Wednesday, February 25, 2015

#Story: Luck Is....

Selamat malam semua,

salam sejahtera...

well, disini... sekarang gue mau sedikit menceritakan tentang hal yang baru saja terjadi hari ini...

semua dimulai dari pagi hari ini,
Tuhan menyelamatkan gue dari sesak napas yang memberatkan hidung dan tenggorokan gue.
gue hanya bisa membuka mata, namun badan masih tergeletak di atas kasur...
terdengar alarm pagi di kosan gue, suara mereka bercampur antara lagu Aviici yang di-remix oleh Skrillex dengan Koi Suru Fortune Cookie dari AKB48....

gue masih berusaha membangunkan badan, sempat terpejam beberapa saat mata ini, dengan hidung dan pernapasan yang berat...
pukul 04:50, sang muadzin mengumandangkan adzan subuh, merdu sekali...
aku pikir aku tidak bisa pulang hari ini, namun Adzan subuh seperti memberikan gue kekuatan...
ya, terbangunlah kamu wahai jiwa yang dikejar waktu...
pikiranku masih terpentok kepada kenangan 20 februari kemarin, ditambah dengan perasaan cemas akan sidang yang terus ku tunda.

namun gue tak boleh berakhir disini. menyenangkan bisa mengenal Jatinangor disaat terakhir seperti ini....
Shalat Subuh, Mandi, Berkemas, Bersiap... Hallo Jakarta....

Seperti biasa, langkahku berbunyi pelan-pelan, takut membangunkan manusia satu kosan...
Red House atau barak merah ini sering ku tinggalkan untuk akhir minggu... namun kehangatan di dalamnya membuatku tak bisa pindah...

gue sudah mempersiapkan ongkos ojek, bus dan lainnya...
membuka pagar kosan perlahan, lalu meninggalkanya untuk berakhir pekan.

saatku berjalan menuruni Cikuda Jump Street, menengok kanan-kiri untuk menyetop akang ojek yang akan mengantarkan ku ke terminal...
well, tak ada yang mau ternyata... gue lanjutkan langkah kaki ini...
melihat jam ternyata pukul 5:38, sudah terang.

tiba-tiba ada suara motor berhenti di belakang dan menyapa, "bareng yuk a'."
gue menengok, dan tak mengenali namun dia menawarkan tumpangan, dengan tidak tau malu gue langsung bilang kalo gue mau ke terminal bayangan, dia pun menjawab "woles a'.",
obrolan di motor yang mengakrabkan, dengan perasaan yang tak enak karena menumpang dengan orang yang tak ku kenal sebelumnya... ternyata akang itu kerja di Bandung.

sampai diterminal ku salami beliau, sebuah high touch yang erat.
gue pun merasa bingung pada pagi hari ini, Tuhan memberkatiku....

Masuk bus, tertidur, telingaku seperti ditutup udara...
ternyata flu yang gue derita belum sembuh...
lalu gue bertanya kepada diri sendiri, "apakah flu ini berasal dari sakit atau perasaan rindu?"
obat batuk yang gue teguk sebelum berangkat mulai beraksi.

kantuk... lelah... tertidur...

terbangun, ternyata bus sudah melalui kawasan industrial...
bus membayarkan pajak sewa jalan di gerbang,
diri ini mengantuk, dan udara di telingapun seketika menghilang... gue berusaha untuk menenangkan diri, ternyata berhasil... Tuhan memberkatiku...

gue duduk di kursi untuk bertiga... namun tak ada penumpang lain di kursi itu selain diri ini....
ku sadari ternyata bus sudah memasuki perbatasan ibu kota...
pasanglah headset untuk menggembirakan diri, bersama Foo Fighters, AKB48, NMB48, Nirvana, Blink 182, hingga lagu tema Pokemon Centre...

bersiap untuk turun di jalan bebas hambatan, ternyata macet menyerang, polisipun berjaga di dekat tempat ku turun, kondisi kode merah...
ternyata sang supir tidak tinggal diam, dia mengarahkan busnya keluar tol, dimana mengantarkan gue lebih dekat dengan jalan pulang...
turun dari bus, dan merasa.... Tuhan memberkatiku...

angkutan umum berhenti, gue naik...
di telinga sedang mengalun Odoroyo Fish dari adik-adik Tsuri Bit.
menyenangkan mendengarkannya...
ternyata jalan dekat rumah lancar, gue turun depan perumahan...
melangkahkan kaki, masuk ke rumah..
disambut dengan gembira oleh Ayah Mama...
gue merasa... Tuhan memberkatiku...

laptop ku nyalakan, mengunduh beberapa kisah seru dunia Idol jepang.
menonton, relax, makan pagi, semua senang...
memasuki malam, kabar baik datang dari Jepang... barang yang ku incar sudah bisa dikirim...
mood sedang baik, gue arahkan diri ini untuk mengabdi dan berkutat kepada Alfred Schutz, demi mendapatkan ilmu Fenomenologi Sosial yang dimilikinya demi sebuah gelar sarjana yang ku idamkan.

tak ingin merusak hari ini, gue hanya ingin hari seperti hari ini datang lagi...
entah kapan saja, tetapi gue merasa bahwa Tuhan selalu memberkati....

Tuhan selalu memberkati hamba yang selalu bersyukur.
terima kasih Tuhan, telah memberikan jalan...

