Monday, November 07, 2016

#MusaStory: Well, Sebuah Cerita Untuk Kembali (Bukan Fitnah)

Hello,

Gue balik lagi, setelah postingan terakhir buat seri Japan Tour.
lebih tepatnya setelah 2 bulan gue mimpi untuk balik ke Jepang lagi.

Kabar kalian bagaimana? sehat? waraskah?
karena beberapa teman gue harus jatuh "sakit" dalam kurun waktu 2 bulan setelah postingan gue sebelum ini.

well, gue mau menginformasikan kabar baik aja.
karena kabar baik itu lebih sehat daripada fitnah hehehe.
jadi sebenarnya setelah gue sampai di Jakarta kembali dari Jepang.
awal maret gue ditawari kerjaan di sebuah bank asing, sebutan mereka sih untuk projek. sekarang gue udah gak kerja disana lagi. karena kontrak habis.
lalu gue mencoba mengasah kemampuan menulis gue di sebuah media independen (dalam artian media yang berdiri sendiri).
sembari gue melakukan pekerjaan tersebut, gue pun mencoba untuk ikutan tes pascasarjana di beberapa Universitas.

awalnya gue mencoba untuk beasiswa ke Jepang, namun gue sadar persiapan gue mepet. dan gue tau kalo persiapan mepet itu pasti hasilnya gak bagus. meskipun beberapa orang ada yang bilang, "orang pinter itu kalah sama orang beruntung" but i don't believe in luck. jadinya gue harus melakukan banyak persiapan.
karena gue bukan dari keluarga yang kaya raya. gue pun mencoba untuk realistis, sejujurnya TOEFL gue masih butuh peningkatan untuk lolos syarat administrasi beasiswa ke luar negeri. deadline daftar untuk univ di luar dan syarat beasiswa hanya berjarak 3 bulan.
lalu gue pun mengeluarkan rencana selanjutnya, yaitu gue ikut tes pascasarjana di tiga universitas negeri aja. sebut saja nama mereka dengan UI, UGM, dan ITB.

gue baru sadar ternyata untuk tes masuk pascasarjana itu beda banget sama S1, dan ada satu syarat yang biasa mereka pakai untuk daftar masuk pascasarjana. syarat tersebut bernama "Nilai TPA BAPPENAS"
gue yang orang awam kagak ngerti apa itu "TPA BAPPENAS" setau gue, Ayah gue pernah tes buat masuk S3. dan akhirnya gue pun ikutan les nya, di sebuah mall yang mereka sebut, Poins Square.
selama 9 jam dalam sehari gue duduk dan ngedengerin materi. menurut gue, tempat lesnya seru, gurunya juga inspiratif.

lalu, gue pun mengikuti tes SIMAK UI untuk jurusan Magister Ilmu Komunikasi, dan Admission Tes untuk MBA (Master of Business Administration) SBM-ITB.

Hasilnya gue keterima di dua duanya. sebuah prestasi yang menarik menurut gue. karena pas gue ikutan seleksi masuk mahasiswa S1, itu dua universitas, kagak ada yang mau nerima gue.
pada akhirnya gue pun memilih untuk kuliah (lagi) di SBM-ITB, alias School of Business and Management ITB (Insititut Teknologi Bandung). jurusan "General Business Management".

sejujurnya, belajar di sekolah bisnis adalah salah satu impian bahkan target gue setelah lulus, karena gue masuk di bidang yang sebenernya gak jauh beda sama prodi gue pas S1. dan ternyata jurusan ini menarik, seperti yang gue impikan dulu dimana gue mau belajar banyak tentang bisnis, bahkan entrepreneur itu sendiri. namun, gue sadar ada tanggung jawab yang besar di balik masa kuliah gue setelah S1.
ada sesuatu yang harus gue sisihkan waktu gue memutuskan untuk kembali ke bangku kuliah. akan tetapi gue gak menyesal sama sekali.

gue mendengar banyak sekali pendapat-pendapat, terutama yang berasal dari orang terdekat gue, yang bilang kalo gue salah langkah, seharusnya gue kerja dulu. dan sayangnya, mereka yang bilang itu tidak mengetahui alasan gue melangkah untuk masa depan.

Mereka.hanya.bisa.menerka.

keterima dan kuliah di institut yang lokasinya gak jauh dari UNPAD. itu rasanya kayak seorang pemain sepakbola yang pindah dari satu klub ke klub rivalnya. kayak pindah dari Chelsea ke Man.United, atau dari AC Milan ke Inter Milan, atau dari Atletico ke Real Madrid.

tapi gue sangat senang dan bersyukur.
mumpung gue masih diberikan umur dan kesehatan.
gue akan terus belajar. apapun. dimanapun.
untuk kebaikan bersama dan untuk gue secara personal.

beberapa target sudah gue pasang.
tinggal Allah yang akan menentukan restu-Nya.
semoga dilapangkan dan dilancarkan.

segala puji bagi Allah.

Sunday, August 14, 2016

#MusaTravel: Japan Tour 2016, Finale

20/2 (Finale episode start)

Pagi hari di Tokyo, hari terakhir dalam rangkaian perjalanan gue di Jepang, gue sedih dan berharap gue bisa tinggal lebih lama lagi di Jepang. setelah sarapan, jam 10 pagi gue langsung ke tempat terakhir yang mau gue kunjungin, yup, dia adalah Harajuku.
kenapa gue ke Harajuku di hari terakhir? karena ini hari sabtu, dan banyak banget yang lagi nikmatin Weekend nya. bener perkiraan gue, banyak banget orang yang cosplay di Harajuku. sayangnya mereka gak mau di foto hehehehe. anyway, gue ke harajuku sekalian mau ke Nike nya, pas gue sampe sana ternyata lagi rame banget, ada antrian di depan tokonya, karena gue gak tau ada apaan makanya gue ikut antri, sementara kakak gue muter-muter buat nyari oleh-oleh. pas toko dibuka, baru gue nanya ke abang abangnya, ternyata yang ngantri tadi lagi mau beli sepatu Air Jordan yang baru, limited edition, cuman 100 pasang aja. dan harganya sekitar 25.000yen alias hampir 3 jutaan lah. wah, sejujurnya gue belom siap buat beli sama pake Air Jordan hehehehe, jelas kemahalan buat gue. akhirnya gue memilih Nike Air Max aja hehehe. setelah beli sepatu, gue langsung ketemuan sama kakak gue di JR Harajuku, karena kondisi hujan deres, suhu di tokyo jadi dingin parah, untungnya kakak gue gak lama datengnya, jadi kita balik ke hotel untuk check out, lalu packing ulang. ternyata jadi berat banget tas gue, tapi Alhamdulillah barang aman.
Ibu gue sebelumnya udah nyaranin untuk naik taksi aja sampe Tokyo Station, ternyata ide yang bagus, karena tas nya berat banget, sejujurnya agak susah ngedorong apalagi ngangkat tas yang berat. pada akhirnya, untuk pertama kalinya gue naik taksi di Tokyo, ternyata jalanan tokyo bagus juga hehehe. sampai di Tokyo Sta, gue pun langsung reservasi untuk naik Narita Express. dan dengan berat hati, gue pun meninggalkan Tokyo dan Jepang. karena apabila kita berangkat dari Narita dan pulang lewat Narita, perjalanan ke airport itu agak jauh dan gak bisa kemana-mana lagi.
gue sama kakak gue pun berjanji bakal balik lagi, kali ini sama adek gue, atau bahkan satu keluarga full bakal balik lagi, ke Jepang, di musim dingin. sekali lagi, dan pada saat itu gue mau ke Fukuoka, Hakata, Kyoto, Osaka untuk lebih lama dan ke Sapporo.

Thank you, Japan. I'll you soon, very soon.

20/2 (Finale episode end)

#MusaTravel: Japan Tour 2016, Piracy in Japan (Tokyo Episode Part IV)

19/2 (Tokyo Episode part IV start)

