Wednesday, February 24, 2016

#MusaTravel: Japan Tour 2016 (Osaka Episode)

15/2 (Osaka Episode Start)

jadwal yang gue buat untuk ke osaka adalah naik shinkansen keberangkatan jam 10 dari tokyo, karena durasi ke Osaka sama kayak naik bus dari Jakarta ke Jatinangor alias tiga jam tapi jarak dari Tokyo - Osaka adalah 550km seperti dari Jakarta ke Semarang. dan gue akan pulang-pergi dalam waktu satu hari saja.
pagi hari di Tokyo gue mulai dengan nyasar naik JR, karena rel sama trayeknya yang banyak, gue gak sadar kalo gue udah salah naik kereta, akhirnya gue turun dan mencari kereta yang benar menuju Tokyo station. gambaran pertama saat gue naik JR adalah "ini kereta nya kok mirip KRL di Indonesia ya." lantas gue baru sadar kalo kereta "bekas" yang dipakai untuk KRL asalnya dari disini. gue sebagai orang Indonesia langsung merasa miris.

sampai di Tokyo station gue langsung mencari tempat untuk mereservasi tiket shinkansen jalur Tokaido (jalur khusus shinkansen dari Tokyo ke Osaka), ternyata reservasinya juga gak ribet cuman bilang saja kereta selanjutnya menuju Osaka/Kyoto/Nagoya atau daerah Tokaido Shinkansen lainnya. untuk JR Pass hanya bisa menggunakan Shinkansen Hikari dan Kodama, tidak bisa digunakan untuk Nozomi, yang membuat beda antara shinkansen sebenarnya bukan di kecepatan kereta, tetapi persinggahan di stasiun yang membuat durasi tempuh shinkansen menjadi lebih lama. ya sebenarnya menyesuaikan dengan tujuan saja.
gue mendapatkan tempat duduk bagus di kelas green. sebelah jendela persis, dan karena hari senin, shinkansen lebih di dominasi oleh para pekerja yang dinas ke luar tokyo. ternyata gambaran shinkansen yang biasa gue lihat di layar kaca dengan aslinya memang sangat menarik, pantas saja apabila orang-orang di jepang sekalipun ada yang menyukai kereta khususnya shinkansen.

perjalanan tiga jam tanpa henti memang berasa seperti naik bus, akan tetapi pemandangan di luar kereta sangat bagus, dan gue pun berbicara dalam hati kalau "inilah yang gue biasanya cuman bisa lihat di TV". lalu shinkansen yang gue naiki melewati gunung fuji, it's so awesome.
sesampainya di Osaka, gue mencoba melihat railway kereta menuju Namba, yup pusat kota dari Osaka.

akhirnya gue sampai di kota sejuta entertainer jepang, rumah dari band favorit gue, L'Arc~en~Ciel.
gue berharap bisa ketemu mereka saat itu.

ternyata Osaka itu mirip seperti Bandung, dimana orang-orang jepang dari luar osaka banyak sekali yang berlibur disana. Osaka metro sebagai subway yang menyambung stasiun shinkansen dengan wilayah Namba, gue yang mencoba menggunakan Suica (kartu IC) ternyata tidak bisa digunakan. akhirnya gue pun membeli one day pass untuk mengunjungi wilayah Namba yang hanya beberapa stasiun dari Shin-Osaka.

sesampainya di Namba, yang pertama kali gue cari adalah NMB48 Theater, yup, gue sangat menunggu hari dimana gue bisa melihat Sutou Ririka secara langsung. memang pada saat itu hari masih sangat siang, sementara pertunjukan baru dimulai pukul 6 sore. lantas gue pun berkeliling namba, menuju spot paling terkenal di Osaka, namanya Dotonbori.

