Monday, February 22, 2016

#MusaTravel: Japan Tour 2016 (Tokyo Episode)

14/2 (Tokyo Episode start)

Keberangkatan gue diawali dengan persiapan fisik gue selama di Indonesia, salah satunya dengan pijat badan beberapa jam sebelum berangkat untuk mencegah pegal yang berlebih disana.
mendekati waktu keberangkatan gue gak bisa tidur dengan pulas, mungkin karena terlalu excited, pukul tiga pagi taksi datang mengantarkan gue ke bandara untuk berangkat, dengan baju berlapis tiga gue bersiap untuk memasuki pesawat Japan Airlines, yang kebetulan gue mendapatkan promo tiket yang lebih murah.
gue melihat durasi penerbangan ke Jepang secara langsung atau direct selama tujuh jam, dan perkiraan waktu sampai di Jepang pukul empat sore JST (Japan Standard Time).
tujuh jam di pesawat dari pukul enam pagi, dan ternyata hiburan yang berada di dalam pesawat tersebut tidak begitu memuaskan. tapi gue yang mudah tertidur menjadikan hal tersebut sebagai yang biasa.
10 menit sebelum landing gue terbangun, ternyata pesawat sudah berada di wilayah Jepang, gue makin excited, dan akhirnya gue pun mendarat, di negara yang sebelumnya hanya bisa gue mimpikan, yup, it's Japan.

Ternyata penerbangan tujuh jam sampai Jepang gak begitu membuat jet lag, karena gue sudah sangat excited dari Jakarta, waktu turun pesawat hal pertama yang gue persiapkan adalah pertanyaan waktu di bagian imigrasi bandara Narita, kakak gue antriannya lancar, tapi waktu gilirian gue, petugasnya menanyakan beberapa pertanyaan, dimulai dari mau ngapain aja di Jepang, sampai pergi sama siapa di Jepang, terus mau kemana aja selama di jepang, hingga stiker "temporary visitor" menempel di paspor.

mengurus bagasi di Jepang juga tidak ribet, santai saja, setelah semua urusan di bandara selesai, gue menuju lantai tiga dulu untuk mengambil paket SIM prepaid card.
info yang sudah menjadi umum, bahwa di Jepang jarang banget yang jualan sim card prabayar, karena biasanya warga di Jepang menggunakan sim card pascabayar atau dengan kontrak ke pihak provider.

kelar dengan urusan komunikasi, gue pun menuju lantai B1 untuk menukarkan voucher Japan Rail Pass di JR East Office, dimana Japan Rail Pass ini sangat berguna untuk turis yang memang ingin traveling secara maksimal di Jepang, naik shinkansen dari ujung ke ujung Jepang. gue dan kakak gue membeli JR Pass Green Class selama di Jepang. JR Pass juga termasuk tiket kereta cepat dari Bandara Narita menuju Tokyo Station.

menukarkan voucher JR Pass juga gak ribet, antri sebentar, nulis formulir, terus langsung jadi JR Pass nya, info lagi, JR Pass jangan sampai hilang ya, karena gak bisa diganti sama sekali.
lalu gue langsung mereservasi tempat duduk untuk Narita Express, yup kereta cepat yang menghubungkan bandara Narita dengan Tokyo Station selama 1,5 jam perjalanan, kalo naik bus agak lama sekitar 2 jam, karena bandara Narita posisinya jauh dari Tokyo, dan naik taksi akan sangat mahal karena jarak tempuhnya. sebelum naik narita express, gue pun menyempatkan diri untuk membeli Suica, yup IC card favorit di tokyo ini bisa menjadi penyelamat untuk kalian yang gak bisa membedakan uang koin yen di jepang. bisa digunakan buat belanja juga.

Narita Express one of my favorite Japan train, cos the shape of the train is really cool.
gue masih dalam kondisi ngantuk saat perjalanan dari Narita ke Tokyo, aplikasi yang masih menyala di Handphone gue adalah "Tokyo Railway Map" yang menjadi salah satu penolong gue pertama kali menuju hotel. sesampainya di Tokyo station gue langsung spechless, gila ini stasiun gede banget. buru-buru gue mengeluarkan navigasi untuk menuju kereta selanjutnya sambil ngegeret koper besar ke dalam kereta. ternyata di Tokyo ada dua jenis kereta sebagai transportasi umum dalam kota, yaitu JR dan Metro alias subway. dimana mereka saling menghubungkan satu dengan yang lainnya.
warga Jepang mungkin sudah terbiasa melihat orang-orang yang berlalu-lalang dengan menggeret koper-koper besar, maklum di Tokyo station juga ada untuk shinkansen atau kereta cepat fungsinya untuk keluar kota, lebih murah dari pesawat.

hotel gue berada di daerah Ginza-itchome sekitar Yurakucho Line Tokyo Metro. persis di atas stasiun metro daerah Ginza. karena gue udah kecapean, dan udara Tokyo yang sangat dingin untuk ukuran orang Indonesia, akhirnya gue sampai di hotel, karena pelayanannya cepat dan sangat baik, gue pun menginap tujuh hari enam malam disana.

penerbangan Jakarta-Tokyo membuat lapar, dan gue sadar kalo di Jepang banyak banget pantangannya, kebetulan hotel gue dekat dengan mini market, disana sudah lengkap, semuanya ada. dan yup, Onigiri, Sushi, dan paket Fish Fillet McD for Dinner. setelah itu gue menghubungi orang tua gue via facetime. karena waktu yang berbeda dua jam, di Indonesia masih sore, gue seneng melihat bapak gue yang hari itu sangat bersemangat.
menonton TV sebentar dan ternyata benar apa perkiraan gue, AKB48 Group menguasai iklan di TV. semua iklan yang pernah diinfokan lewat fanbase dan lainnya gue liat dengan mata gue di TV lokal, siaran-siaran lokal memang sudah familiar dengan keseharian gue sebelum berangkat ke Jepang.
gue sengaja menutup hari lebih cepat dari biasanya karena besoknya, pagi gue harus ke...

Osaka. kota sejuta entertainer.
Home of L'Arc~en~Ciel, the greatest japanese band ever.

(Tokyo Episode end)

No comments:

Post a Comment