Pada saat itu adalah hari jum'at, dan gue menerima beberapa pesenan teman, barangnya sih gak dapet tapi sejujurnya gue banyak dapet pengalaman untuk hari ini. Begini, temen gue nitip lightstick dari merchandise boyband korea yang namanya iKON. nah gue gak tau mau beli dimana, akhirnya gue usahain buat nyari keliling tokyo. sebenernya itu boyband lagi ngadain Japan tour juga sama kayak gue cuman bedanya gue gak terkenal aja hehehehe.
gue malamnya sempet browsing, katanya di tokyo ada semacam daerah yang isinya jualan barang-barang K-Pop semua, dan ternyata daerah itu emang ada, namanya Shin-Okubo. deket banget dari Hotel gue di Ginza. yasudah pada akhirnya gue jadwalkan mengunjungi daerah tersebut.
sekitar jam 10 pagi gue mulai berjalan kembali, sushi sama onigiri tadi malam rasanya fresh dan gue tidur pulas banget, meskipun Orang tua gue sempet nelpon sebentar, ada jeda waktu antara Jakarta sama Tokyo meskipun cuman dua jam ternyata ngaruh juga ya. karena lagi musim dingin, siang hari nya di Jepang terasa lebih cepat dibanding musim-musim lainnya.
gue sama kakak gue berdoa, semoga kami melewati restoran atau penjual makanan halal untuk sarapan, karena sejujurnya gue sama kakak gue udah mulai bosan makan sushi sama onigiri terus dari hari kedatangan kami. ternyata Tuhan mendengarkan doa kami, dengan memperlihatkan kedai kebab di Shin Okubo, sembari gue nyari merchandise pesenan temen gue, kami pun stop dulu untuk sarapan. gue sempet beli dua kebab karena saking bosennya makan sushi sama onigiri dari minimarket.
kelar sarapan, kami pun melanjutkan perjalanan. sejujurnya gue takjub bisa ada daerah kayak Shin-Okubo gini. daerah ini banyak sekali kejutannya, kalo elo sempet ke daerah ini, yang elo bakalan liat sepanjang jalan adalah toko yang isinya barang-barang yang berhubungan dengan K-Pop, dari merchendise sampe sabun muka. elo juga bisa nemuin pria-pria bermuka korea yang bekerja sebagai penjaga toko.
gue udah berusaha mencari barang tersebut dari jalan deket JR station sampe ke ujung daerah Shin-Okubo, dan hasilnya nihil. tapi yang bikin gue berkesan dari daerah ini, ternyata ada dan banyak juga barang bajakan di Jepang, gue kira negara dengan paling banyak pembajakannya itu Indonesia, ternyata di Shin-Okubo ini contohnya, dijual berbagai CD/DVD copy-an dari internet atau DVD rip lainnya. pantes aja kalo penjaga toko nya rada galak sama turis yang ngalungin kamera, karena mereka takut toko atau barang yang dijualnya ke foto terus disebarluaskan.
barang fanmade yang mereka jual menurut gue masih kalah sama buatan fans fans girlband atau boyband di Indonesia, kayak contohnya, di Shin-Okubo mana ada yang jualan Sweater SNSD yang dipake di MV lagu "Girls Generation", itu loh sweater yang ada nama member plus angkanya. kebetulan gue beli sweater itu yang namanya Yoona karena Code name kita sama-sama angka 93 hehehe.
setelah gue selesai dengan Shin Okubo, gue langsung ke "main course" buat perjalanan hari ini, yaitu Pokemon Center Mega Store Tokyo. yup, letaknya Ikkebukuro, dan semua otaku disana kayaknya udah tau kalo Ikkebukuro itu juga termasuk pusat anime selain di Akihabara. gue pun langsung ke Ikkebukuro dari Shin Okubo. jaraknya gak terlalu jauh, gue sempet bingung nyari tokonya dimana, ternyata jalan dari Metro ke Pokecenter nya lumayan jauh hehehehe. tapi pas gue nyampe di depannya, gue langsung diem, gila gede banget ini toko, dan isinya pokemon semua pula.
saking gedenya gue sempet muterin toko ini dulu, terus gue makin bingung gue mau belanja apa hehehehe. yang gue incer dari sini sih sebenernya cuman hal hal yang berhubungan sama keluarga spesies Charmender aja, kayak boneka Charizard. kenapa boneka charizard? karena sejujurnya gue sakit hati ngeliat boneka charizard di singapore, kecil mahal banget sekitar 80an SGD. akhirnya gue kalap belanja disini.
setelah selesai belanja, gue tadinya mau langsung ke Tokyo Dome, karena jarak subwaynya gak terlalu jauh, tapi pada akhirnya gue memutuskan untuk balik ke Hotel buat istirahat sebentar dan naro barang belanjaan ini di kamar hehehe. anyway, gue dapet boneka Charizard harganya cuman 2400 yen, sekitar 20 SGD. berarti toko anime yang di singapore itu kapitalis bangsat hehehehehe.
setelah selesai istirahat gue melanjutkan perjalanan ke "main course" selanjutnya, yup, Tokyo Dome.
sampai di Tokyo Dome City, gue merinding, gila tempat ini lebih gede dari GBK kayaknya, pantesan Tokyo dome itu jadi tempat sakral buat artis Jepang, karena kalo mau tampil disini, mereka harus bisa mengisi dengan manusia sekitar 55 ribu jiwa. wew.
gue pun mampir ke Merch shop nya Yomiuri Giants, klub baseball kebanggaan tokyo. Baseball di jepang emang jadi salah satu olahraga favorit setelah sepakbola. sejujurnya gue udah ngidam jersey Yomiuri Giants sejak mereka masih disponsorin sama Adidas sekitar tahun 2012. akhirnya tahun 2016, kesampaian juga bisa beli jersey mereka hehehehehe.
setelah belanja di Merch shop. gue pun foto di depan Tokyo dome. kali aja suatu saat gue bisa manggung disini. menargetkan untuk manggung disini. someday.
setelah kelar di tokyo dome, gue pun langsung melahap main course utama dari perjalanan hari ini, yup, ke Akihabara, Home of AKB48.
Jarak ke Akihabara dari tokyo dome gak jauh, cuman 1830m aja. gue pun deg-degan saat mendatangi teater AKB48. karna gue datang di momen yang sangat tepat dimana mereka merayakan usia ke 10 tahun. gue menyempatkan mampir ke AKB48 Cafe & Shop, dan ternyata gue dikejutkan oleh TAKAMINAAAAAAAAA!!!! gila dia persis di sebelah gue. gue keringet dingin sumpah, ternyata takamina itu cantik parah, manis pula. pantesan dia jadi idola yang sesungguhnya. gue sempet menyapa dia lalu dia bilang "Hello" sama "thank you" terus disenyumin. gila gue salting langsung. sayangnya gak boleh 2shot ya. kalo boleh gue dengan bangga pamerin ke kalian hehehehe. oiya, anyway gue nonton Anta Dare SP, dan gue puas banget bisa ketemu Takamina sebelum dia grad. setelah dari AKB48 Cafe & Shop, gue keliling akihabara dulu, karena di akihabara lah kalian bisa menemukan cinta, serius loh, toko anime disini gede nya bukan main, gue sebagai otaku kelahiran Indonesia, pasti seneng banget bisa pulang kampung hehehehe. kalo kalian ke akihabara jangan lupa ke Don Quijote ya, selain ada teater AKB48, disana adalah pusat anime terbesar di dunia loh. oiya, selama di akihabara, gue sejujurnya penasaran sama yang namanya JK (Joshi Koshei) undercover, dan bisnis prostitusi gadis remaja di Jepang yang emang legal disana. gue pun mencoba untuk bertanya kepada beberapa pelayan kafe atau yatai, ternyata memang gadis remaja di jepang mayoritas menyebutkan dua pilihan untuk karir mereka, kalo enggak jadi artis atau idol, mereka terpaksa jadi bintang porno. hal ini dikarenakan faktor material masih menjadi masalah utama untuk mereka, dan asal mereka nurut dalam manajemen mereka bisa jadi terkenal dan banyak uang. kira-kira segitu aja penjelasan gue tentang JK ini hehehehe
lanjut ke perjalanan, gue langsung menuju Shibuya lagi untuk kedua kali nya. kali ini dalam rangka ke TOWER RECORDS dan ke HMV Shibuya, masih dalam perburuan CD/DVD L'Arc~en~Ciel sih hehehehe. Sesampainya di tower records, gue langsung di hadapkan oleh boyband korea, yang bernama VIXX sedang promo album mereka, dan penuh banget disana. karena tower records ini gede banget gedung nya, gue langsung memfokuskan kepada pencarian gue hehehe, setelah 30 menit muter-muter, gue akhirnya membeli DVD Laruku yang berjudul "Siesta ~ film of dream ~" DVD ini dirilis udah lama banget, sekitar tahun 1994, dimana laruku baru awal awal karir major label, anyway isi DVD ini tentang film pendek mereka loh. pokoknya keren deh. di tower records, gue juga membeli DVD "Sonic Highways" nya Foo Fighters.
setelah mampir ke tower records, gue pun ke HMV Shibuya, ternyata suasana di HMV lebih kalem, meskipun ada antrian panjang disana, wah pasti ada artis lagi nih. ternyata bener, dan gak nanggung-nanggung, ada idol group Perfume, lagi promo, gila rejeki banget gue hari ini, abis ketemu Takamina, terus ketemu Perfume pula hehehehe.
anyway, setelah 45 menit keliling disini, akhirnya gue menemukan salah satu target gue, yaitu DVD "Faith Live" sama "Roentgen Stories" nya HYDE. sebenernya gue udah punya dua dua nya, namun statusnya bajakan hehehehe, dan udah hilang entah kemana, makanya waktu di HMV gue ketemu mereka, gak pake mikir langsung gue beli hehehehe.
setelah capek seharian jalan, dan ketemu para idol, gue pun kembali ke hotel, dan packing, karena besoknya gue harus balik ke Jakarta, sedih sih tapi masih ada satu tempat lagi di Tokyo yang mau gue kunjungin sebelum ke Narita Airport sorenya.

19/2 (Tokyo Episode part IV end)

Monday, June 27, 2016

#MusaTravel: Japan Tour 2016, Turn Back Time to Yesterdays (Tokyo Episode Part III)

18/2 (Tokyo Episode part III start)