Dotonbori, adalah pusat kota dari Namba, dimana ada simbol dari kota Osaka yaitu Glico man, dan memang disana banyak sekali turis, spot ini wajib dikunjungi setiap ke Osaka. di wilayah namba, gue sangat menantikan untuk menikmati takoyaki, langsung di Osaka. bentuk takoyaki di jepang memang lebih besar daripada yang biasa gue makan di Indonesia.

setelah menyantap takoyaki, gue kembali ke NMB48 Theater untuk melihat show team N, gue sedikit merinding, akhirnya gue bisa langsung melihat mereka. akan tetapi setelah show mau berakhir, salah satu member team N, Nishimura Aika mengumumkan kelulusannya dari NMB48, gue serasa tertusuk-tusuk, kenapa pada saat gue pertama kali nonton mereka, malah ada yang graduate. di dalam kereta menuju tokyo, gue pun masih terbayang-bayang pengumuman tersebut, walaupun gue berhasil eye contact dengan riripon, show berakhir dengan pengumuman kelulusan tidaklah baik.

akan tetapi gue benar-benar bersyukur, akhirnya salah satu impian gue tercapai. yaitu ke Osaka, ke namba.
sesampainya di hotel, gue pun langsung beristirahat, dan janjian dengan teman kosan Red House gue, di Nagoya, kali ini gue akan mengunjungi beberapa tempat di Nagoya.

ya, salah satunya, Sunshine Sakae, House of SKE48.

(Osaka Episode end)

Monday, February 22, 2016

#MusaTravel: Japan Tour 2016 (Tokyo Episode)

14/2 (Tokyo Episode start)

Keberangkatan gue diawali dengan persiapan fisik gue selama di Indonesia, salah satunya dengan pijat badan beberapa jam sebelum berangkat untuk mencegah pegal yang berlebih disana.
mendekati waktu keberangkatan gue gak bisa tidur dengan pulas, mungkin karena terlalu excited, pukul tiga pagi taksi datang mengantarkan gue ke bandara untuk berangkat, dengan baju berlapis tiga gue bersiap untuk memasuki pesawat Japan Airlines, yang kebetulan gue mendapatkan promo tiket yang lebih murah.
gue melihat durasi penerbangan ke Jepang secara langsung atau direct selama tujuh jam, dan perkiraan waktu sampai di Jepang pukul empat sore JST (Japan Standard Time).
tujuh jam di pesawat dari pukul enam pagi, dan ternyata hiburan yang berada di dalam pesawat tersebut tidak begitu memuaskan. tapi gue yang mudah tertidur menjadikan hal tersebut sebagai yang biasa.
10 menit sebelum landing gue terbangun, ternyata pesawat sudah berada di wilayah Jepang, gue makin excited, dan akhirnya gue pun mendarat, di negara yang sebelumnya hanya bisa gue mimpikan, yup, it's Japan.

Ternyata penerbangan tujuh jam sampai Jepang gak begitu membuat jet lag, karena gue sudah sangat excited dari Jakarta, waktu turun pesawat hal pertama yang gue persiapkan adalah pertanyaan waktu di bagian imigrasi bandara Narita, kakak gue antriannya lancar, tapi waktu gilirian gue, petugasnya menanyakan beberapa pertanyaan, dimulai dari mau ngapain aja di Jepang, sampai pergi sama siapa di Jepang, terus mau kemana aja selama di jepang, hingga stiker "temporary visitor" menempel di paspor.

mengurus bagasi di Jepang juga tidak ribet, santai saja, setelah semua urusan di bandara selesai, gue menuju lantai tiga dulu untuk mengambil paket SIM prepaid card.
info yang sudah menjadi umum, bahwa di Jepang jarang banget yang jualan sim card prabayar, karena biasanya warga di Jepang menggunakan sim card pascabayar atau dengan kontrak ke pihak provider.

kelar dengan urusan komunikasi, gue pun menuju lantai B1 untuk menukarkan voucher Japan Rail Pass di JR East Office, dimana Japan Rail Pass ini sangat berguna untuk turis yang memang ingin traveling secara maksimal di Jepang, naik shinkansen dari ujung ke ujung Jepang. gue dan kakak gue membeli JR Pass Green Class selama di Jepang. JR Pass juga termasuk tiket kereta cepat dari Bandara Narita menuju Tokyo Station.

menukarkan voucher JR Pass juga gak ribet, antri sebentar, nulis formulir, terus langsung jadi JR Pass nya, info lagi, JR Pass jangan sampai hilang ya, karena gak bisa diganti sama sekali.
lalu gue langsung mereservasi tempat duduk untuk Narita Express, yup kereta cepat yang menghubungkan bandara Narita dengan Tokyo Station selama 1,5 jam perjalanan, kalo naik bus agak lama sekitar 2 jam, karena bandara Narita posisinya jauh dari Tokyo, dan naik taksi akan sangat mahal karena jarak tempuhnya. sebelum naik narita express, gue pun menyempatkan diri untuk membeli Suica, yup IC card favorit di tokyo ini bisa menjadi penyelamat untuk kalian yang gak bisa membedakan uang koin yen di jepang. bisa digunakan buat belanja juga.

