Thursday, April 23, 2015

#Story: Hai Mama..

Malam...

seharusnya posting ini gue tulis kemarin, tapi baru sempet hari ini...

kemarin 22 april, mama ulang tahun, hari yang spesial buat beliau, buat keluarga gue juga...
setelah ayah lolos ujian di jogja beberapa hari yang lalu, pesta masih berlanjut ke ulang tahun mama...

sangat romantis sekali kami sekeluarga, adik gue yang lama gak pulang dari bandung pun ikutan pula...
it's a good day...

well, disini sekarang gak ada yang bisa gue ungkapkan selain rasa syukur gue, dan segalanya...
untuk mama....

mama sebagai segalanya...
sebagai penahan rasa sakit, sebagai wanita satu-satunya di keluarga gue,
sebagai role model pasangan untuk masa depan.

never ending pray for you, mom...

gue belajar menghargai sudut pandang dari lawan jenis (wanita) dari mama,
she explained everything about women...

mom, you're my everything...
if one day, i should go, making some good chances for everyone.
creating good stuff for everyone.
it's all because of you.

you are my reason why i should live in this world.
you are my reason why i should be a real man.

thanks, mom...
for everything...

23/04/2015

MYM

Monday, April 20, 2015

#Story: Hey Ayah...

Sore...

untuk mereka yang ingin merasakan kehangatan keluarga, mungkin bisa membaca ini...

suatu siang di suatu akhir pekan...
libur menenangkan diri setelah lima hari bekerja keras...
keluarga gue memang terbiasa dengan jalan akhir pekan, kemanapun tempatnya...

sebuah kabar diturunkan oleh ayah, langsung dari mulutnya beliau berkata bahwa keinginan untuk mengisi waktu luang dengan kuliah lagi sudah tidak terbendung...
di usia yang sebenarnya sudah tidak muda lagi, beliau masih bersemangat, dengan alasan yang cukup nyeleneh beliau memutuskan untuk kembali ke kampus...

iya, ayah gue kuliah lagi, setelah 15 tahun lebih tidak meneruskan kuliah, akhirnya ayah tertarik untuk belajar di strata 3...
banyak orang yang bertanya-tanya,
"kenapa harus kuliah lagi?"
"kenapa harus sekolah lagi? kan S2 sudah lebih dari cukup."
"buat apasih pendidikan tinggi-tinggi, mendingan usaha properti."
diberi pertanyaan-pertanyaan seperti itu ayah hanya tersenyum,

gue menanyakan apa alasan dibalik ayah ingin melanjutkan studinya,
ternyata alasan ayah sudah bulat, "ayah bukan orang kaya yang bisa mewariskan harta ke anak-anak, namun ilmu yang bermanfaat yang ayah ajarkan ke kamu, in sha Allah akan ayah bawa ke surga."

tak perlu gue jelaskan yang mana ayat atau hadis yang dikatakan oleh ayah, namun alasan tersebut membuat gue terpacu...
gue merasa darah dan adrenalin mengalir kencang...
disaat seperti ini, gue yang sedang diujung masa studi harus bisa mengalahkan semangat ayah...
seharusnya gue malu, kerja keras gue dikalahkan oleh orang tua...
seharusnya anak tidak seperti itu, seharusnya gue bisa mengalahkan orang tua...
membanggakan mereka, dan memberikan yang terbaik.

gue teringat jaman dulu ketika ayah dan mama memulai semua dari nol... kosong....
disaat itu pula gue harus merasa malu, pada diri sendiri...
gue yang merasakan bantuan orang tua disaat mereka sudah di atas...
gue harus bersiap untuk terjun ke bawah...

memulai perjuangan gue, secara personal...
ini...
sebuah surat untuk ayah...
untuk ayah yang bekerja keras...
sebagai role model keluarga...
sebagai pembimbing menuju masa depan...

i'm sorry if your son doesn't give you much trophies...
but you can still count on me...

that i am the best son that you have...

i will be the best in the world.

20/04/2015

MYM

Thursday, April 09, 2015

#Story: Jatinangor... Dalam Empat Tahun

malam...

ah rasanya banyak sekali yang harus dibicarakan tentang Jatinangor...

perubahan yang sangat banyak... yang telah terjadi selama empat tahun...
sebenarnya belum empat tahun...

namun ini tahun ke-empat gue disana...
di kota yang awalnya banyak terjadi penolakan, namun roda ekonomi terlihat lebih stabil disana...

Jatinangor...

sekarang sudah banyak gedung tinggi disana...
sawah pertanian... rusak.
panorama indah... rusak.
pemandangan yang membuatku jatuh cinta dengan Cikuda... rusak.

seluruhnya berubah,
warga pribumi yang tinggal di sana melihat heran...
semuanya terjadi begitu cepat, berubah dengan cepat.
ketimpangan kelas sosial antara mahasiswa dengan warga menjadi alasan klasik yang tidak pernah bosan untuk disebutkan...

namun, gue menyadari, Jatinangor adalah batu loncatan terbesar yang pernah gue temui.
semua langkah... semua sikap... semua hal yang membuat gue berkembang...
pendewasaan diri ternyata gue temui di kota ini.

well, kota kecil serba lengkap ini memang terkadang bisa bikin jengkel... namun semuanya pasti ada positif-negatif nya.

senang sekali bisa mengenal Jatinangor...

kota transit yang sekarang menjadi pusat pendidikan di Jawa Barat.

iya, sebutan kota transit ini memang sangat pas...
kota transit, tempat pengembangan diri, menuju impian yang dibentuk...
untuk masa depan yang lebih baik.

dari kota transit ini, gue menetapkan kota-kota selanjutnya,
untuk menggapai impian.

terima kasih, Jatinangor.

