima di dua duanya. sebuah prestasi yang menarik menurut gue. karena pas gue ikutan seleksi masuk mahasiswa S1, itu dua universitas, kagak ada yang mau nerima gue.
pada akhirnya gue pun memilih untuk kuliah (lagi) di SBM-ITB, alias School of Business and Management ITB (Insititut Teknologi Bandung). jurusan "General Business Management".

sejujurnya, belajar di sekolah bisnis adalah salah satu impian bahkan target gue setelah lulus, karena gue masuk di bidang yang sebenernya gak jauh beda sama prodi gue pas S1. dan ternyata jurusan ini menarik, seperti yang gue impikan dulu dimana gue mau belajar banyak tentang bisnis, bahkan entrepreneur itu sendiri. namun, gue sadar ada tanggung jawab yang besar di balik masa kuliah gue setelah S1.
ada sesuatu yang harus gue sisihkan waktu gue memutuskan untuk kembali ke bangku kuliah. akan tetapi gue gak menyesal sama sekali.

gue mendengar banyak sekali pendapat-pendapat, terutama yang berasal dari orang terdekat gue, yang bilang kalo gue salah langkah, seharusnya gue kerja dulu. dan sayangnya, mereka yang bilang itu tidak mengetahui alasan gue melangkah untuk masa depan.

Mereka.hanya.bisa.menerka.

keterima dan kuliah di institut yang lokasinya gak jauh dari UNPAD. itu rasanya kayak seorang pemain sepakbola yang pindah dari satu klub ke klub rivalnya. kayak pindah dari Chelsea ke Man.United, atau dari AC Milan ke Inter Milan, atau dari Atletico ke Real Madrid.

tapi gue sangat senang dan bersyukur.
mumpung gue masih diberikan umur dan kesehatan.
gue akan terus belajar. apapun. dimanapun.
untuk kebaikan bersama dan untuk gue secara personal.

beberapa target sudah gue pasang.
tinggal Allah yang akan menentukan restu-Nya.
semoga dilapangkan dan dilancarkan.

segala puji bagi Allah.

Sunday, August 14, 2016

#MusaTravel: Japan Tour 2016, Finale

20/2 (Finale episode start)

Pagi hari di Tokyo, hari terakhir dalam rangkaian perjalanan gue di Jepang, gue sedih dan berharap gue bisa tinggal lebih lama lagi di Jepang. setelah sarapan, jam 10 pagi gue langsung ke tempat terakhir yang mau gue kunjungin, yup, dia adalah Harajuku.
kenapa gue ke Harajuku di hari terakhir? karena ini hari sabtu, dan banyak banget yang lagi nikmatin Weekend nya. bener perkiraan gue, banyak banget orang yang cosplay di Harajuku. sayangnya mereka gak mau di foto hehehehe. anyway, gue ke harajuku sekalian mau ke Nike nya, pas gue sampe sana ternyata lagi rame banget, ada antrian di depan tokonya, karena gue gak tau ada apaan makanya gue ikut antri, sementara kakak gue muter-muter buat nyari oleh-oleh. pas toko dibuka, baru gue nanya ke abang abangnya, ternyata yang ngantri tadi lagi mau beli sepatu Air Jordan yang baru, limited edition, cuman 100 pasang aja. dan harganya sekitar 25.000yen alias hampir 3 jutaan lah. wah, sejujurnya gue belom siap buat beli sama pake Air Jordan hehehehe, jelas kemahalan buat gue. akhirnya gue memilih Nike Air Max aja hehehe. setelah beli sepatu, gue langsung ketemuan sama kakak gue di JR Harajuku, karena kondisi hujan deres, suhu di tokyo jadi dingin parah, untungnya kakak gue gak lama datengnya, jadi kita balik ke hotel untuk check out, lalu packing ulang. ternyata jadi berat banget tas gue, tapi Alhamdulillah barang aman.
Ibu gue sebelumnya udah nyaranin untuk naik taksi aja sampe Tokyo Station, ternyata ide yang bagus, karena tas nya berat banget, sejujurnya agak susah ngedorong apalagi ngangkat tas yang berat. pada akhirnya, untuk pertama kalinya gue naik taksi di Tokyo, ternyata jalanan tokyo bagus juga hehehe. sampai di Tokyo Sta, gue pun langsung reservasi untuk naik Narita Express. dan dengan berat hati, gue pun meninggalkan Tokyo dan Jepang. karena apabila kita berangkat dari Narita dan pulang lewat Narita, perjalanan ke airport itu agak jauh dan gak bisa kemana-mana lagi.
gue sama kakak gue pun berjanji bakal balik lagi, kali ini sama adek gue, atau bahkan satu keluarga full bakal balik lagi, ke Jepang, di musim dingin. sekali lagi, dan pada saat itu gue mau ke Fukuoka, Hakata, Kyoto, Osaka untuk lebih lama dan ke Sapporo.