Narita Express one of my favorite Japan train, cos the shape of the train is really cool.
gue masih dalam kondisi ngantuk saat perjalanan dari Narita ke Tokyo, aplikasi yang masih menyala di Handphone gue adalah "Tokyo Railway Map" yang menjadi salah satu penolong gue pertama kali menuju hotel. sesampainya di Tokyo station gue langsung spechless, gila ini stasiun gede banget. buru-buru gue mengeluarkan navigasi untuk menuju kereta selanjutnya sambil ngegeret koper besar ke dalam kereta. ternyata di Tokyo ada dua jenis kereta sebagai transportasi umum dalam kota, yaitu JR dan Metro alias subway. dimana mereka saling menghubungkan satu dengan yang lainnya.
warga Jepang mungkin sudah terbiasa melihat orang-orang yang berlalu-lalang dengan menggeret koper-koper besar, maklum di Tokyo station juga ada untuk shinkansen atau kereta cepat fungsinya untuk keluar kota, lebih murah dari pesawat.

hotel gue berada di daerah Ginza-itchome sekitar Yurakucho Line Tokyo Metro. persis di atas stasiun metro daerah Ginza. karena gue udah kecapean, dan udara Tokyo yang sangat dingin untuk ukuran orang Indonesia, akhirnya gue sampai di hotel, karena pelayanannya cepat dan sangat baik, gue pun menginap tujuh hari enam malam disana.

penerbangan Jakarta-Tokyo membuat lapar, dan gue sadar kalo di Jepang banyak banget pantangannya, kebetulan hotel gue dekat dengan mini market, disana sudah lengkap, semuanya ada. dan yup, Onigiri, Sushi, dan paket Fish Fillet McD for Dinner. setelah itu gue menghubungi orang tua gue via facetime. karena waktu yang berbeda dua jam, di Indonesia masih sore, gue seneng melihat bapak gue yang hari itu sangat bersemangat.
menonton TV sebentar dan ternyata benar apa perkiraan gue, AKB48 Group menguasai iklan di TV. semua iklan yang pernah diinfokan lewat fanbase dan lainnya gue liat dengan mata gue di TV lokal, siaran-siaran lokal memang sudah familiar dengan keseharian gue sebelum berangkat ke Jepang.
gue sengaja menutup hari lebih cepat dari biasanya karena besoknya, pagi gue harus ke...

Osaka. kota sejuta entertainer.
Home of L'Arc~en~Ciel, the greatest japanese band ever.

(Tokyo Episode end)

#MusaTravel: Japan Tour 2016 (Prologue)

Hi, good morning.

wish you have a nice day and god bless you in every time,
well, i just come back from my best tour that i've ever do before.