09/04/2015

MYM

Wednesday, April 08, 2015

#Story: My Half Life

Malam....

beberapa hari terjadi dengan sangat cepat...
terdengar hingar bingar tawa dan tangis orang-orang yang berasal dari ruang prodi dan sidang...
mereka yang berhasil menuju tahap selanjutnya membuat dada berdebar... tidak kuat.
hal itu terjadi pada bulan januari hingga februari....

Januari gue selesaikan untuk laporan magang, ternyata sangat sulit untuk menemui guru yang sedang sibuk... minggu-minggu terakhir januari berakhir... kisah gue dengan laporan magang juga berakhir...
senang, tapi sedih... mengingat seorang teman sudah jauh berlari menuju garis finish....
update-an dari linimasa mengabarkan bahwa AKB48 akan konser di Jakarta bulan Februari...
gue pun langsung kaget, dan exited mengingat sudah 3 tahun konser mereka gue lewatkan...

namun lagi-lagi, penulisan sidang pertama harus tertunda....
Februari awal menjadi titik balik semua, bertemu dengan guru seminar, menanyakan nasib proposal untuk sidang pertama... guru pun menjawab silakan... tapi hati ini masih terasa berat untuk maju ke tahap selanjutnya...
ke esokan harinya, gue datangi lagi si bapak.... berkonsultasi... metode harus diubah, sebagai jaminan kenyamanan batin akan sidang pertama... dan berhasil.

namun lagi-lagi, penulisan sidang pertama harus tertunda....
tiket box AKB48 sudah dibuka, konser mereka tanggal 20 Februari, hari Jumat, Kota Kasablanka...
bersama dengan teman-teman seperjuangan menonton mereka...
lagi-lagi februari ku terbuang... dengan sangat manis.

25 Februari menjadi titik balik penulisan untuk sidang pertama...
kepala ini penuh penat hampir meledak... seluruh teori harus ku telan dengan sekuat tenaga...

memasuki maret, si bapak gue temui di kampus, dengan segala persiapan, gue memberikan draft untuk sidang pertama...
bapak langsung membubuhkan tanda tangannya di cover draft...
senang, namun deg-degan... semua bersatu.
si bapak menyarankan gue untuk ikut sidang saja... semua ditentukan disana.
hari-hari berikutnya memasuki fase "kerja keras tidak akan mengkhianati"

fase dimana menunggu guru hanya untuk tanda tangan, fase dimana harus memberikan yang terbaik... fase dimana harus menahan hawa napsu yang bisa menggagalkan...

jadwal sidang pun keluar, gue langsung terperangkap stress... dengan kebingungan yang luar biasa.
"apa yang harus gue lakukan?"
"apa yang harus gue kerjakan?"
"God please help me"

pelatihan stress management yang sempat gue jalani di bulan februari ternyata membuahkan hasil...
"memintalah hanya kepada Allah..."
"dilarang meminta ke zat yang lain..."
"fokus terhadap tujuan... lalu bersiaplah akan kenyataan."

satu bulan persis setelah konser AKB48, atau 20 Maret 2015 *dalam perhitungan pergantian angka bulan*
sidang dimulai, ternyata pada kenyataan, penguji diganti...
sudah terbayang padahal sebelumnya para penguji yang dijadwalkan...
diriku mempersiapkan segala kemungkinan... tidak boleh gentar, tetap optimis.
masalah penelitian ku banyak yang menertawakan, namun gue hanya bisa membuktikan.

jadwal sidang mundur beberapa jam, namun para penguji semuanya siap.
gue siap.
beberapa teman datang untuk melihat.
Adzan jumat pun memanggil... jantung gue berdebar kencang menunggu giliran.
namun panggilan Allah lebih penting... jalankan dulu yang wajib.

selesai ibadah Jumat, ternyata temanku sudah masuk ruang sidang, gue pun menjadi orang terakhir...
menunggu... lalu masuk ke dalam ruang sidang...
gue menceritakan segala macam yang berhubungan dengan JKT48.
ya, gue masuk ke ranah komunitas mereka.
para penguji pun tersenyum, ternyata mereka suka dengan masalah ini...
kami pun sempat tertawa bersama bercerita tentang tingkah laku para fans...
lalu sedikit bergosip tentang artis masa kini, hingga gue heran "ini lagi sidang..."
akhirnya sidang pun selesai... ternyata gue tidak sampai 30 menit.

kamipun menunggu hasil...
satu jam kemudian hasil dibacakan...
air mata bahagia pun mengalir....
Allah mendengarkan doaku...

dan untuk mereka yang menertawakan,

see you on the top.

ku kabarkan keluarga di Jakarta, satu beban terlepas dengan sangat baik.
Alhamdulillah dengan perasaan yang dalam...
namun, berbagai perjuangan selanjutnya harus dilewati disana...
di depan sana....
pasang target untuk melaju hingga garis finish...
dan memulai kembali sebuah hidup yang baru...

sebuah hidup, fase kehidupan yang baru...
yang lebih menarik...
yang lebih berkesan...
yang lebih bernilai...
yang bisa menunjukan seseorang apa yang namanya...

Tanggungjawab....


08/04/2015

MYM