Setelah kejadian malam hari tersebut, gue pun melanjutkan perjalanan besoknya. well, gue mendapatkan rasa optimis ternyata walaupun Jepang dan Indonesia berbeda jauh, namun ketika kita sebagai manusia memiliki sikap yang baik terhadap orang lain. kita bisa mempunyai hubungan yang baik dengan orang-orang di seluruh dunia. gue pun menemukan hal baru, sesuatu yang sebelumnya gue gak percaya kalo hal tersebut bisa terjadi.
anyway, perjalanan gue hari selanjutnya di Tokyo sebenernya gak terlalu banyak, karena hari ini gue ketemu sama perwakilan dari Meiji University. gue cuman berdoa untuk diberikan hal-hal yang baik aja hehehehe. gue janjian siang hari sekitar jam 2an. tapi pagi nya gue sempetin dulu buat mampir ke Kawasaki City, yup, Home of Japan Greatest Mangaka, Fujiko F. Fujio. The Creator of Doraemon.
Sejujurnya gue sangat menyukai Doraemon, ya, loud and proud. mungkin kalian dari masa kecil sering banget nonton anime ini, gue pun juga begitu, dan gak pernah bosan. sampai pada saatnya gue mengunjungi Museum Fujiko F Fujio di Kawasaki.
untuk akses ke museum nya gak susah kok, kalian bisa pakai JR dari Shibuya menuju ke Kawasaki City terus turun di Noborito station. hati-hati ya soalnya terdapat beberapa jenis JR yang gak berhenti di Noborito Station. nah, di pintu keluar stasiun tersebut, sudah menunggu bus bergambar Doraemon dan teman-temannya untuk mengantarkan kalian ke Museum dengan membayar 210yen saja.
sesampainya di Museum dan di Kawasaki, entah kenapa gue merasa cocok sama lingkungannya, dan sebenernya gue ke Jepang pengen ngerasain lingkungan perumahan disana. ternyata Kawasaki bisa menjadi alternatif kalo harus pindah dari Jakarta nanti. lingkungan Kawasaki ramah dan sunyi, sejujurnya saking kalemnya, hembusan angin bisa kedengeran hehehe. FYI, kalo Kawasaki adalah latar dari tempat tinggal Doraemon dan tokoh yang digambar sama Fujiko F Fujio loh.
setelah sampai museum, gue langsung berkeliling. semua yang gue tonton dari gue lahir udah ada disini.
Gue merasakan feel atau perasaan yang sama ketika gue melihat karya seni dari Fujiko F Fujio, perasaan yang sama ketika gue berkunjuing ke Museum Affandi di Jogja. ternyata kedua maestro tersebut punya passion yang sama, energi yang disampaikan oleh para pekarya kepada penikmatnya pun sama-sama membuat optimis penikmat karya mereka.
setelah gue puas eksplorasi di museum ini, gue berbelanja untuk oleh-oleh hehehe. gue baru sadar kalo Dorayaki itu rasa kacang merah. dan sejujurnya gue agak kurang suka hehehe. sebelum gue balik ke Tokyo untuk ketemu di kampus. gue sama kakak gue menyempatkan diri untuk keliling kawasaki sebentar, ya gak jauh sih dari Museum nya. gue merasakan kalo apa yang digambar sama Fujiko emang beneran ada. kayak taman bermain anak-anak, pinggir sungai di Jepang, lalu tiga pipa semen besar yang biasa digunain sama Nobita cs buat duduk-duduk. setelah puas dengan Kawasaki city, gue pun melanjutkan perjalanan, kali ini untuk hal yang bisa dibilang serius, gue ke Nakano, daerah kampus Meiji University. deg-degan tapi seru pasti.
Anyway, untuk kalian yang mau mengunjungi Fujiko F Fujio museum, pastikan kalian udah ngebeli tiketnya ya sebelum ke Kawasaki, karena museum ini gak menjual tiket langsung. kalian bisa membeli tiketnya di minimarket Lawson group terdekat dengan penginapan kalian di Jepang.
sampai di Nakano, gue langsung ngerasa kalo ini kota mirip banget sama Jatinangor. yang pertama, kota ini kayak one stop entertaiment buat mahasiswa atau pelajar. disini apa aja ada. dari kebutuhan pokok sampai kebutuhan seksual mahasiswa pun tersedia hehehehe. yang kedua, Nakano merupakan daerah kampus, atau lingkungan pendidikan juga, sama kayak Jatinangor. kalo di nangor ada UNPAD, ITB, dan IPDN, kalo di nakano ada Meiji University, Tokyo Politechnics dan kampus lainnya. jadi bisa dipastikan kedua kota kecil tersebut emang jadi lingkungan para mahasiswa.
posisi kampus Meiji agak jauh dari JR sta. jadi gue harus naik BRT atau jalan kaki yg lumayan jauh. sesampainya di kampus tersebut, gue langsung mencari semacam information center disana, ya kira-kira kayak lagi manggil itu dosen keluar ruangan. ternyata si bapak udah stand by tapi masih ngasih bimbingan. ternyata disini ada skripsi juga hehehe.
sambil menunggu si Bapak, gue pun memanfaatkan momen ini dengan ngobrol sama mahasiswa setempat, dan gue berhasil ngobrol sama mahasiswi jepang yang bisa bahasa inggris hehehehe. namun sayangnya gue gak bisa berkenalan lebih jauh, karena emang udah giliran gue yang ketemu sama si dosen. obrolan gue sama si bapak gak jauh beda kayak lagi fans gathering, nge-gosip soal Idol group dan macem-macemnya. yang jelas si Bapak suka banget sama penelitian skripsi gue, dan memberikan keputusannya ke gue untuk melanjutkan syarat-syarat formal untuk masuk universitas ini.
satu hal yang gue rasa menjegal adalah kendala sertifikasi bahasa Jepang atau JLPT dengan standar tinggi buat gue yaitu N2. lah gue aja belom pernah tes JLPT sama sekali, bahkan bahasa jepang gue seadanya. gue pun harus menerima kenyataan, tapi gue janji suatu hari nanti gue akan balik lagi ke Jepang untuk tinggal dengan waktu yang lebih lama. setelah gue selesai dengan urusan kampus. gue memutuskan untuk kembali ke hotel untuk istirahat sebentar dan menaruh barang bawaan alias oleh-oleh yang gue beli tadi.
Siang menjelang sore setelah gue balik ke hotel, gue pun melanjutkan perjalanan gue ke Asakusa dan malam nya gue ke Tokyo Skytree. memang gue suka banget naik monumen tinggi pada sore menjelang malam. rasanya romantis walau hati teriris hehehehe.
gue ke Asakusa karena spot itu wajib dikunjungin buat turis yang baru pertama kali ke Jepang. jalur metro dan JR ke asakusa gak ribet kok. yang bikin gue seneng sama daerah asakusa adalah disini banyak makanan yang halal, akhirnya gue nyobain ramen, kare, sampe yang namanya kebab rice. gila enak-enak semua. setelah puas mengisi perut dan pemandangan kuil yang sangat menawan. gue belanja salah satu barang favorit gue, yaitu, Sumpit hehehe. sama sedikit oleh-oleh buat keluarga di jakarta.
menjelang senja gue pun meninggalkan Asakusa dengan foto kuil yang menawan itu dengan melanjutkan perjalanan ke Tokyo Skytree. FYI, akses ke tokyo skytree dari asakusa gak jauh loh, malah cenderung deket banget. setelah turun dari metro, kalian bisa melanjutkan ke Skytree city dengan monorail.
sesampainya di skytree, gue langsung takjub, menara setinggi 450 meter ini, emang pantas jadi ikon terbaru di Tokyo, bahkan di Jepang. gue baru sadar waktu gue kesana adalah waktu paling rame pengunjungnya. anyway, biaya naik ke Skytree ini terhitung mahal untuk kantong turis backpacker, karena sekali naik sekitar 3500 yen, kalo mau sampai ke titik yang paling tinggi, kalian harus nambah 1000yen. artinya 4500 yen atau sekitar hampir 500ribu rupiah untuk sekali naik di Tokyo Skytree. mendingan mana sama belanja baju? hehehehe. tetapi dengan biaya segitu, dan malam hari, emang gak ada yang bisa ngalahin. gila, serius, keren banget, dan nasihat gue seperti postingan sebelumnya, kalian jangan baper kalo berkunjung ke tower di tokyo, karena banyak banget yang bawa pasangan kesana hehehehe. bahkan ada yang ngelamar pacarnya di Skytree.
setelah puas dengan keindahan skytree, gue pun bergumam, "Indonesia bisa bikin yang kayak begini."
gue memutuskan untuk pulang ke hotel dan beristirahat sejenak. karena lapar, gue pun membeli onigiri dan sushi pack untuk makan malam. besoknya gue untuk pertama kalinya, akan mengunjungi Tokyo dome, Akihabara, dan..... Pokemon Center Mega Store.

(Tokyo Episode Part III end)

Friday, June 10, 2016

#MusaTravel: Japan Tour 2016, Tokyo Sad Romance Story (Tokyo Episode Part II)

17/2 (Tokyo Episode Part II Start)

tanggal gue traveling di tokyo secara keseluruhan dengan gue ke Niigata itu sama. kenapa? jadi begini, pada hari sebelumnya gue emang udah ngerencanain buat jalan-jalan di Niigata dari pagi, alias gue berangkat dari Tokyo sta. itu sekitar jam 9 pagi, dua jam perjalanan ke Niigata sampenya jam 11, muter-muterin kota kecilnya dulu sebentar lalu ke Teater NGT48 sekitar jam 1 cuman beberapa menit aja disana, terus balik lagi ke Tokyo dapet kereta jam 2 lebih dikit, sampe tokyo ternyata masih jam setengah 4 sore. jadinya gue sama kakak gue memutuskan untuk keliling Tokyo di malam hari.

well, setelah gue sama kakak gue sampe di Tokyo dari Niigata, gue langsung memutuskan untuk istirahat sejenak di hotel lalu keluar lagi abis Maghrib sekitar jam 6 sore, btw, sebagai muslim, waktu shalat di Jepang kalo lagi musim dingin itu cepet banget, seinget gue waktu baru sampe jepang, sekitar jam 4 sore, jam 5 itu udah gelap banget, jam setengah 6 lampu-lampu udah pada nyala. dan jam 7 udah berasa kayak jam 8 malem di Jakarta. setelah shalat maghrib, dan bersih-bersih. gue pun langsung ke luar lagi. kali ini gue mau ke sebuah tempat paling terkenal di Tokyo, karena ini malam kamis (hari rabu malam), gue pengen tau budaya orang Jepang kalo malam hari itu ngapain aja, terutama untuk mereka yang abis kerja, karena setau gue, para pekerja kantoran di jepang itu sibuknya luar biasa, bahkan kalo di Indonesia mungkin mereka itungannya sering lembur. dan destinasi gue di Tokyo pada kali ini adalah pusat kota, dimana orang-orang pada kesini cuman buat ikutan nyebrang jalan aja. yup, Shibuya.

waktu pertama kali gue nyampe di stasiun shibuya aja, gue udah deg2an setengah mati, ngebayangi katanya tempat ini keren banget menurut orang-orang yang udah pernah ke Jepang sebelumnya.
dan ternyata mereka bener. gue sempet speechless waktu ngeliat orang-orang berkumpul, cahaya-cahaya dari gedung-gedung yang warna-warni, dan zebra cross disini emang banyak banget. gue bergumam, "akhirnya apa yang gue tulis tahun 2013 di path, sekarang jadi kenyataan..." well, impian gue dari tahun 2013 yang gue tulis di path, adalah "Next stop, Shibuya Interchange" waktu gue mau pulang ke Jakarta dari Singapore.

yang bikin heboh dari Shibuya berikutnya adalah Patung Hachiko, sebenernya gak ada yang spesial dari patung ini, cuman sekedar patung anjing yang letaknya di tengah kota tokyo. kalo masalah legendanya itu urusan lain lah ya. satu hal lagi yang bikin gue kesel sama kelakuan turis Indonesia di jepang, adalah masalah berfoto, kalo misalnya mereka foto nya sebentar-sebentar ya gak masalah deh. waktu gue di deket patung Hachiko ini, ada satu rombongan turis Indonesia yang selfie sama patung ini. pertama dia selfie, terus foto sama si A, terus foto lagi sama si B, terus foto lagi bareng-bareng sama keluarganya, terus selfie lagi pas mau pulang, terus foto lagi full body. YA ENGGAK SELESAI-SELESAILAH!!! jadinya orang yang nunggu udah keburu males karena si Ibu ini lama banget fotonya. termasuk gue, yang pada akhirnya gue foto patungnya aja deh.

oke, mari kita sudahi pembahasan si ibu-ibu turis Indonesia tersebut. keindahan Shibuya pada malam hari untungnya bikin sakit hati langsung sembuh. gue sempet memotret sebentar shibuya waktu malam hari. lalu gue sama kakak gue cobain nyebrang ke TSUTAYA, alias toko CD atau entertaimen lainnya yang gede banget. saat gue toko tersebut, kakak gue mampir ke starbucks untuk beli tumblr edisi Japan. lalu gue melihat orang-orang yang melintas di Shibuya, well, tempat ini ternyata romantis juga. karena cuacanya dingin banget, gue memutuskan untuk masuk ke TSUTAYA, oiya, waktu gue di Jepang, idol group Momoiro Clover Z lagi heboh ngerilis double album, alias ngerilis dua album sekaligus di hari yang sama, yaitu "Amaranthus" sama "Hakkin no Yoake" dan waktu gue ke TSUTAYA disitu ada promosi albumnya momoclo di rak paling gede. gila juga ya, gue rasa momoclo emang makin terkenal semenjak mereka jadi berlima. setelah muter-muter lantai 1, gue gak menemukan apa yang gue cari, yaitu CD album Laruku yang judulnya "DUNE", kata orang-orang sana, album itu udah termasuk langka.