Thank you, Japan. I'll you soon, very soon.

20/2 (Finale episode end)

#MusaTravel: Japan Tour 2016, Piracy in Japan (Tokyo Episode Part IV)

19/2 (Tokyo Episode part IV start)

Pada saat itu adalah hari jum'at, dan gue menerima beberapa pesenan teman, barangnya sih gak dapet tapi sejujurnya gue banyak dapet pengalaman untuk hari ini. Begini, temen gue nitip lightstick dari merchandise boyband korea yang namanya iKON. nah gue gak tau mau beli dimana, akhirnya gue usahain buat nyari keliling tokyo. sebenernya itu boyband lagi ngadain Japan tour juga sama kayak gue cuman bedanya gue gak terkenal aja hehehehe.
gue malamnya sempet browsing, katanya di tokyo ada semacam daerah yang isinya jualan barang-barang K-Pop semua, dan ternyata daerah itu emang ada, namanya Shin-Okubo. deket banget dari Hotel gue di Ginza. yasudah pada akhirnya gue jadwalkan mengunjungi daerah tersebut.
sekitar jam 10 pagi gue mulai berjalan kembali, sushi sama onigiri tadi malam rasanya fresh dan gue tidur pulas banget, meskipun Orang tua gue sempet nelpon sebentar, ada jeda waktu antara Jakarta sama Tokyo meskipun cuman dua jam ternyata ngaruh juga ya. karena lagi musim dingin, siang hari nya di Jepang terasa lebih cepat dibanding musim-musim lainnya.
gue sama kakak gue berdoa, semoga kami melewati restoran atau penjual makanan halal untuk sarapan, karena sejujurnya gue sama kakak gue udah mulai bosan makan sushi sama onigiri terus dari hari kedatangan kami. ternyata Tuhan mendengarkan doa kami, dengan memperlihatkan kedai kebab di Shin Okubo, sembari gue nyari merchandise pesenan temen gue, kami pun stop dulu untuk sarapan. gue sempet beli dua kebab karena saking bosennya makan sushi sama onigiri dari minimarket.
kelar sarapan, kami pun melanjutkan perjalanan. sejujurnya gue takjub bisa ada daerah kayak Shin-Okubo gini. daerah ini banyak sekali kejutannya, kalo elo sempet ke daerah ini, yang elo bakalan liat sepanjang jalan adalah toko yang isinya barang-barang yang berhubungan dengan K-Pop, dari merchendise sampe sabun muka. elo juga bisa nemuin pria-pria bermuka korea yang bekerja sebagai penjaga toko.
gue udah berusaha mencari barang tersebut dari jalan deket JR station sampe ke ujung daerah Shin-Okubo, dan hasilnya nihil. tapi yang bikin gue berkesan dari daerah ini, ternyata ada dan banyak juga barang bajakan di Jepang, gue kira negara dengan paling banyak pembajakannya itu Indonesia, ternyata di Shin-Okubo ini contohnya, dijual berbagai CD/DVD copy-an dari internet atau DVD rip lainnya. pantes aja kalo penjaga toko nya rada galak sama turis yang ngalungin kamera, karena mereka takut toko atau barang yang dijualnya ke foto terus disebarluaskan.
barang fanmade yang mereka jual menurut gue masih kalah sama buatan fans fans girlband atau boyband di Indonesia, kayak contohnya, di Shin-Okubo mana ada yang jualan Sweater SNSD yang dipake di MV lagu "Girls Generation", itu loh sweater yang ada nama member plus angkanya. kebetulan gue beli sweater itu yang namanya Yoona karena Code name kita sama-sama angka 93 hehehe.