November 2015, semua berawal setelah gue selesai kuliah, yup, lulus dengan sangat memuaskan, lalu gue sempet memutuskan untuk sedikit beristirahat, menenangkan pikiran, tapi ya begitu, gue harus melakukan sesuatu.
sebenarnya pada bulan Agustus gue sudah mempersiapkan beberapa rencana untuk masa depan, salah satunya adalah kuliah di luar negeri, tapi gue masih hopeless dan belum menemukan potensi yang bisa gue kerjakan untuk kuliah di luar negeri.
lalu gue kembali untuk mengerjakan skripsi dan gue ingat akan pembicaraan gue dengan dua dosen pembimbing gue, kalo misalnya penelitian gue ini selesai, bisa diterbitkan ke jurnal nasional, bahkan mereka akan membantu untuk menerbitkan ini ke jurnal internasional.
gue mulai iseng mencoba mengubah penelitian gue secara outline ke bahasa inggris, lalu gue mencoba melihat potensi di universitas yang mau menerima penelitian gue, paling tidak secara pengakuan mereka bahwa penelitian gue ini layak untuk dilanjutkan ke jenjang berikutnya.
akhirnya terpilihlah Meiji University di Tokyo, Japan. ya gue memilih universitas ini karena satu paham sama gue, dan jurusan yang mereka tawarkan persis dengan penelitian yang gue buat, tapi pada saat itu syaratnya hanya satu hal.... gue harus lulus sarjana dulu. dan gue harus lulus tes N2 (JLPT).
karena gue nekat, akhirnya gue mencoba untuk menghubungi salah satu profesor di Meiji, dan mencoba untuk meyakinkan kalo gue layak untuk kuliah disana. well, the story goes on, tiga bulan gak ada jawaban, penelitian gue dalam bentuk skripsi pun selesai, dan mendapatkan kabar kalo salah satu dari profesor itu ingin "ngobrol" bersama untuk penelitian ini. akan tetapi gue harus mengikuti salah satu program summer course mereka pada bulan juli - agustus 2016, ya bisa gue pertimbangkan sih. tapi pada saat itu kebutuhan gue lagi besar, dan akhirnya gue harus memilih.

setelah hari kelulusan, gue pun punya impian untuk mengunjungi Jepang, mungkin bisa lah suatu hari nanti, sambil melihat kondisi keuangan, gue berusaha untuk mendapatkan surat rekomendasi yang disarankan dosen pembimbing gue. kata beliau, apapun yang terjadi, gue harus ke Jepang, ketemu sang profesor lalu yakinkan dia kalo gue layak disana.

akhirnya gue pun berbicara langsung dengan orang tua gue, dan mereka mengijinkan dan memberikan sponsor dalam perjalanan gue menuju Jepang. it was an awesome day.

Desember 2015, gue mulai merencanakan perjalanan, karena pertama kali ke Jepang, orang tua gue menyarankan untuk mengikuti paket tour yang ada saja, tapi setelah gue survei kemana-mana, gak ada paket tour di Jepang yang memuaskan hati gue, semuanya sama, dan menurut gue membosankan. gue juga punya impian untuk mengunjungi semua kota yang menjadi representasi dari AKB48 Group, mengunjungi teater mereka dari satu kota ke kota lainnya. melihat kondisi dan keadaan fans di Jepang. sesuailah sama penelitian yang gue buat selama ini.
akhirnya, gue memberanikan diri untuk mengatur perjalanan gue di Jepang sendiri. selama tujuh hari, tanpa biro travel satu pun. ternyata hal tersebut jadi lebih menyenangkan dan lebih efisien, terutama dalam hal biaya. dan bisa lebih bebas untuk mengunjungi tempat-tempat yang gue inginkan.

Januari 2016, Visa keberangkatan sudah selesai, sekarang tinggal mencari kebutuhan selama di Jepang, gue membeli Japan Rail Pass, lalu mempersiapkan pakaian, karena bulan Februari, cuaca jepang masih sangat dingin. dan gue gak lupa mempersiapkan draft penelitian gue.

Februari 2016, mendekati hari keberangkatan, gue mulai disibukan dengan persiapan kebutuhan, walaupun untuk tujuh hari, tapi lumayan banyak yang harus disiapkan, menjelang keberangkatan, gue menyewa wifi untuk komunikasi selama di Jepang. dan tanggal 14 Februari 2016, akhirnya gue bersama kakak gue berangkat ke Jepang, ya, kami mengatur semua sendiri. ternyata ada gunanya juga menonton acara-acara variety Jepang selama di Indonesia.

Oiya, Gue tidak menampilkan gambar di tulisan-tulisan berikutnya ya, kalo mau lihat foto-fotonya, bisa cek di instagram gue di "myusufmusa"

(Prologue end)

Tuesday, February 02, 2016

#Story: Terima Kasih.....

Hai,

Kan ku torehkan sedikit emosi dalam tulisan ini,
rasa terima kasih yang ingin ku ucapkan, yang sangat besar, yang tidak dapat mencukupi halaman persembahan pada skripsi penelitian ku.

semoga teman-teman banyak yang membaca tulisan ini dan mengabarkan berita baiknya.

