Monday, April 20, 2015

#Story: Hey Ayah...

Sore...

untuk mereka yang ingin merasakan kehangatan keluarga, mungkin bisa membaca ini...

suatu siang di suatu akhir pekan...
libur menenangkan diri setelah lima hari bekerja keras...
keluarga gue memang terbiasa dengan jalan akhir pekan, kemanapun tempatnya...

sebuah kabar diturunkan oleh ayah, langsung dari mulutnya beliau berkata bahwa keinginan untuk mengisi waktu luang dengan kuliah lagi sudah tidak terbendung...
di usia yang sebenarnya sudah tidak muda lagi, beliau masih bersemangat, dengan alasan yang cukup nyeleneh beliau memutuskan untuk kembali ke kampus...

iya, ayah gue kuliah lagi, setelah 15 tahun lebih tidak meneruskan kuliah, akhirnya ayah tertarik untuk belajar di strata 3...
banyak orang yang bertanya-tanya,
"kenapa harus kuliah lagi?"
"kenapa harus sekolah lagi? kan S2 sudah lebih dari cukup."
"buat apasih pendidikan tinggi-tinggi, mendingan usaha properti."
diberi pertanyaan-pertanyaan seperti itu ayah hanya tersenyum,

gue menanyakan apa alasan dibalik ayah ingin melanjutkan studinya,
ternyata alasan ayah sudah bulat, "ayah bukan orang kaya yang bisa mewariskan harta ke anak-anak, namun ilmu yang bermanfaat yang ayah ajarkan ke kamu, in sha Allah akan ayah bawa ke surga."

tak perlu gue jelaskan yang mana ayat atau hadis yang dikatakan oleh ayah, namun alasan tersebut membuat gue terpacu...
gue merasa darah dan adrenalin mengalir kencang...
disaat seperti ini, gue yang sedang diujung masa studi harus bisa mengalahkan semangat ayah...
seharusnya gue malu, kerja keras gue dikalahkan oleh orang tua...
seharusnya anak tidak seperti itu, seharusnya gue bisa mengalahkan orang tua...
membanggakan mereka, dan memberikan yang terbaik.

gue teringat jaman dulu ketika ayah dan mama memulai semua dari nol... kosong....
disaat itu pula gue harus merasa malu, pada diri sendiri...
gue yang merasakan bantuan orang tua disaat mereka sudah di atas...
gue harus bersiap untuk terjun ke bawah...

memulai perjuangan gue, secara personal...
ini...
sebuah surat untuk ayah...
untuk ayah yang bekerja keras...
sebagai role model keluarga...
sebagai pembimbing menuju masa depan...

i'm sorry if your son doesn't give you much trophies...
but you can still count on me...

that i am the best son that you have...

i will be the best in the world.

20/04/2015

MYM

No comments:

Post a Comment