Monday, August 17, 2015

#Story: Perbedaan Tidak Memandang Usia

Hai,

Tuhan, terima kasih untuk hari ini
terima kasih untuk hari yang cerah
terima kasih untuk harapan yang tak pernah padam
terima kasih untuk segala nikmat
terima kasih untuk segala rejeki

dalam renungku diperjalanan,
ku menyadari hari ini penuh warna
negara yang Engkau berkati ini,
sangat menyadari betapa pentingnya kebahagiaan

namun dibalik semua kebahagiaan itu,
selalu ada duka....
duka kehilangan, duka amarah, duka ketakutan
lalu timbul sebuah pertanyaan
"Engkaulah yang menciptakan segalanya, Engkaulah yang mereka percaya, mereka selalu menyebut nama-nama-Mu di setiap ibadah mereka, lalu mengapa mereka tidak menyukai perbedaan??? padahal Engkaulah yang menciptakan manusia dengan perbedaan itu sendiri..."

mereka selalu bicara atas nama diri-Mu,
tetapi mengapa mereka selalu tidak mengindahkan-Mu
mereka selalu bersumpah hidup dan mati untuk-Mu
tetapi kenapa mereka rela membunuh sodara mereka sendiri...
membunuh dengan nama-Mu
mereka... membunuh... karena.... perbedaan.

ku memohon di hari yang Engkau cerahkan ini,
lindungilah kami,
orang-orang yang berusaha untuk selalu berada dibawah lindungan-Mu
orang-orang yang selalu sabar disaat sulit
orang-orang yang selalu berusaha disaat sempit
agar kami menjadi,
orang-orang yang Engkau beri petunjuk.
orang-orang yang Engkau beri ilmu pengetahuan
orang-orang yang Engkau beri derajat yang tinggi
orang-orang yang Engkau sadari betapa indahnya perbedaan,
untuk-Mu, kami akan selalu meminta...
maafkan kami saat kami menentang-Mu,
saat kami hanya berada disisi-Mu dikala butuh dan meninggalkan-Mu disaat lapang.

maafkan kami, Tuhan.
cerahkanlah selalu negeri kami melalui perbedaan.
karena kami tau, hanya Engkaulah yang maha segalanya.


Jakarta, 17/08/2015
MYM

Monday, August 03, 2015

#Story: Menjelang Akhir

Hai.

ku tak pernah menyangka sebelumnya,
tidak sesuai dengan perkiraan dan rencana.
tapi mau bagaimana lagi ini harus ku jalankan
menjelang akhir, ku merasa gusar.

tak peka alam kepada tindakan,
hanya para penyabar yang berhasil
ku harus bertahan,
meski ku harus merasa tersingkir

sepinya horizon dibalik bukit,
hampir tak ada teman yang datang,
mungkin itu bisa menjadi sebuah kesempatan
dikala senja hinggap diperenungan

perjalanan di sebuah kota ku,
menjadi perjalanan yang terbaik,
yang pernah ditakdirkan
namun ku tak mau melawan kekuasaan-Nya

ku berharap esok datang,
berharap esok terang,
berharap esok menyapa,

dengan...

"selamat kamu lulus."


Jatinangor, Agustus 03, 2015
MYM