2011, momentum paling besar dalam hidup gue,
jadi ajang pembuktian gue, untuk menjadi lebih baik lagi,
entah kenapa awalnya memang gue sangat takut apa yang akan terjadi, di masa depan.
lalu, sesaat setelah pengumuman SMUP dan memastikan langkah ku pindah ke Jatinangor,
semuanya berubah.
Di saat perasaan sedang berdebar, harus meninggalkan rumah dan kota, gue pun mendengar sebuah lagu, judulnya "Pedih" dari Last Child yang pada saat itu mengiringi perjalanan gue untuk pertama kali gue nyetir mobil.

lirik yang dinyanyikan sang vokalis, "anggaplah semua ini satu langkah dewasakan diri..." tiba-tiba jadi pemacu diri ini untuk berani menghadapi tantangan untuk masa depan.

dan akhirnya aku pun berkata kepada Ayah, Mama bahwa aku siap untuk pindah, dan menjalani pendewasaan.

di Jatinangor.

tempat dimana semuanya di mulai.

hari pertama orientasi, bulan Ramadhan, dinginnya 1/3 malam di Jatinangor untuk pertama kali nya menusuk tulang.
pak choiri, juragan kosan gue memberikan satu piring nasi uduk untuk pengantar puasa hari itu.
entah kenapa, pelajaran awal pun terasa, nasi uduk yang biasa saja tampangnya menjadi sangat nikmat.....

ternyata itu nikmat dari rasa bersyukur. lalu air mata pun tak sengaja mengalir. ternyata selama itu gue adalah seorang pria yang manja. dan Tuhan tidak salah menempatkan gue disini. Jatinangor.

Tahun demi tahun berganti, semester demi semester pun dijalani,

2012, tahun jatuh cinta, dimana gue berusaha menemukan jati diri, dan pasangan yang cocok, gue sempat menutup diri selama satu tahun, hanya menjalani kuliah-pulang ke kosan lalu kuliah dan pulang ke jakarta,
ternyata hal itu membosankan, gue akhirnya mencoba memperluas "jaringan" dengan mencoba menemui orang-orang yang baru dalam hidup gue. dan mereka sangat menyenangkan.

2013, tahun keemasan, selain emas, tahun ini pula sebagai tahun kemunduran, disaat rejeki datang dan menghantam, gue pun kalap dengan kekhilafan, namun gue ambil hal tersebut sebagai pelajaran.
untuk pertama kalinya gue membuka jaringan yang lebih luas dengan memasuki suatu perkumpulan, ya, mereka sangat menyenangkan, dan membuat lupa akan diri sendiri. namun entah kenapa, tidak bisa diakhiri, hingga tahun berakhir.

2014, tahun perjuangan, awal tahun dimulai dengan pengabdian diri kepada masyarakat di lingkungan yang tidak pernah gue jamah sekalipun. untuk pertama kali gue mencoba membuka hal yang lebih baru, mencoba hal yang lebih baru. dan ternyata menyenangkan juga. mengurus dan mencoba hal-hal yang memang sebenarnya membuktikan bahwa diri gue mampu untuk lebih baik lagi.

2015, tahun kesabaran, awal tahun pun gue dikagetkan dengan teman yang sudah satu langkah lebih maju dibandingkan dengan gue, yang memang masih kebingungan, namun dia menyadarkan bahwa gue harus berani mengambil langkah untuk tidak menunda kemajuan gue di masa depan, dengan keberanian dan menyebut nama Tuhan, gue pun berhasil melewati tahun ini dengan hasil yang sangat memuaskan.

hingga saat ini, tidak ada rasa penyesalan, gue bertahan di kosan gue, Red House, karena gue tahu, kehidupan gue memang berasal dari sana.

setelah wisuda, gue akan menatap hari yang baru, sebagai pribadi yang baru, entah kenapa rasa sedih, sangat sedih, untuk pindah. meskipun gue pindah (lagi) ke rumah di Jakarta, tetapi perasaan ini berbeda dibandingkan awal saat gue memutuskan untuk pindah ke Jatinangor. sebenarnya hati ini tergerak untuk melanjutkan studi di UNPAD, namun gue harus mencoba hal yang lebih baru, yang memang sebelumnya gue belum pernah coba. untuk masa depan yang lebih baik.