setelah gue selesai dengan Shin Okubo, gue langsung ke "main course" buat perjalanan hari ini, yaitu Pokemon Center Mega Store Tokyo. yup, letaknya Ikkebukuro, dan semua otaku disana kayaknya udah tau kalo Ikkebukuro itu juga termasuk pusat anime selain di Akihabara. gue pun langsung ke Ikkebukuro dari Shin Okubo. jaraknya gak terlalu jauh, gue sempet bingung nyari tokonya dimana, ternyata jalan dari Metro ke Pokecenter nya lumayan jauh hehehehe. tapi pas gue nyampe di depannya, gue langsung diem, gila gede banget ini toko, dan isinya pokemon semua pula.
saking gedenya gue sempet muterin toko ini dulu, terus gue makin bingung gue mau belanja apa hehehehe. yang gue incer dari sini sih sebenernya cuman hal hal yang berhubungan sama keluarga spesies Charmender aja, kayak boneka Charizard. kenapa boneka charizard? karena sejujurnya gue sakit hati ngeliat boneka charizard di singapore, kecil mahal banget sekitar 80an SGD. akhirnya gue kalap belanja disini.
setelah selesai belanja, gue tadinya mau langsung ke Tokyo Dome, karena jarak subwaynya gak terlalu jauh, tapi pada akhirnya gue memutuskan untuk balik ke Hotel buat istirahat sebentar dan naro barang belanjaan ini di kamar hehehe. anyway, gue dapet boneka Charizard harganya cuman 2400 yen, sekitar 20 SGD. berarti toko anime yang di singapore itu kapitalis bangsat hehehehehe.
setelah selesai istirahat gue melanjutkan perjalanan ke "main course" selanjutnya, yup, Tokyo Dome.
sampai di Tokyo Dome City, gue merinding, gila tempat ini lebih gede dari GBK kayaknya, pantesan Tokyo dome itu jadi tempat sakral buat artis Jepang, karena kalo mau tampil disini, mereka harus bisa mengisi dengan manusia sekitar 55 ribu jiwa. wew.
gue pun mampir ke Merch shop nya Yomiuri Giants, klub baseball kebanggaan tokyo. Baseball di jepang emang jadi salah satu olahraga favorit setelah sepakbola. sejujurnya gue udah ngidam jersey Yomiuri Giants sejak mereka masih disponsorin sama Adidas sekitar tahun 2012. akhirnya tahun 2016, kesampaian juga bisa beli jersey mereka hehehehehe.
setelah belanja di Merch shop. gue pun foto di depan Tokyo dome. kali aja suatu saat gue bisa manggung disini. menargetkan untuk manggung disini. someday.
setelah kelar di tokyo dome, gue pun langsung melahap main course utama dari perjalanan hari ini, yup, ke Akihabara, Home of AKB48.
Jarak ke Akihabara dari tokyo dome gak jauh, cuman 1830m aja. gue pun deg-degan saat mendatangi teater AKB48. karna gue datang di momen yang sangat tepat dimana mereka merayakan usia ke 10 tahun. gue menyempatkan mampir ke AKB48 Cafe & Shop, dan ternyata gue dikejutkan oleh TAKAMINAAAAAAAAA!!!! gila dia persis di sebelah gue. gue keringet dingin sumpah, ternyata takamina itu cantik parah, manis pula. pantesan dia jadi idola yang sesungguhnya. gue sempet menyapa dia lalu dia bilang "Hello" sama "thank you" terus disenyumin. gila