gue pun berkeliling, sejujurnya buat gue ini kayak di surga kecil. saat di Indonesia yang lagi krisis penjualan album fisik membuat toko-toko memilih untuk tutup. sekalinya pusat toko tersebut buka, lokasinya jauh banget. gue puas keliling TSUTAYA, meskipun ada dua toko musik gede lagi yg harus gue kunjungin, yaitu HMV sama TOWER RECORD.

ada sedikit keajaiban waktu gue udah pasrah gak dapet buruan gue di tsutaya. ternyata di lantai basement ada koleksi game sama CD/DVD dengan kondisi used atau secondhand, tapi barangnya masih kinyis-kinyis gan. gue pun langsung berburu disitu, CD sama DVD laruku berserakan, cuman beberapa yang gue liat ada yang kondisi lama karna gak laku. tapi pada akhirnya gue mendapatkan buruan lama gue, mau tau apa? dia adalah DVD LIVE DOCUMENTARY TOUR TETSUYA (L'Arc~en~Ciel) 2010. begitu gue ngeliat judulnya, gak pake mikir panjang langsung gue sikat, gila harganya murah banget daripada beli asli hehehe. namun hal yang bikin gue kaget selanjutnya, ternyata di Jepang ini kalo misalnya elo mau beli suatu barang, harga yang elo liat itu bukan harga yang harus elo bayar, karena masih ada pajak 9% yang menanti kalian di kasir hehehe. kecuali untuk kalian yang belanjanya sampe diatas 10.000yen atau 10 ribu yen, kalo misalnya di toko itu ada tulisan "tax free" maka kalian bisa ngeklaim bebas pajak tersebut di kasir. dengan kata lain, kalo misalnya elo mau dapet "tax free" elo harus belanja lebih dari 10ribu yen, yang artinya 1 juta rupiah lebih harus elo belanjain, baru deh bisa bebas pajak, sama aja boong yak hehehehe.

setelah asik dengan Shibuya dan toko tsutaya, gue pun melanjutkan perjalanan ke Tokyo Tower, disini yang gue hunting adalah merchendise nya buat oleh-oleh keluarga di Jakarta.
rute metro sama JR nya gak ribet, tapi sejujurnya untuk pejalan kaki seperti gue, harus siap-siap jalan agak jauh, dengan rute yang sedikit nanjak kalo mau ke Tokyo Tower. well, disini gue sama kakak gue gak memutuskan untuk naik ke decknya, karena gue nabung buat naik di Tokyo Skytree nya aja yang jauh lebih tinggi daripada Tokyo Tower. sesampainya disana, gue langsung menuju merchendise shop resmi dan beberapa counter merchendise ala jepang. Ibu gue nitip tas yang ada tulisan "Tokyo" sama "Japan" nya dan tas ini lumayan gede tapi masalahnya kalo gak dibeliin, gue disuruh bayar balik uang tiket pesawat sama JR pass hehehehehe.

gue tau, Tokyo Tower ini emang salah satu spot romantis di Tokyo, jadi untuk para jomblo, gue saranin elo sedikit menebalkan mental biar gak "baper" yak, soalnya banyak banget pasangan dan "calon" pasangan yang dateng kesini untuk kencan.

setelah gue capek karena keasikan jalan dan sedikit "baper", gue pun memutuskan untuk pulang ke Hotel, sebelum esok hari ini nya gue sama kakak gue mau ke kawasaki, dan yak, betul, gue mau mengunjungi Museum Fujiko F Fujio alias sang author dari manga legendaris sepanjang masa, Doraemon.

Btw, Sebelum gue menutup tulisan ini, gue mau sedikit cerita ketika gue balik ke hotel. Dari Tokyo Tower gue naik Metro atau subway langsung ke stasiun deket hotel, gue udah mulai terbiasa dengan Jepang. setelah gue sampai di staisun tersebut, kakak gue langsung duluan ke Hotel, katanya sakit perut, mungkin dia kebanyakan minum kopi, anyway, waktu gue lagi jalan di stasiun tersebut sendirian, dan sepi banget, sekitar jam 9 malem, gue beruntung itu stasiun belom di tutup. namun ternyata ada yang tidak beruntung malam itu, karena stasiun sepi, suara dari pintu keluar pun bisa kedengeran, dan waktu gue sampai di loket mau ngisi suica, gue ngeliat ada pasangan yang lagi ribut di stasiun, karena petugasnya lagi gak ada, lantas gue gak sengaja nguping isi pertengkaran mereka, yang bisa gue simpulkan adalah ternyata si cowok yang sebenernya gak ganteng, mutusin pacarnya yang cewek manis ini, demi cewek lain, yang setelah gue telaah lagi, cewek lainnya itu adalah "nakayoshi" si cowok alias "sahabat deket" nya si cowok. waduh. jadi ikutan baper gue hahahaha. lalu si cowok dengan kata-kata kasar menurut orang jepang, berhasil meninggalkan dan mutusin pacarnya. gue ngeliat kejadian itu gak tega juga, si cewek masih duduk di lantai dan bersandar di deket mesin tiket sambil nangis, gue sadar gue orang asing buat dia, tapi dengan bahasa jepang yang seadanya gue mencoba untuk menghibur dia, setidaknya jangan sampe dia bunuh diri. well, gue korbanin sapu tangan gue untuk si cewek, lalu dia menerimanya, gue beruntung gak diteriakin sama itu cewek, setelah dia tenang, lalu dia ngucapin terima kasih, dan ketika kami akan berpisah, gue sempet bilang, "hidup ini terlalu indah, jangan kamu mengotori pikiran mu dengan hal yang membuatmu tidak tenang.". she give her smile, and than go away. dengan ucapan "bye bye" gue dan cewek tersebut pisah arah. semoga pertemuan gue dengan dia bukan sekedar kebetulan aja.
semoga kami bisa dipertemukan kembali di lain kesempatan. jika Allah mengizinkan.

(Tokyo Episode part II end)

Wednesday, June 08, 2016

#MusaTravel: Japan Tour 2016 (Niigata Episode)

17/2 (Niigata Episode start)

Sejujurnya sebelum berangkat menuju Niigata atau kota-kota lainnya, gue selalu mencari info-info terlebih dahalu tentang apa yang sedang terjadi di kota tersebut, terutama info-info mengenai cuaca dan keadaan kota sebelum gue datengin.
alasan terbesar kenapa gue harus ke Niigata adalah gue mau ngeliat Teater NGT48, yup, mereka adalah sister grup paling baru dari AKB48, yang memulai show harian di teater mereka pada 10 Januari, jadi kalo misalnya gue ngunjungi teater pada tanggal 17 februari ya termasuk masih barulah hehehe.
well, persiapan ke Niigata sedikit berbeda, mungkin lebih ke persiapan makanan. karena setelah gue cek beberapa info, di Niigata pada tanggal 17 februari masih ada hujan salju, dan ya, sebagai orang Indonesia, yang terbiasa dengan "hangat"nya udara Jakarta-Bekasi berasa beda aja gitu, apalagi ngeliat salju, agak norak sih.
Btw, suhu di Niigata saat itu paling tinggi 3 derajat celcius, paling rendah -2 derajat. bayangin aja, orang Jakarta yang biasa di jalanan suhu 33 derajat, paling banter turun suhu di ruangan AC jadi 16 derajat itu juga udah kedinginan hehehe.
gue dan kakak gue pun siap mental, sejujurnya untuk mencegah kejadian di Nagoya dimana tangan gue beku, salep alias balsem dari jakarta bakal gue bawa.
lalu kami berangkat ke Niigata. kota ini sedang menarik perhatian para wisatawan dan para wota akhir-akhir ini.
menurut informasi yang gue baca, kita bakal naik Shinkansen ke Niigata dengan kecepatan maksimal, yup, ternyata kereta ke Niigata ini cukup ngebut juga, sekitar 425 km/h. Shinkansen kebanggaan warga Niigata diberi nama "Toki" dan "Max Toki" nama itu asal nya dari nama burung legendaris Jepang yang dikonservasikan di wilayah Niigata.
ada kejadian lucu saat gue ke Niigata, well, mungkin hanya sedikit saja orang Indonesia terutama sebagai turis yang mau ke Niigata. dan trayek Shinkansen Joetsu ini sering dinaiki orang Indonesia bukan untuk mengunjuni Niigata, tapi mengunjungi Yazawa, atau Gala-Yazawa alias tempat main ski waktu musim dingin. oke, balik kejadian aneh, gue rada heran sama turis dari Indonesia, mereka biasa banget buat bising di stasiun, jadi begini, waktu gue mau ke Niigata, gue selalu reserve tempat duduk biar peewee diperjalanan dan karna gue pake JR Pass yang Green jadinya gue rada sayang juga hehehe. well, lanjut lagi, waktu gue lagi ngantri masuk kereta, tiba-tiba ada bapak-bapak yang teriak "HEI" ke keluarganya, dan mereka mungkin nandain gue sebagai orang Indonesia yang mereka kira menuju tempat yang sama, setelah kereta dateng, dan emang harus berangkat, rombongan tersebut, masuk ke gerbong yang sama dengan gue, karena Green class ada di lantai 2, gue langsung ke atas, dan rombongan tersebut ngikutin gue, lalu si bapak yang teriak tadi nanya ke gue,

B (si Bapak): "Mas mau main ski juga ya? Keretanya benerkan yang ini?"
G (Gue):  "enggak pak, saya mau ke Niigata, ini kereta ke Niigata, bapak mau main ski di Yazawa ya? keretanya bener kok"
B: "iya mas, oiya, ini gerbong ordinary bukan mas?"
G: "bukan pak, ini gerbong green, kursinya harus di reservasi dulu"
B: "kalo yang gak pake reservasi dimana ya?"
G:"gerbongnya paling ujung kereta ini pak"

lalu gue melihat sekitar 15 orang termasuk nenek-nenek panik dan mereka lari sampe gerbong ujung nomor 1-3. btw, gue di gerbong nomor 12 hehehehe.
well, mungkin hal ini gak jadi masalah, tapi penting untuk diketahui buat yang mau beli JR Pass dan keliling jepang pake kereta. meskipun katanya kalian bisa langsung masuk aja ke kereta, tapi setidaknya kalian bisa kok reservasi tempat duduk dulu kalo memang waktunya sempat kalo waktunya gak sempat ya mungkin kalian harus lebih memperhatikan gerbong mana aja yang non-reserved, lagipula reservasi tempat duduknya gak susah kok malah cepet banget. 