dengan ini gue pengen menuliskan rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang secara langsung berada bersama gue dan bertahan bersama gue, di Jatinangor. teruntuk,

Allah SWT, untuk segala pelajaran, rejeki, dan nikmat yang diberikan kepada ku.
Ayah, Mama, untuk segala doa, dan dukungan yang tidak pernah berhenti.
Kakak, dan Adek gue, untuk segala celoteh akhir pekan yang membahagiakan,

Pak Chendi, dosen yang awalnya gue gak kenal sama sekali, gak pernah ketemu juga, tapi ternyata kami dipertemukan di akhir. untuk motivasinya, untuk semangatnya, untuk nasihatnya, dan kebebasan yang bapak kasih ke mahasiswa untuk terus berinovasi. Pak chendi, elo adalah dosen paling keren yang pernah gue kenal.

Ibu Trie, semula gue kaget, saat gue dipertemukan sama ibu, yang notabene nya "ketua" prodi, dan gue setiap mau bimbingan pasti pasrah dan deg-degan. namun pada akhirnya, ibu mengerti masalah yang saya angkat ke penelitian, dimulai dari sidang pertama sampai sidang akhir. mungkin kalo bukan karena pembelaan ibu di sidang usmas, masalah saya pasti berubah total, dan mengulang dari awal. terima kasih bu, untuk kesabarannya dalam membimbing saya.

Dwitra, dia adalah orang pertama yang gue kenal waktu daftar ulang di Bale Santika, UNPAD. alumni SMA 21, jakut. ternyata rumahnya gak jauh dari rumah nenek gue di rawamangun. well, kami cukup gila dalam menghadapi kehidupan di Jatinangor, dari awal masuk, orientasi, sampai kami wisuda, kami pun bersama. maap kalo agak galau hehehehe, tapi sejujurnya kalo bukan karena cabut waktu orientasi, kita gak bisa ngeliat si kukuh shalat hehehe. thanks banget we, udah kenalan sama gue, elo masuk daftar orang spesial di sini hehehehe.

Adit, sebenernya dia satu geng sama gue dan dwitra (dewe), karena si adit pas awal masuk kebetulan dia satu kosan sama gue, dan di hari pertama ngekos, dia langsung ke kamar gue buat kenalan dan nonton bola bareng anak-anak red house lainnya, kebetulan malam itu lagi ada community shield. tetapi gue berterima kasih sama adit, buat saran di setiap diskusi kecil tentang hati, alias curhatan gue selama dia di red house.

abang Dena, dan Daru, kedua nya gue gabung karena sejujurnya mereka memang satu geng sama gue hehehehe, well, kami berlima emang punya otak dan mulut yang agak geser dikit. kami bicara sembarangan, tapi kami tau apa itu pertemanan, walaupun keliatan saling mencela, tapi sejujurnya kami akan bersama terus.

Gilang, dia adalah dai-senpai gue di dalam dunia fandom, dia yang pertama kali ngenalin gue dengan dunia idol atau yang lainnya, dia juga yang ngebuat gue eksplorasi lebih dalem tentang musik dan idol tentunya hehehe, sampai akhir gue mau sidang skripsi, kami pun sering berdiskusi, kami punya projek, yang memang gak tau masa depannya gimana, tapi dengan senang hati akan kami jalani. kak lank juga gue anggep sebagai partner, ketika gue bingung, dia dengan senang hati menawarkan solusi, sebagai temen waktu gue ngedatengin Handshake Event JKT48, semoga kita bisa ke handshake event bareng lagi, meskipun itu untuk terakhir kalinya.
gue berterima kasih sama gilang, terutama waktu awal-awal ngekos, gue suka minta tolong buat anterin gue ke cileunyi pas abis subuh buat balik ke jakarta yang memang setelah gue sadari itu adalah hal yang bikin kesel, tapi kak lank udah mau nganterin gue.... bahkan lebih dari sekali.