gue salting langsung. sayangnya gak boleh 2shot ya. kalo boleh gue dengan bangga pamerin ke kalian hehehehe. oiya, anyway gue nonton Anta Dare SP, dan gue puas banget bisa ketemu Takamina sebelum dia grad. setelah dari AKB48 Cafe & Shop, gue keliling akihabara dulu, karena di akihabara lah kalian bisa menemukan cinta, serius loh, toko anime disini gede nya bukan main, gue sebagai otaku kelahiran Indonesia, pasti seneng banget bisa pulang kampung hehehehe. kalo kalian ke akihabara jangan lupa ke Don Quijote ya, selain ada teater AKB48, disana adalah pusat anime terbesar di dunia loh. oiya, selama di akihabara, gue sejujurnya penasaran sama yang namanya JK (Joshi Koshei) undercover, dan bisnis prostitusi gadis remaja di Jepang yang emang legal disana. gue pun mencoba untuk bertanya kepada beberapa pelayan kafe atau yatai, ternyata memang gadis remaja di jepang mayoritas menyebutkan dua pilihan untuk karir mereka, kalo enggak jadi artis atau idol, mereka terpaksa jadi bintang porno. hal ini dikarenakan faktor material masih menjadi masalah utama untuk mereka, dan asal mereka nurut dalam manajemen mereka bisa jadi terkenal dan banyak uang. kira-kira segitu aja penjelasan gue tentang JK ini hehehehe
lanjut ke perjalanan, gue langsung menuju Shibuya lagi untuk kedua kali nya. kali ini dalam rangka ke TOWER RECORDS dan ke HMV Shibuya, masih dalam perburuan CD/DVD L'Arc~en~Ciel sih hehehehe. Sesampainya di tower records, gue langsung di hadapkan oleh boyband korea, yang bernama VIXX sedang promo album mereka, dan penuh banget disana. karena tower records ini gede banget gedung nya, gue langsung memfokuskan kepada pencarian gue hehehe, setelah 30 menit muter-muter, gue akhirnya membeli DVD Laruku yang berjudul "Siesta ~ film of dream ~" DVD ini dirilis udah lama banget, sekitar tahun 1994, dimana laruku baru awal awal karir major label, anyway isi DVD ini tentang film pendek mereka loh. pokoknya keren deh. di tower records, gue juga membeli DVD "Sonic Highways" nya Foo Fighters.
setelah mampir ke tower records, gue pun ke HMV Shibuya, ternyata suasana di HMV lebih kalem, meskipun ada antrian panjang disana, wah pasti ada artis lagi nih. ternyata bener, dan gak nanggung-nanggung, ada idol group Perfume, lagi promo, gila rejeki banget gue hari ini, abis ketemu Takamina, terus ketemu Perfume pula hehehehe.
anyway, setelah 45 menit keliling disini, akhirnya gue menemukan salah satu target gue, yaitu DVD "Faith Live" sama "Roentgen Stories" nya HYDE. sebenernya gue udah punya dua dua nya, namun statusnya bajakan hehehehe, dan udah hilang entah kemana, makanya waktu di HMV gue ketemu mereka, gak pake mikir langsung gue beli hehehehe.
setelah capek seharian jalan, dan ketemu para idol, gue pun kembali ke hotel, dan packing, karena besoknya gue harus balik ke Jakarta, sedih sih tapi masih ada satu tempat lagi di Tokyo yang mau gue kunjungin sebelum ke Narita Airport sorenya.

19/2 (Tokyo Episode part IV end)