untuk diperjalanan gue udah beli 6 onigiri berbagai rasa. lalu sang Max Toki pun mulai beraksi, perjalanan selama 1 jam 40 menit pun dimulai. gue excited karena gue ke Niigata, dimana mayoritas turis Indonesia gak tau itu tempat apa hehehe.
gue makan beberapa onigiri lalu, gue sempat tertidur, tiba-tiba gue terbangun di suatu daerah, dan yup kereta menuju Niigata ini selalu menembus gunung, jadi sinyalnya rada susah.
waktu gue menebak-nebak di daerah mana, tiba-tiba cahaya putih menyilaukan hadir.

ternyata gue melihat daerah yang masih tertutup salju, indah nya bukan main.
gue sempet tertegun pertama kali ngeliat salju, ya maklum di Jakarta mana ada barang beginian, yang ada juga es serut di abang-abang.
lalu gak lama kemudian, kereta berhenti di Yazawa, gue penasaran apa iya rombongan tadi turun disini, dan ternyata bener, gue ngeliat rombongan tersebut, kayaknya buru-buru udah ngebet mau main ski.
setelah itu, Niigata station.
hal yang pertama gue tandain dari Niigata adalah disini papan petunjuk dengan bahasa Inggris masih jarang banget, tapi gue bersyukur kemampuan bahasa jepang gue bisa diandelin disini hehehe.
lalu gue agak bingung gimana caranya sampe ke Bandai city, sementara di dalem kota Niigata sendiri gak ada yang namanya subway atau sejenisnya.
dan yak, gue pun ditolong oleh tourism information kota Niigata. lumayan lah daripada nyasar di Niigata.
awalnya gue sama kakak gue sok-sokan mau jalan kaki, lalu tiba-tiba hujan salju turun di tengah jalan, gue antara seneng, kedinginan, sama bingung juga. pertama kali nya jaket gue kena salju sejak dibawa dari Jakarta. lalu kakak gue bukannya ngantri di halte, malah sibuk ngerekam salju yang jatoh.
sesampainya di bandai city tepatnya di Lovela dengan menggunakan bus, gue langsung menuju Teater NGT48, dan membeli beberapa merchendise. gue pengen banget ke Sado Island, tapi karena waktu tidak memungkinkan jadi gue memutuskan untuk balik ke Tokyo.
waktu gue reservasi keretanya, ternyata gue dapet kereta Toki, bedanya kereta ini gak ada gerbong lantai 2-nya.
karena sampai di Tokyo masih siang, jadinya gue memutuskan untuk istirahat sejenak dan berkeliling di Tokyo sampai malam hari.
Komentar gue tentang Niigata dengan NGT48 adalah ternyata ada hubungan yang manis antara keduanya, dimana faktor pariwisata jadi terangkat, dan Aki-P selaku produser besarnya gak cuman menyumbang untuk perkembangan idol group di Niigata, tapi kemajuan untuk pariwisata daerah tersebut secara keseluruhan. well, ketika kalian mensupport NGT48 kalian juga mensupport Niigata secara keseluruhan. yuk, kita travel ke Niigata, buat kalian yang biasa ke Jepang dan turis yang baru pertama kali ke Jepang.

(Niigata episode end)

P.S.: untuk kalian yang mau baca pengalaman gue di Niigata lebih jauh, udah gue tulis di The Daily Japan loh. untuk selengkapnya bisa kalian akses link ini ya ---> http://the-dailyjapan.com/author/muhammad-yusuf-musa/
Terima kasih :)

Saturday, April 23, 2016

#MusaTravel: Japan Tour 2016 (Nagoya Episode)

16/2 (Nagoya Episode start)

Keberangkatan gue ke Nagoya memang terbilang spesial, karena malam hari sebelum keberangakatan, gue janjian sama temen kosan gue yang lagi pertukaran pelajar di Nagoya. namanya Ikuk, dia juga salah satu narasumber buat skripsi gue. intinya gue janjian sama ikuk, jam 11 di Nagoya Station tempat shinkansen berhenti.
gue mulai terbiasa sama angkutan umum di Jepang, dimana hari sebelumnya gue masih nyasar karena letak peronnya yang membuat gue bingung, tapi sewaktu gue ke Nagoya, hari ke-3 di Jepang, gue udah mulai biasa.
tujuan gue ke Nagoya adalah Sunshine Sakae, Nagoya Castle, SKE48 Theater, sama JR Museum.
seperti hari sebelumnya, dari hotel gue jam delapan pagi udah berangkat menuju tokyo station, dimana hari itu dinginnya bukan main, suhu tokyo pada hari itu kayaknya gak lebih dari 9 derajat, heater pun jadi andalan disaat suhu sedang ekstrim seperti itu, well, setidaknya untuk orang Indonesia yang biasa suhu di atas 18 derajat, suhu di bawah 10 derajat emang bikin gemeteran hehehehe.
sampai Tokyo station ternyata gue mendapatkan jadwal keberangkatan yang jam setengah 10 pagi, ke nagoya. gue pun mengabari teman gue yang nantinya secara tidak langsung akan menjadi guide di nagoya, tapi seperti biasa dia belum bangun, "wah curiga gue ini anak time management nya kayak di Jatinangor..."
lalu berangkatlah kami menuju Nagoya, gue juga excited sama perjalanan ini, karena ternyata selama perjalanan gue ngeliat pemandangan yang gak pernah gue liat sebelumnya, dan ya gunung Fuji jadi pemandangan utama perjalanan ke Nagoya.
sesampainya di Nagoya, gue menunggu teman gue itu di JR Station, karena suhu Nagoya ternyata lebih dingin dari Tokyo, akhirnya gue memutuskan untuk ngopi dulu di kafe dekat JR station. sejujurnya gue sangat suka Jepang karena akses transportasinya nomor satu di dunia, pelayanannya juga sangat memuaskan.
setelah suhu sudah mulai (sedikit) naik, gue mulai melanjuti perjalanan ke  Sakae. well, Sakae ini persis kayak Namba, dimana menjadi pusat kota dari Osaka. nah, Sakae ini adalah pusat kota dari Nagoya. mengunjungi AKB48 Group Theaters adalah hal wajib dalam tour ini, makanya gue langsung mengagendakan kunjungan teater ke semua kota yang gue kunjungi.
perjalanan dari JR station ke Sunshine Sakae sangat cepat, letaknya juga tidak jauh dari JR station. sesampainya di Sakae Station, gue langsung menuju Sunshine Sakae, yang di dalamnya terdapat Teater SKE48. tapi gue belum mau masuk ke teater dulu, karena gue mau keliling Nagoya. untungnya temen gue datang cepat, jadi sedikit tour gue lakukan di Nagoya, bersama teman gue, gue mengunjungi Nagoya castle. ternyata bentuknya lebih keren dari yang selama ini hanya gue bayangkan.
lalu karena kami kelaparan, gue bilang ke Ikuk kalo gue mau makan makanan yang Jepang banget, tapi karena kemampuan baca hiragana-katakana-kanji gue terbatas, itulah fungsi Ikuk disini hehehe, dan pada akhirnya kita berhasil makan Omurice alias Omellete rice, di sebuah kedai bernama "Watashi no Tamago" dan enak parah, kapan-kapan kalo balik ke Nagoya, gue mau makan Omurice disana lagi.
setelah mengisi perut, gue langsung ke Sunshine Sakae, lagi, melihat bentuk asli teater SKE48. ternyata persis seperti Teater 48Group pada umumnya, namun karena kedatangan gue masih termasuk siang sekitar jam 2, jadi gue gak bisa masuk ke dalam. tapi yang asik, ada SKE48 Shop nya yang terletak disebelah teater.
setelah puas melihat-lihat, akhirnya gue balik ke Nagoya station dengan tujuan ke JR Museum, dimana sejarah Jepang dalam membangun Railway mereka. gue juga pengen ngeliat SCMAGLEV kereta paling cepet di Jepang, yang kecepatannya sampai 600 km/h, yang unik dari kejadian mencari jalan ke JR museum adalah kereta yang digunakan untuk langsung menuju ke sana menunggu penumpang yang mau naik, karena kereta tersebut berhenti, gue pun melihat informasi mengenai museum tersebut, ternyata gue baru sadar kalo hari itu adalah hari selasa dan SEMUA MUSEUM DI JEPANG, TUTUP PADA HARI SELASA. untungnya kereta tersebut belum jalan, jadi kami semua langsung keluar kereta dan tertawa karena gue gak ngecek info hehehehe.
akhirnya kami membatalkan kunjungan ke JR Museum dan memutuskan balik ke Tokyo setelah puas sekali jalan-jalan di Nagoya. Sesampainnya di Tokyo, gue langsung istirahat untuk berangkat menuju kota utama dalam tour ini.... Niigata.