Vani. sebenernya gue, gilang, dan vani, temen satu fandom, satu kosan, satu penderitaan sih sebenernya, kami pun satu projek. gue gak mau bilang projek terbengkalai karena projek ini pun bisa jalan kapan aja. saat kak lank mengenalkan fandom idol, vani orang pertama yang mengikuti, lalu ada temen gue namanya fadil, dan akhirnya gue pun ikut-ikutan. gue berterima kasih sama vani, dia udah mau ngedengerin cerita dan curhat gue sampe pagi. dan jadi temen diskusi gue waktu nulis lagu, dan kompos segala jenis musik.

Anthea, viddie, itu nama satu orang. sebenernya gue kenal antea ini baru deket sekitar tahun 2014 karena tugas kami di desa yang sama, padahal kami satu kosan, tapi si antea baru deket sama gue waktu KKN aja. gue berterima kasih sama antea, yang udah mau repot ngebenerin laptop gue yang lama, yang mau diajak diskusi serius tentang hal-hal yang sebenarnya tabu untuk orang lain, namun bagi kami hal ini bisa dianggap ilmiah, juga antea yang mau ngedengerin curhatan gue, dan solusinya dalam pemikirannya yang bebas.

anak-anak red house angkatan 2011 dan 2012, kenapa gue ketik seperti itu? karena mungkin red house satu-satunya kosan yang masih banyak penghuni angkatan "tua"nya, dan kami pun senang-senang aja ketika mendapatkan teman baru disini. mereka adalah alasan kenapa gue menolak pindah kosan sampai lulus. juga untuk bang Herson, dan keluarga dari pak Choiri yang dengan sekuat tenaga merawat kosan dengan sangat baik.

Berry Choresyo, well, he's a good guy drummer, dan juga untuk adit dive yang udah ngenalin gue ke berry, mungkin gue banyak nunda-nunda projek, sering juga moody pas jamming, tapi elo salah satu orang yang tau beat apa yang gue mau. semoga projek-projek kita ke depan bisa lancar, maaf kalo gue gak bisa serius pas masa-masa ngerjain skripsi, banyak lagu yang udah gue tulis, mungkin bisa di eksekusi ketika waktunya tepat.

Faris, Odi, Rifky alias oom, kalian bertiga udah bikin pengalaman yang keren, meskipun sibuk, semoga kita bisa main lagi, beberapa kali di masa depan hehehe.

Andin, Nadhira, Finfin, dan.... Dara, well keempat cewek strong ini emang penting pada masa kuliah gue di nangor, ya mereka temen gue seneng-seneng, di saat gue sama temen-temen cowok lainnya main Billiard, mereka beli tiket buat nonton bioskop, and i never forget that memories. terima kasih buat tiga cewek pertama yang mau repot-repot dateng pas gue sidang usmas, ngebawain donat, sampe ngasih gue balon hehehehe, dan Finfin Faldi, waktu gue sidang skripsi, mereka yang ngasih gue balon, awalnya gue sempet berpikir kalo emang gue gak punya temen pas sidang skripsi, tapi ternyata mereka dateng sore-sore, dan gue berbagi kebahagiaan sama mereka di hari itu hehehehe. buat Dara, cewek yang paling rajin di jurusan Humas 2011, dia anak 2011 yang pertama kali sidang usmas, dan dia banyak ngebantu gue buat diskusi tentang penelitian gue, btw salam buat adek lo yak, bilang gue pernah jadi admin toko alat musik itu hehehehe.

Adinda Ratna Safira, buset nama lo paling panjang gue sebut hehehehe, well, cewek yang satu ini adalah temen yang paling rajin ngedengerin curhatan gue, serius parah. dan dia yang ngedorong gue buat PDKT sama seorang cewek, dia juga yang ngenalin gue sama anak lokal alias cewek warga setempat hahahahaha. well, gue berterima kasih elo udah ngedengerin curhatan gue yang mostly isinya ketidakmampuan gue dalam pdkt wkwkwkwkwk.

Larissa Nabila, gue baru kenal cewek ini pas pertama kali masuk di kelas baru dalam penjurusan gue ke prodi Humas. anak nya asik buat diajak ngobrol sama diskusi, dia cewek yang rajin banget di sekretariat, meskipun gampang banget sakit (terutama pusing), dia tipikal cewek yang pantang tidur sebelum kerjaan selesai, dan jabatan di Hima, terus di panti PRO well memang sudah membuktikan cewek ini hehehehe, well, gue ngerasain gimana rasanya ngerjain skripsi sama ini cewek, dari data yang kurang sampe dospem yang (kurang) pengertian hehehehe, tapi pada akhirnya, kami pun wisuda bareng, dan memang itu yang harus dia dapetin. semoga kita sama-sama sukses ya hehehehe.