Luck Is.... sebuah rejeki dari Tuhan, yang kita sendiri tidak akan pernah menyadari kapan hal tersebut akan datang, maka dari itu, bersyukurlah.

Jakarta, 25/02/2015

MYM

Saturday, February 21, 2015

#Opini: Original Yang Tertahan

Hai...

selamat malam...

gimana hari-hari kalian?
menyenangkan kah? sedih kah? atau diburu waktu kah?

entah kenapa gue banyak banget belajar di tahun lalu... 2014.
seperti yang sebelumnya gue ceritakan bahwa gue mencoba untuk mengerjakan album pertama gue, dan lumayan ternyata support dari teman-teman sangat baik.

pada saat gue menyelesaikan copy-an pertama album gue, gue bangga banget, akhirnya...
setelah hampir 6 tahun nulis lagu, album gue dirilis juga...

namun pembelajaran yang gue dapat adalah ketika prosesnya...
yup, seluruh proses pembuatan album yang gue kerjakan secara individu dan indie ini memang sangat melelahkan, namun proses demi proses berhasil membuat gue sadar akan satu hal...

itu adalah....

"GUE MALU DONLOT MUSIK BAJAKAN"

memang gue membagikan musik gue secara gratis, memperdengarkan seluruh album gue, dan di donlot secara massal...
dan itu karena kemauan gue.

tapi kalo kita pikir-pikir, banyak banget ya yang gue lewatkan dengan sulit terus gue bagikan begitu saja...

kali ini gue mau latihan untuk menghargai karya mulai dari mencari CD asli artis tersebut....
sekitar bulan Agustus setelah selesai rekaman, gue langsung mencari influence buat projek gue selanjutnya, CD musik-musik indie Indonesia jadi inceran gue.

sebagai kolektor CD, gue sangat senang kalau CD yang gue incer bisa dibeli dengan mudah,
namun kenyataannya nyari orang yang jual aja setengah mati.

kalo kita melihat negeri tetangga seperti Malaysia dan Singapura, mereka bebas memasukan CD original yang berasal dari luar negeri, layaknya toko HMV.

di Indonesia, toko CD terancam punah karena pembajakan hampir menyentuh nomor 1 di dunia.

gue sebagai penikmat musik yang belajar menghargai karya original sangat berharap pada para pembuat kebijakan.... agar memberikan fasilitas untuk para kolektor musik original biar kami bisa merasakan bagaimana hasil dari para musisi tersebut bersusah payah di dalam studio mereka.

sejujurnya sampai saat ini gue masih mendonlot bajakan, dan gue mencari bentuk fisik originalnya.
saat ini pula gue masih mengandalkan belanja online dan impor, dan itu sedikit merepotkan.

gue berharap para musisi tidak patah semangat untuk merilis karya mereka dalam format CD atau apapun.

masih banyak orang-orang yang ingin mengoleksi, mereka merasakan sulitnya mendapatkan karya-karya tersebut...

bahkan mereka merasa koleksi original mereka tertahan di luar sana menunggu bea cukai mengirimkan strip pajak untuk ditebus agar koleksi mereka sampai di tanggan....

Sunday, February 01, 2015

#AStory: Remembering My Childhood, Remember The Past

"waktu ku kecil hidupku amatlah senang, senang dipangku dipangku dipeluknya, serta dicium dicium dimanjakan, namanya kesayangan" - Bunda Piara (Daljono)

damn! kalo gue ngedengerin lagu "Bunda Piara" tadi bikin gue gampang banget flashback mengingat semuanya...
semua yang terjadi di masa lalu...
masa yang sudah terjadi...
masa yang sebenarnya tidak perlu diingat lagi...
namun pikiran itu liar dan masuk secara tidak sengaja...
tanpa mengetuk pintu bawah sadar...

secara liar, membuat diri ini melamun...
dimulai dari saat gue masih kecil, TK - SD - SMP - SMA
hingga sekarang...
berbagai kejadian yang telah terjadi
senang dan sedih mengiringi semuanya...

gue hanya bisa menikmati dan menyesali semua kenangan tersebut.
tapi gue juga bersyukur bisa melewatkan semua kesedihan di masa lalu
bergegas untuk bersenang-senang di masa depan.
bergegas untuk masa depan...

apa yang terjadi untuk yang akan datang...
tidak pernah diketahui...
tidak akan...
namun setiap manusia bisa bersiap, mempersiapkan apa yang akan terjadi.
layaknya anak kecil yang siap menerima resiko terjatuh saat bermain ayunan.

semua akan terjadi sesuai dengan persiapan yang telah diperbuat.
semua akan berarti untuk kehidupan.
semua akan dipertanggungjawabkan pada hari-Nya.
ketika itu, lamunan ku kembali dan aku sadar....

aku bukanlah siapa-siapa... masih mentah.
tetapi barang mentah itu adalah awal dari semuanya.
tergantung usahaku untuk masa depan.

semua berawal dari sekarang.
terima kasih lagu "Bunda Piara" yang telah membuatku melihat ke belakang.
membuatku menyadari kesalahan.
mencegah agar tidak terjadi di masa depan.

terima kasih masa lalu diri ini.
dan gue tidak akan kembali ke sana.


Jakarta, 1/2/2014
MYM