(Nagoya Episode end)

Wednesday, February 24, 2016

#MusaTravel: Japan Tour 2016 (Osaka Episode)

15/2 (Osaka Episode Start)

jadwal yang gue buat untuk ke osaka adalah naik shinkansen keberangkatan jam 10 dari tokyo, karena durasi ke Osaka sama kayak naik bus dari Jakarta ke Jatinangor alias tiga jam tapi jarak dari Tokyo - Osaka adalah 550km seperti dari Jakarta ke Semarang. dan gue akan pulang-pergi dalam waktu satu hari saja.
pagi hari di Tokyo gue mulai dengan nyasar naik JR, karena rel sama trayeknya yang banyak, gue gak sadar kalo gue udah salah naik kereta, akhirnya gue turun dan mencari kereta yang benar menuju Tokyo station. gambaran pertama saat gue naik JR adalah "ini kereta nya kok mirip KRL di Indonesia ya." lantas gue baru sadar kalo kereta "bekas" yang dipakai untuk KRL asalnya dari disini. gue sebagai orang Indonesia langsung merasa miris.

sampai di Tokyo station gue langsung mencari tempat untuk mereservasi tiket shinkansen jalur Tokaido (jalur khusus shinkansen dari Tokyo ke Osaka), ternyata reservasinya juga gak ribet cuman bilang saja kereta selanjutnya menuju Osaka/Kyoto/Nagoya atau daerah Tokaido Shinkansen lainnya. untuk JR Pass hanya bisa menggunakan Shinkansen Hikari dan Kodama, tidak bisa digunakan untuk Nozomi, yang membuat beda antara shinkansen sebenarnya bukan di kecepatan kereta, tetapi persinggahan di stasiun yang membuat durasi tempuh shinkansen menjadi lebih lama. ya sebenarnya menyesuaikan dengan tujuan saja.
gue mendapatkan tempat duduk bagus di kelas green. sebelah jendela persis, dan karena hari senin, shinkansen lebih di dominasi oleh para pekerja yang dinas ke luar tokyo. ternyata gambaran shinkansen yang biasa gue lihat di layar kaca dengan aslinya memang sangat menarik, pantas saja apabila orang-orang di jepang sekalipun ada yang menyukai kereta khususnya shinkansen.

perjalanan tiga jam tanpa henti memang berasa seperti naik bus, akan tetapi pemandangan di luar kereta sangat bagus, dan gue pun berbicara dalam hati kalau "inilah yang gue biasanya cuman bisa lihat di TV". lalu shinkansen yang gue naiki melewati gunung fuji, it's so awesome.
sesampainya di Osaka, gue mencoba melihat railway kereta menuju Namba, yup pusat kota dari Osaka.

akhirnya gue sampai di kota sejuta entertainer jepang, rumah dari band favorit gue, L'Arc~en~Ciel.
gue berharap bisa ketemu mereka saat itu.

ternyata Osaka itu mirip seperti Bandung, dimana orang-orang jepang dari luar osaka banyak sekali yang berlibur disana. Osaka metro sebagai subway yang menyambung stasiun shinkansen dengan wilayah Namba, gue yang mencoba menggunakan Suica (kartu IC) ternyata tidak bisa digunakan. akhirnya gue pun membeli one day pass untuk mengunjungi wilayah Namba yang hanya beberapa stasiun dari Shin-Osaka.

sesampainya di Namba, yang pertama kali gue cari adalah NMB48 Theater, yup, gue sangat menunggu hari dimana gue bisa melihat Sutou Ririka secara langsung. memang pada saat itu hari masih sangat siang, sementara pertunjukan baru dimulai pukul 6 sore. lantas gue pun berkeliling namba, menuju spot paling terkenal di Osaka, namanya Dotonbori.

Dotonbori, adalah pusat kota dari Namba, dimana ada simbol dari kota Osaka yaitu Glico man, dan memang disana banyak sekali turis, spot ini wajib dikunjungi setiap ke Osaka. di wilayah namba, gue sangat menantikan untuk menikmati takoyaki, langsung di Osaka. bentuk takoyaki di jepang memang lebih besar daripada yang biasa gue makan di Indonesia.

setelah menyantap takoyaki, gue kembali ke NMB48 Theater untuk melihat show team N, gue sedikit merinding, akhirnya gue bisa langsung melihat mereka. akan tetapi setelah show mau berakhir, salah satu member team N, Nishimura Aika mengumumkan kelulusannya dari NMB48, gue serasa tertusuk-tusuk, kenapa pada saat gue pertama kali nonton mereka, malah ada yang graduate. di dalam kereta menuju tokyo, gue pun masih terbayang-bayang pengumuman tersebut, walaupun gue berhasil eye contact dengan riripon, show berakhir dengan pengumuman kelulusan tidaklah baik.

akan tetapi gue benar-benar bersyukur, akhirnya salah satu impian gue tercapai. yaitu ke Osaka, ke namba.
sesampainya di hotel, gue pun langsung beristirahat, dan janjian dengan teman kosan Red House gue, di Nagoya, kali ini gue akan mengunjungi beberapa tempat di Nagoya.

ya, salah satunya, Sunshine Sakae, House of SKE48.

(Osaka Episode end)

Monday, February 22, 2016

#MusaTravel: Japan Tour 2016 (Tokyo Episode)

14/2 (Tokyo Episode start)

Keberangkatan gue diawali dengan persiapan fisik gue selama di Indonesia, salah satunya dengan pijat badan beberapa jam sebelum berangkat untuk mencegah pegal yang berlebih disana.
mendekati waktu keberangkatan gue gak bisa tidur dengan pulas, mungkin karena terlalu excited, pukul tiga pagi taksi datang mengantarkan gue ke bandara untuk berangkat, dengan baju berlapis tiga gue bersiap untuk memasuki pesawat Japan Airlines, yang kebetulan gue mendapatkan promo tiket yang lebih murah.
gue melihat durasi penerbangan ke Jepang secara langsung atau direct selama tujuh jam, dan perkiraan waktu sampai di Jepang pukul empat sore JST (Japan Standard Time).
tujuh jam di pesawat dari pukul enam pagi, dan ternyata hiburan yang berada di dalam pesawat tersebut tidak begitu memuaskan. tapi gue yang mudah tertidur menjadikan hal tersebut sebagai yang biasa.
10 menit sebelum landing gue terbangun, ternyata pesawat sudah berada di wilayah Jepang, gue makin excited, dan akhirnya gue pun mendarat, di negara yang sebelumnya hanya bisa gue mimpikan, yup, it's Japan.

Ternyata penerbangan tujuh jam sampai Jepang gak begitu membuat jet lag, karena gue sudah sangat excited dari Jakarta, waktu turun pesawat hal pertama yang gue persiapkan adalah pertanyaan waktu di bagian imigrasi bandara Narita, kakak gue antriannya lancar, tapi waktu gilirian gue, petugasnya menanyakan beberapa pertanyaan, dimulai dari mau ngapain aja di Jepang, sampai pergi sama siapa di Jepang, terus mau kemana aja selama di jepang, hingga stiker "temporary visitor" menempel di paspor.

mengurus bagasi di Jepang juga tidak ribet, santai saja, setelah semua urusan di bandara selesai, gue menuju lantai tiga dulu untuk mengambil paket SIM prepaid card.
info yang sudah menjadi umum, bahwa di Jepang jarang banget yang jualan sim card prabayar, karena biasanya warga di Jepang menggunakan sim card pascabayar atau dengan kontrak ke pihak provider.

kelar dengan urusan komunikasi, gue pun menuju lantai B1 untuk menukarkan voucher Japan Rail Pass di JR East Office, dimana Japan Rail Pass ini sangat berguna untuk turis yang memang ingin traveling secara maksimal di Jepang, naik shinkansen dari ujung ke ujung Jepang. gue dan kakak gue membeli JR Pass Green Class selama di Jepang. JR Pass juga termasuk tiket kereta cepat dari Bandara Narita menuju Tokyo Station.

menukarkan voucher JR Pass juga gak ribet, antri sebentar, nulis formulir, terus langsung jadi JR Pass nya, info lagi, JR Pass jangan sampai hilang ya, karena gak bisa diganti sama sekali.
lalu gue langsung mereservasi tempat duduk untuk Narita Express, yup kereta cepat yang menghubungkan bandara Narita dengan Tokyo Station selama 1,5 jam perjalanan, kalo naik bus agak lama sekitar 2 jam, karena bandara Narita posisinya jauh dari Tokyo, dan naik taksi akan sangat mahal karena jarak tempuhnya. sebelum naik narita express, gue pun menyempatkan diri untuk membeli Suica, yup IC card favorit di tokyo ini bisa menjadi penyelamat untuk kalian yang gak bisa membedakan uang koin yen di jepang. bisa digunakan buat belanja juga.

Narita Express one of my favorite Japan train, cos the shape of the train is really cool.
gue masih dalam kondisi ngantuk saat perjalanan dari Narita ke Tokyo, aplikasi yang masih menyala di Handphone gue adalah "Tokyo Railway Map" yang menjadi salah satu penolong gue pertama kali menuju hotel. sesampainya di Tokyo station gue langsung spechless, gila ini stasiun gede banget. buru-buru gue mengeluarkan navigasi untuk menuju kereta selanjutnya sambil ngegeret koper besar ke dalam kereta. ternyata di Tokyo ada dua jenis kereta sebagai transportasi umum dalam kota, yaitu JR dan Metro alias subway. dimana mereka saling menghubungkan satu dengan yang lainnya.
warga Jepang mungkin sudah terbiasa melihat orang-orang yang berlalu-lalang dengan menggeret koper-koper besar, maklum di Tokyo station juga ada untuk shinkansen atau kereta cepat fungsinya untuk keluar kota, lebih murah dari pesawat.

hotel gue berada di daerah Ginza-itchome sekitar Yurakucho Line Tokyo Metro. persis di atas stasiun metro daerah Ginza. karena gue udah kecapean, dan udara Tokyo yang sangat dingin untuk ukuran orang Indonesia, akhirnya gue sampai di hotel, karena pelayanannya cepat dan sangat baik, gue pun menginap tujuh hari enam malam disana.

penerbangan Jakarta-Tokyo membuat lapar, dan gue sadar kalo di Jepang banyak banget pantangannya, kebetulan hotel gue dekat dengan mini market, disana sudah lengkap, semuanya ada. dan yup, Onigiri, Sushi, dan paket Fish Fillet McD for Dinner. setelah itu gue menghubungi orang tua gue via facetime. karena waktu yang berbeda dua jam, di Indonesia masih sore, gue seneng melihat bapak gue yang hari itu sangat bersemangat.
menonton TV sebentar dan ternyata benar apa perkiraan gue, AKB48 Group menguasai iklan di TV. semua iklan yang pernah diinfokan lewat fanbase dan lainnya gue liat dengan mata gue di TV lokal, siaran-siaran lokal memang sudah familiar dengan keseharian gue sebelum berangkat ke Jepang.
gue sengaja menutup hari lebih cepat dari biasanya karena besoknya, pagi gue harus ke...

Osaka. kota sejuta entertainer.
Home of L'Arc~en~Ciel, the greatest japanese band ever.

(Tokyo Episode end)

#MusaTravel: Japan Tour 2016 (Prologue)

Hi, good morning.

wish you have a nice day and god bless you in every time,
well, i just come back from my best tour that i've ever do before.

