Tuesday, June 03, 2014

#Indonesia : Cerita Tentang Impian

Selamat malam....

dalam suatu hari ku menemukan sebongkah impian,
impian untuk memajukan diri sendiri, syukur-syukur orang lain bisa mengikutinya...
namun semulus-mulusnya landasan pacu Bandara di Dubai, pasti ada bagian terjalnya...
tidak ada yang bisa memastikan kalau hidup itu enak, yang enak itu hanyalah berangan...

teringat saat kecil, hidup begitu indah,
yang ku lakukan hanyalah tertawa, menangis sejenak, tertidur, terbangun, lalu kembali tertawa...
pada saat itu aku tidak tahu Ayah dan Bundaku sedang menghantam kerasnya karang kehidupan...
berjuang dengan mempertaruhkan nyawa...

menginjak remaja,
nilai-nilai yang dulu ku anggap sebagai marahan dari Ayah Bundaku mulai terasa kebenarannya...
nilai-nilai yang lebih mendidik dibanding angka nilai di kertas rapor ataupun transkrip nilai mahasiswa...
nilai yang apabila kita mempelajarinya akan membuat kita sadar, merunduk malu, lalu berlari kencang untuk menggapai impian tersebut...

saat pekerjaan pertamaku dilaksanakan,
bangga dan haru, diri ini sudah bisa menghasilkan sesuatu...
saat diri ini mulai memeluk aroma uang, akupun tersadar...
bahwa setan-setan kertas, koin, dan emas tersebut rupanya yang membuat orang berbuat seenaknya...

menginjak dewasa,
pada malam ramadhan itu, pertama kali aku tinggal sendiri...
menjaga amanah dan nilai-nilai keluarga...
saat itu aku hanyalah anak manja yang merasa dipaksa oleh Allah,
dipaksa untuk sadar...
saat waktu sahur, Allah menegurku dengan rasa sakitnya tusukan dinginnya angin malam...

akupun tersadar, teringat rasa akan saudara yang masih kekurangan...
ternyata rasa sakit yang Allah berikan pada saat itu, belum sesakit mereka yang setiap hari kelaparan...
mereka yang setiap hari kekurangan... malu rasanya diri ini...

untuk mereka yang tidak pernah mengerti....
untuk mereka yang membuang perasaan...
untuk mereka yang tidak sopan terhadap kehidupan....
untuk mereka yang tidak sanggup untuk hidup...
untuk mereka yang meremehkan nilai Allah atau Tuhannya...
dan...
untuk mereka yang meremehkan kami...

mampuslah! enyahlah kalian! di dalam sebuah penyesalan tiada akhir...
dari kami yang selalu optimis dan bersama Tuhan kami masing-masing...
dari kami yang tidak akan pernah berharap kepada bajingan-bajingan deposito...
dari kami yang tidak akan pernah berharap kepada penjilat ludah sendiri...
dari kami yang membenci orang munafik.


Muhammad Yusuf Musa
03/06/2014

No comments:

Post a Comment