Wednesday, February 24, 2016

#MusaTravel: Japan Tour 2016 (Osaka Episode)

15/2 (Osaka Episode Start)

jadwal yang gue buat untuk ke osaka adalah naik shinkansen keberangkatan jam 10 dari tokyo, karena durasi ke Osaka sama kayak naik bus dari Jakarta ke Jatinangor alias tiga jam tapi jarak dari Tokyo - Osaka adalah 550km seperti dari Jakarta ke Semarang. dan gue akan pulang-pergi dalam waktu satu hari saja.
pagi hari di Tokyo gue mulai dengan nyasar naik JR, karena rel sama trayeknya yang banyak, gue gak sadar kalo gue udah salah naik kereta, akhirnya gue turun dan mencari kereta yang benar menuju Tokyo station. gambaran pertama saat gue naik JR adalah "ini kereta nya kok mirip KRL di Indonesia ya." lantas gue baru sadar kalo kereta "bekas" yang dipakai untuk KRL asalnya dari disini. gue sebagai orang Indonesia langsung merasa miris.

sampai di Tokyo station gue langsung mencari tempat untuk mereservasi tiket shinkansen jalur Tokaido (jalur khusus shinkansen dari Tokyo ke Osaka), ternyata reservasinya juga gak ribet cuman bilang saja kereta selanjutnya menuju Osaka/Kyoto/Nagoya atau daerah Tokaido Shinkansen lainnya. untuk JR Pass hanya bisa menggunakan Shinkansen Hikari dan Kodama, tidak bisa digunakan untuk Nozomi, yang membuat beda antara shinkansen sebenarnya bukan di kecepatan kereta, tetapi persinggahan di stasiun yang membuat durasi tempuh shinkansen menjadi lebih lama. ya sebenarnya menyesuaikan dengan tujuan saja.
gue mendapatkan tempat duduk bagus di kelas green. sebelah jendela persis, dan karena hari senin, shinkansen lebih di dominasi oleh para pekerja yang dinas ke luar tokyo. ternyata gambaran shinkansen yang biasa gue lihat di layar kaca dengan aslinya memang sangat menarik, pantas saja apabila orang-orang di jepang sekalipun ada yang menyukai kereta khususnya shinkansen.

perjalanan tiga jam tanpa henti memang berasa seperti naik bus, akan tetapi pemandangan di luar kereta sangat bagus, dan gue pun berbicara dalam hati kalau "inilah yang gue biasanya cuman bisa lihat di TV". lalu shinkansen yang gue naiki melewati gunung fuji, it's so awesome.
sesampainya di Osaka, gue mencoba melihat railway kereta menuju Namba, yup pusat kota dari Osaka.

akhirnya gue sampai di kota sejuta entertainer jepang, rumah dari band favorit gue, L'Arc~en~Ciel.
gue berharap bisa ketemu mereka saat itu.

ternyata Osaka itu mirip seperti Bandung, dimana orang-orang jepang dari luar osaka banyak sekali yang berlibur disana. Osaka metro sebagai subway yang menyambung stasiun shinkansen dengan wilayah Namba, gue yang mencoba menggunakan Suica (kartu IC) ternyata tidak bisa digunakan. akhirnya gue pun membeli one day pass untuk mengunjungi wilayah Namba yang hanya beberapa stasiun dari Shin-Osaka.

sesampainya di Namba, yang pertama kali gue cari adalah NMB48 Theater, yup, gue sangat menunggu hari dimana gue bisa melihat Sutou Ririka secara langsung. memang pada saat itu hari masih sangat siang, sementara pertunjukan baru dimulai pukul 6 sore. lantas gue pun berkeliling namba, menuju spot paling terkenal di Osaka, namanya Dotonbori.

Dotonbori, adalah pusat kota dari Namba, dimana ada simbol dari kota Osaka yaitu Glico man, dan memang disana banyak sekali turis, spot ini wajib dikunjungi setiap ke Osaka. di wilayah namba, gue sangat menantikan untuk menikmati takoyaki, langsung di Osaka. bentuk takoyaki di jepang memang lebih besar daripada yang biasa gue makan di Indonesia.

setelah menyantap takoyaki, gue kembali ke NMB48 Theater untuk melihat show team N, gue sedikit merinding, akhirnya gue bisa langsung melihat mereka. akan tetapi setelah show mau berakhir, salah satu member team N, Nishimura Aika mengumumkan kelulusannya dari NMB48, gue serasa tertusuk-tusuk, kenapa pada saat gue pertama kali nonton mereka, malah ada yang graduate. di dalam kereta menuju tokyo, gue pun masih terbayang-bayang pengumuman tersebut, walaupun gue berhasil eye contact dengan riripon, show berakhir dengan pengumuman kelulusan tidaklah baik.

akan tetapi gue benar-benar bersyukur, akhirnya salah satu impian gue tercapai. yaitu ke Osaka, ke namba.
sesampainya di hotel, gue pun langsung beristirahat, dan janjian dengan teman kosan Red House gue, di Nagoya, kali ini gue akan mengunjungi beberapa tempat di Nagoya.

ya, salah satunya, Sunshine Sakae, House of SKE48.

(Osaka Episode end)

No comments:

Post a Comment