November 2015, semua berawal setelah gue selesai kuliah, yup, lulus dengan sangat memuaskan, lalu gue sempet memutuskan untuk sedikit beristirahat, menenangkan pikiran, tapi ya begitu, gue harus melakukan sesuatu.
sebenarnya pada bulan Agustus gue sudah mempersiapkan beberapa rencana untuk masa depan, salah satunya adalah kuliah di luar negeri, tapi gue masih hopeless dan belum menemukan potensi yang bisa gue kerjakan untuk kuliah di luar negeri.
lalu gue kembali untuk mengerjakan skripsi dan gue ingat akan pembicaraan gue dengan dua dosen pembimbing gue, kalo misalnya penelitian gue ini selesai, bisa diterbitkan ke jurnal nasional, bahkan mereka akan membantu untuk menerbitkan ini ke jurnal internasional.
gue mulai iseng mencoba mengubah penelitian gue secara outline ke bahasa inggris, lalu gue mencoba melihat potensi di universitas yang mau menerima penelitian gue, paling tidak secara pengakuan mereka bahwa penelitian gue ini layak untuk dilanjutkan ke jenjang berikutnya.
akhirnya terpilihlah Meiji University di Tokyo, Japan. ya gue memilih universitas ini karena satu paham sama gue, dan jurusan yang mereka tawarkan persis dengan penelitian yang gue buat, tapi pada saat itu syaratnya hanya satu hal.... gue harus lulus sarjana dulu. dan gue harus lulus tes N2 (JLPT).
karena gue nekat, akhirnya gue mencoba untuk menghubungi salah satu profesor di Meiji, dan mencoba untuk meyakinkan kalo gue layak untuk kuliah disana. well, the story goes on, tiga bulan gak ada jawaban, penelitian gue dalam bentuk skripsi pun selesai, dan mendapatkan kabar kalo salah satu dari profesor itu ingin "ngobrol" bersama untuk penelitian ini. akan tetapi gue harus mengikuti salah satu program summer course mereka pada bulan juli - agustus 2016, ya bisa gue pertimbangkan sih. tapi pada saat itu kebutuhan gue lagi besar, dan akhirnya gue harus memilih.

setelah hari kelulusan, gue pun punya impian untuk mengunjungi Jepang, mungkin bisa lah suatu hari nanti, sambil melihat kondisi keuangan, gue berusaha untuk mendapatkan surat rekomendasi yang disarankan dosen pembimbing gue. kata beliau, apapun yang terjadi, gue harus ke Jepang, ketemu sang profesor lalu yakinkan dia kalo gue layak disana.

akhirnya gue pun berbicara langsung dengan orang tua gue, dan mereka mengijinkan dan memberikan sponsor dalam perjalanan gue menuju Jepang. it was an awesome day.

Desember 2015, gue mulai merencanakan perjalanan, karena pertama kali ke Jepang, orang tua gue menyarankan untuk mengikuti paket tour yang ada saja, tapi setelah gue survei kemana-mana, gak ada paket tour di Jepang yang memuaskan hati gue, semuanya sama, dan menurut gue membosankan. gue juga punya impian untuk mengunjungi semua kota yang menjadi representasi dari AKB48 Group, mengunjungi teater mereka dari satu kota ke kota lainnya. melihat kondisi dan keadaan fans di Jepang. sesuailah sama penelitian yang gue buat selama ini.
akhirnya, gue memberanikan diri untuk mengatur perjalanan gue di Jepang sendiri. selama tujuh hari, tanpa biro travel satu pun. ternyata hal tersebut jadi lebih menyenangkan dan lebih efisien, terutama dalam hal biaya. dan bisa lebih bebas untuk mengunjungi tempat-tempat yang gue inginkan.

Januari 2016, Visa keberangkatan sudah selesai, sekarang tinggal mencari kebutuhan selama di Jepang, gue membeli Japan Rail Pass, lalu mempersiapkan pakaian, karena bulan Februari, cuaca jepang masih sangat dingin. dan gue gak lupa mempersiapkan draft penelitian gue.

Februari 2016, mendekati hari keberangkatan, gue mulai disibukan dengan persiapan kebutuhan, walaupun untuk tujuh hari, tapi lumayan banyak yang harus disiapkan, menjelang keberangkatan, gue menyewa wifi untuk komunikasi selama di Jepang. dan tanggal 14 Februari 2016, akhirnya gue bersama kakak gue berangkat ke Jepang, ya, kami mengatur semua sendiri. ternyata ada gunanya juga menonton acara-acara variety Jepang selama di Indonesia.

Oiya, Gue tidak menampilkan gambar di tulisan-tulisan berikutnya ya, kalo mau lihat foto-fotonya, bisa cek di instagram gue di "myusufmusa"

(Prologue end)

Tuesday, February 02, 2016

#Story: Terima Kasih.....

Hai,

Kan ku torehkan sedikit emosi dalam tulisan ini,
rasa terima kasih yang ingin ku ucapkan, yang sangat besar, yang tidak dapat mencukupi halaman persembahan pada skripsi penelitian ku.

semoga teman-teman banyak yang membaca tulisan ini dan mengabarkan berita baiknya.

2011, momentum paling besar dalam hidup gue,
jadi ajang pembuktian gue, untuk menjadi lebih baik lagi,
entah kenapa awalnya memang gue sangat takut apa yang akan terjadi, di masa depan.
lalu, sesaat setelah pengumuman SMUP dan memastikan langkah ku pindah ke Jatinangor,
semuanya berubah.
Di saat perasaan sedang berdebar, harus meninggalkan rumah dan kota, gue pun mendengar sebuah lagu, judulnya "Pedih" dari Last Child yang pada saat itu mengiringi perjalanan gue untuk pertama kali gue nyetir mobil.

lirik yang dinyanyikan sang vokalis, "anggaplah semua ini satu langkah dewasakan diri..." tiba-tiba jadi pemacu diri ini untuk berani menghadapi tantangan untuk masa depan.

dan akhirnya aku pun berkata kepada Ayah, Mama bahwa aku siap untuk pindah, dan menjalani pendewasaan.

di Jatinangor.

tempat dimana semuanya di mulai.

hari pertama orientasi, bulan Ramadhan, dinginnya 1/3 malam di Jatinangor untuk pertama kali nya menusuk tulang.
pak choiri, juragan kosan gue memberikan satu piring nasi uduk untuk pengantar puasa hari itu.
entah kenapa, pelajaran awal pun terasa, nasi uduk yang biasa saja tampangnya menjadi sangat nikmat.....

ternyata itu nikmat dari rasa bersyukur. lalu air mata pun tak sengaja mengalir. ternyata selama itu gue adalah seorang pria yang manja. dan Tuhan tidak salah menempatkan gue disini. Jatinangor.

Tahun demi tahun berganti, semester demi semester pun dijalani,

2012, tahun jatuh cinta, dimana gue berusaha menemukan jati diri, dan pasangan yang cocok, gue sempat menutup diri selama satu tahun, hanya menjalani kuliah-pulang ke kosan lalu kuliah dan pulang ke jakarta,
ternyata hal itu membosankan, gue akhirnya mencoba memperluas "jaringan" dengan mencoba menemui orang-orang yang baru dalam hidup gue. dan mereka sangat menyenangkan.

2013, tahun keemasan, selain emas, tahun ini pula sebagai tahun kemunduran, disaat rejeki datang dan menghantam, gue pun kalap dengan kekhilafan, namun gue ambil hal tersebut sebagai pelajaran.
untuk pertama kalinya gue membuka jaringan yang lebih luas dengan memasuki suatu perkumpulan, ya, mereka sangat menyenangkan, dan membuat lupa akan diri sendiri. namun entah kenapa, tidak bisa diakhiri, hingga tahun berakhir.

2014, tahun perjuangan, awal tahun dimulai dengan pengabdian diri kepada masyarakat di lingkungan yang tidak pernah gue jamah sekalipun. untuk pertama kali gue mencoba membuka hal yang lebih baru, mencoba hal yang lebih baru. dan ternyata menyenangkan juga. mengurus dan mencoba hal-hal yang memang sebenarnya membuktikan bahwa diri gue mampu untuk lebih baik lagi.

2015, tahun kesabaran, awal tahun pun gue dikagetkan dengan teman yang sudah satu langkah lebih maju dibandingkan dengan gue, yang memang masih kebingungan, namun dia menyadarkan bahwa gue harus berani mengambil langkah untuk tidak menunda kemajuan gue di masa depan, dengan keberanian dan menyebut nama Tuhan, gue pun berhasil melewati tahun ini dengan hasil yang sangat memuaskan.

hingga saat ini, tidak ada rasa penyesalan, gue bertahan di kosan gue, Red House, karena gue tahu, kehidupan gue memang berasal dari sana.

setelah wisuda, gue akan menatap hari yang baru, sebagai pribadi yang baru, entah kenapa rasa sedih, sangat sedih, untuk pindah. meskipun gue pindah (lagi) ke rumah di Jakarta, tetapi perasaan ini berbeda dibandingkan awal saat gue memutuskan untuk pindah ke Jatinangor. sebenarnya hati ini tergerak untuk melanjutkan studi di UNPAD, namun gue harus mencoba hal yang lebih baru, yang memang sebelumnya gue belum pernah coba. untuk masa depan yang lebih baik.

dengan ini gue pengen menuliskan rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang secara langsung berada bersama gue dan bertahan bersama gue, di Jatinangor. teruntuk,

Allah SWT, untuk segala pelajaran, rejeki, dan nikmat yang diberikan kepada ku.
Ayah, Mama, untuk segala doa, dan dukungan yang tidak pernah berhenti.
Kakak, dan Adek gue, untuk segala celoteh akhir pekan yang membahagiakan,

Pak Chendi, dosen yang awalnya gue gak kenal sama sekali, gak pernah ketemu juga, tapi ternyata kami dipertemukan di akhir. untuk motivasinya, untuk semangatnya, untuk nasihatnya, dan kebebasan yang bapak kasih ke mahasiswa untuk terus berinovasi. Pak chendi, elo adalah dosen paling keren yang pernah gue kenal.

Ibu Trie, semula gue kaget, saat gue dipertemukan sama ibu, yang notabene nya "ketua" prodi, dan gue setiap mau bimbingan pasti pasrah dan deg-degan. namun pada akhirnya, ibu mengerti masalah yang saya angkat ke penelitian, dimulai dari sidang pertama sampai sidang akhir. mungkin kalo bukan karena pembelaan ibu di sidang usmas, masalah saya pasti berubah total, dan mengulang dari awal. terima kasih bu, untuk kesabarannya dalam membimbing saya.

Dwitra, dia adalah orang pertama yang gue kenal waktu daftar ulang di Bale Santika, UNPAD. alumni SMA 21, jakut. ternyata rumahnya gak jauh dari rumah nenek gue di rawamangun. well, kami cukup gila dalam menghadapi kehidupan di Jatinangor, dari awal masuk, orientasi, sampai kami wisuda, kami pun bersama. maap kalo agak galau hehehehe, tapi sejujurnya kalo bukan karena cabut waktu orientasi, kita gak bisa ngeliat si kukuh shalat hehehe. thanks banget we, udah kenalan sama gue, elo masuk daftar orang spesial di sini hehehehe.