Natasha chacha, cewek enerjik ini selain eksis dimana-mana, well selain dia juga pinter, dia itu temen diskusi yang asik sampe temen nongkrong gak jelas di jatos hehehehe, gue rada jiper waktu ini cewek minta saran ke gue, secara dia lebih pinter hehehe. tapi dia bener-bener cewek pendengar dan penyampai pesan yang baik, some corporate must recruit her for a job. good luck chacha.

Alf Gibran, biasa dipanggil jawa, sejujurnya gue baru kenal jawa pas penjurusan humas, sampe setelah gue lulus, gue akuin gue banyak dan sering diskusi sama dia, awal mulanya kami diskusi iseng pas ngerjain PRO, lalu masuk ke penelitian, gue sama dia lebih sering diskusi, gue sangat kagum sama ni orang, karena pengalamannya banyak banget, dan semoga kita bisa saling mengajak ke jalan menuju kesuksesan ya jaw hehehe.

Fresilia Vebriani, pertama kali gue ngobrol sama ini cewek, emang ajaib banget sih, secara waktu itu kelas pengantar mankom, terus gue tau dia anak film gitu, dan dia duduk di sebelah gue, lalu kami ngobrol, dan langsung nyambung, ketawa-ketawa gak jelas sampe si kukuh yang diusir hehehehe. cewek fotografer ini karyanya keren-keren, passion nya gak ada yang ngelawan deh, sejujurnya waktu dia nawarin salah satu karya doodle nya buat jadi cover album gue yang pertama, gak langsung gue jadiin, karena gue malu kalo misalnya cover album gue keren, tapi lagu-lagunya gak bagus hehehehe. btw, semoga elo baca sil, gue bakal rekaman lagi, dan saat itu gue bakal ngeyakinin elo, kalo album ini pantes pake karya doodle elo sebagai cover.

mahasiswa prodi Humas dari angkatan 2011, maaf banget gak bisa gue sebutin satu-satu, kalian banyak banget ngebantu gue, saling berbagi rasa, saling bersimpati-empati, saling pengertian satu sama lain, semoga silaturahim kita tetap terjalin.

AKB48 Group, termasuk JKT48 di dalamnya, gue berterima kasih telah mengenal kalian, yang awalnya cuman ngedengerin lagu aja sampe jadi hard fans yang mengantarkan gue ke banyak banget pengalaman yang sebenernya belom pernah gue duga dan jalanin, terima kasih akimoto yasushi untuk karya-karyanya yang bikin gue sadar kalo keberanian bisa memulai suatu langkah maju ke depan.

Unpadelapan, nama yang agak nyaru, sebenernya ini fanbase idol group yang ada angkanya itu, tapi mereka lebih suka mengenalkan diri sebagai "komunitas" walaupun begitu, mereka yang jadi dasar alias landasan besar penelitian skripsi gue, yang udah mau gue stalking selama enam bulan hehehehe, dan karena mereka orangnya berani semua, makanya gue ikutan berani buat nge-angkat penelitian gue menuju meja bundar. sampai akhirnya selesai, ya memang mereka orang-orang yang unik pada dirinya masing-masing. thanks for the fandom.

pada akhirnya gue enggak tau gimana jadinya kalo bukan sama mereka. apakah saat ini gue adalah orang yang berbeda, terkadang gue suka berpikir, gimana ya kalo gue bukan di UNPAD kuliahnya, atau gimana kalo gue bukan di Red House ngekosnya.

mungkin cerita-cerita, dan kenangan yang gue pikirkan akan berbeda, dan yang pasti kenangan tersebut lebih mudah dilupakan jika dibandingkan dengan kenangan ini.

terima kasih teman-teman, terima kasih bapak-ibu dosen, terima kasih Jatinangor....


terima kasih, kenangan.


segala puji bagi Allah.