Adit, sebenernya dia satu geng sama gue dan dwitra (dewe), karena si adit pas awal masuk kebetulan dia satu kosan sama gue, dan di hari pertama ngekos, dia langsung ke kamar gue buat kenalan dan nonton bola bareng anak-anak red house lainnya, kebetulan malam itu lagi ada community shield. tetapi gue berterima kasih sama adit, buat saran di setiap diskusi kecil tentang hati, alias curhatan gue selama dia di red house.

abang Dena, dan Daru, kedua nya gue gabung karena sejujurnya mereka memang satu geng sama gue hehehehe, well, kami berlima emang punya otak dan mulut yang agak geser dikit. kami bicara sembarangan, tapi kami tau apa itu pertemanan, walaupun keliatan saling mencela, tapi sejujurnya kami akan bersama terus.

Gilang, dia adalah dai-senpai gue di dalam dunia fandom, dia yang pertama kali ngenalin gue dengan dunia idol atau yang lainnya, dia juga yang ngebuat gue eksplorasi lebih dalem tentang musik dan idol tentunya hehehe, sampai akhir gue mau sidang skripsi, kami pun sering berdiskusi, kami punya projek, yang memang gak tau masa depannya gimana, tapi dengan senang hati akan kami jalani. kak lank juga gue anggep sebagai partner, ketika gue bingung, dia dengan senang hati menawarkan solusi, sebagai temen waktu gue ngedatengin Handshake Event JKT48, semoga kita bisa ke handshake event bareng lagi, meskipun itu untuk terakhir kalinya.
gue berterima kasih sama gilang, terutama waktu awal-awal ngekos, gue suka minta tolong buat anterin gue ke cileunyi pas abis subuh buat balik ke jakarta yang memang setelah gue sadari itu adalah hal yang bikin kesel, tapi kak lank udah mau nganterin gue.... bahkan lebih dari sekali.

Vani. sebenernya gue, gilang, dan vani, temen satu fandom, satu kosan, satu penderitaan sih sebenernya, kami pun satu projek. gue gak mau bilang projek terbengkalai karena projek ini pun bisa jalan kapan aja. saat kak lank mengenalkan fandom idol, vani orang pertama yang mengikuti, lalu ada temen gue namanya fadil, dan akhirnya gue pun ikut-ikutan. gue berterima kasih sama vani, dia udah mau ngedengerin cerita dan curhat gue sampe pagi. dan jadi temen diskusi gue waktu nulis lagu, dan kompos segala jenis musik.

Anthea, viddie, itu nama satu orang. sebenernya gue kenal antea ini baru deket sekitar tahun 2014 karena tugas kami di desa yang sama, padahal kami satu kosan, tapi si antea baru deket sama gue waktu KKN aja. gue berterima kasih sama antea, yang udah mau repot ngebenerin laptop gue yang lama, yang mau diajak diskusi serius tentang hal-hal yang sebenarnya tabu untuk orang lain, namun bagi kami hal ini bisa dianggap ilmiah, juga antea yang mau ngedengerin curhatan gue, dan solusinya dalam pemikirannya yang bebas.

anak-anak red house angkatan 2011 dan 2012, kenapa gue ketik seperti itu? karena mungkin red house satu-satunya kosan yang masih banyak penghuni angkatan "tua"nya, dan kami pun senang-senang aja ketika mendapatkan teman baru disini. mereka adalah alasan kenapa gue menolak pindah kosan sampai lulus. juga untuk bang Herson, dan keluarga dari pak Choiri yang dengan sekuat tenaga merawat kosan dengan sangat baik.

Berry Choresyo, well, he's a good guy drummer, dan juga untuk adit dive yang udah ngenalin gue ke berry, mungkin gue banyak nunda-nunda projek, sering juga moody pas jamming, tapi elo salah satu orang yang tau beat apa yang gue mau. semoga projek-projek kita ke depan bisa lancar, maaf kalo gue gak bisa serius pas masa-masa ngerjain skripsi, banyak lagu yang udah gue tulis, mungkin bisa di eksekusi ketika waktunya tepat.

Faris, Odi, Rifky alias oom, kalian bertiga udah bikin pengalaman yang keren, meskipun sibuk, semoga kita bisa main lagi, beberapa kali di masa depan hehehe.

Andin, Nadhira, Finfin, dan.... Dara, well keempat cewek strong ini emang penting pada masa kuliah gue di nangor, ya mereka temen gue seneng-seneng, di saat gue sama temen-temen cowok lainnya main Billiard, mereka beli tiket buat nonton bioskop, and i never forget that memories. terima kasih buat tiga cewek pertama yang mau repot-repot dateng pas gue sidang usmas, ngebawain donat, sampe ngasih gue balon hehehehe, dan Finfin Faldi, waktu gue sidang skripsi, mereka yang ngasih gue balon, awalnya gue sempet berpikir kalo emang gue gak punya temen pas sidang skripsi, tapi ternyata mereka dateng sore-sore, dan gue berbagi kebahagiaan sama mereka di hari itu hehehehe. buat Dara, cewek yang paling rajin di jurusan Humas 2011, dia anak 2011 yang pertama kali sidang usmas, dan dia banyak ngebantu gue buat diskusi tentang penelitian gue, btw salam buat adek lo yak, bilang gue pernah jadi admin toko alat musik itu hehehehe.

Adinda Ratna Safira, buset nama lo paling panjang gue sebut hehehehe, well, cewek yang satu ini adalah temen yang paling rajin ngedengerin curhatan gue, serius parah. dan dia yang ngedorong gue buat PDKT sama seorang cewek, dia juga yang ngenalin gue sama anak lokal alias cewek warga setempat hahahahaha. well, gue berterima kasih elo udah ngedengerin curhatan gue yang mostly isinya ketidakmampuan gue dalam pdkt wkwkwkwkwk.

Larissa Nabila, gue baru kenal cewek ini pas pertama kali masuk di kelas baru dalam penjurusan gue ke prodi Humas. anak nya asik buat diajak ngobrol sama diskusi, dia cewek yang rajin banget di sekretariat, meskipun gampang banget sakit (terutama pusing), dia tipikal cewek yang pantang tidur sebelum kerjaan selesai, dan jabatan di Hima, terus di panti PRO well memang sudah membuktikan cewek ini hehehehe, well, gue ngerasain gimana rasanya ngerjain skripsi sama ini cewek, dari data yang kurang sampe dospem yang (kurang) pengertian hehehehe, tapi pada akhirnya, kami pun wisuda bareng, dan memang itu yang harus dia dapetin. semoga kita sama-sama sukses ya hehehehe.

Natasha chacha, cewek enerjik ini selain eksis dimana-mana, well selain dia juga pinter, dia itu temen diskusi yang asik sampe temen nongkrong gak jelas di jatos hehehehe, gue rada jiper waktu ini cewek minta saran ke gue, secara dia lebih pinter hehehe. tapi dia bener-bener cewek pendengar dan penyampai pesan yang baik, some corporate must recruit her for a job. good luck chacha.

Alf Gibran, biasa dipanggil jawa, sejujurnya gue baru kenal jawa pas penjurusan humas, sampe setelah gue lulus, gue akuin gue banyak dan sering diskusi sama dia, awal mulanya kami diskusi iseng pas ngerjain PRO, lalu masuk ke penelitian, gue sama dia lebih sering diskusi, gue sangat kagum sama ni orang, karena pengalamannya banyak banget, dan semoga kita bisa saling mengajak ke jalan menuju kesuksesan ya jaw hehehe.

Fresilia Vebriani, pertama kali gue ngobrol sama ini cewek, emang ajaib banget sih, secara waktu itu kelas pengantar mankom, terus gue tau dia anak film gitu, dan dia duduk di sebelah gue, lalu kami ngobrol, dan langsung nyambung, ketawa-ketawa gak jelas sampe si kukuh yang diusir hehehehe. cewek fotografer ini karyanya keren-keren, passion nya gak ada yang ngelawan deh, sejujurnya waktu dia nawarin salah satu karya doodle nya buat jadi cover album gue yang pertama, gak langsung gue jadiin, karena gue malu kalo misalnya cover album gue keren, tapi lagu-lagunya gak bagus hehehehe. btw, semoga elo baca sil, gue bakal rekaman lagi, dan saat itu gue bakal ngeyakinin elo, kalo album ini pantes pake karya doodle elo sebagai cover.

mahasiswa prodi Humas dari angkatan 2011, maaf banget gak bisa gue sebutin satu-satu, kalian banyak banget ngebantu gue, saling berbagi rasa, saling bersimpati-empati, saling pengertian satu sama lain, semoga silaturahim kita tetap terjalin.

AKB48 Group, termasuk JKT48 di dalamnya, gue berterima kasih telah mengenal kalian, yang awalnya cuman ngedengerin lagu aja sampe jadi hard fans yang mengantarkan gue ke banyak banget pengalaman yang sebenernya belom pernah gue duga dan jalanin, terima kasih akimoto yasushi untuk karya-karyanya yang bikin gue sadar kalo keberanian bisa memulai suatu langkah maju ke depan.

Unpadelapan, nama yang agak nyaru, sebenernya ini fanbase idol group yang ada angkanya itu, tapi mereka lebih suka mengenalkan diri sebagai "komunitas" walaupun begitu, mereka yang jadi dasar alias landasan besar penelitian skripsi gue, yang udah mau gue stalking selama enam bulan hehehehe, dan karena mereka orangnya berani semua, makanya gue ikutan berani buat nge-angkat penelitian gue menuju meja bundar. sampai akhirnya selesai, ya memang mereka orang-orang yang unik pada dirinya masing-masing. thanks for the fandom.

pada akhirnya gue enggak tau gimana jadinya kalo bukan sama mereka. apakah saat ini gue adalah orang yang berbeda, terkadang gue suka berpikir, gimana ya kalo gue bukan di UNPAD kuliahnya, atau gimana kalo gue bukan di Red House ngekosnya.

mungkin cerita-cerita, dan kenangan yang gue pikirkan akan berbeda, dan yang pasti kenangan tersebut lebih mudah dilupakan jika dibandingkan dengan kenangan ini.

terima kasih teman-teman, terima kasih bapak-ibu dosen, terima kasih Jatinangor....


terima kasih, kenangan.


segala puji bagi Allah.