Tuesday, February 02, 2016

#Story: Terima Kasih.....

Hai,

Kan ku torehkan sedikit emosi dalam tulisan ini,
rasa terima kasih yang ingin ku ucapkan, yang sangat besar, yang tidak dapat mencukupi halaman persembahan pada skripsi penelitian ku.

semoga teman-teman banyak yang membaca tulisan ini dan mengabarkan berita baiknya.

2011, momentum paling besar dalam hidup gue,
jadi ajang pembuktian gue, untuk menjadi lebih baik lagi,
entah kenapa awalnya memang gue sangat takut apa yang akan terjadi, di masa depan.
lalu, sesaat setelah pengumuman SMUP dan memastikan langkah ku pindah ke Jatinangor,
semuanya berubah.
Di saat perasaan sedang berdebar, harus meninggalkan rumah dan kota, gue pun mendengar sebuah lagu, judulnya "Pedih" dari Last Child yang pada saat itu mengiringi perjalanan gue untuk pertama kali gue nyetir mobil.

lirik yang dinyanyikan sang vokalis, "anggaplah semua ini satu langkah dewasakan diri..." tiba-tiba jadi pemacu diri ini untuk berani menghadapi tantangan untuk masa depan.

dan akhirnya aku pun berkata kepada Ayah, Mama bahwa aku siap untuk pindah, dan menjalani pendewasaan.

di Jatinangor.

tempat dimana semuanya di mulai.

hari pertama orientasi, bulan Ramadhan, dinginnya 1/3 malam di Jatinangor untuk pertama kali nya menusuk tulang.
pak choiri, juragan kosan gue memberikan satu piring nasi uduk untuk pengantar puasa hari itu.
entah kenapa, pelajaran awal pun terasa, nasi uduk yang biasa saja tampangnya menjadi sangat nikmat.....

ternyata itu nikmat dari rasa bersyukur. lalu air mata pun tak sengaja mengalir. ternyata selama itu gue adalah seorang pria yang manja. dan Tuhan tidak salah menempatkan gue disini. Jatinangor.

Tahun demi tahun berganti, semester demi semester pun dijalani,

2012, tahun jatuh cinta, dimana gue berusaha menemukan jati diri, dan pasangan yang cocok, gue sempat menutup diri selama satu tahun, hanya menjalani kuliah-pulang ke kosan lalu kuliah dan pulang ke jakarta,
ternyata hal itu membosankan, gue akhirnya mencoba memperluas "jaringan" dengan mencoba menemui orang-orang yang baru dalam hidup gue. dan mereka sangat menyenangkan.

2013, tahun keemasan, selain emas, tahun ini pula sebagai tahun kemunduran, disaat rejeki datang dan menghantam, gue pun kalap dengan kekhilafan, namun gue ambil hal tersebut sebagai pelajaran.
untuk pertama kalinya gue membuka jaringan yang lebih luas dengan memasuki suatu perkumpulan, ya, mereka sangat menyenangkan, dan membuat lupa akan diri sendiri. namun entah kenapa, tidak bisa diakhiri, hingga tahun berakhir.

2014, tahun perjuangan, awal tahun dimulai dengan pengabdian diri kepada masyarakat di lingkungan yang tidak pernah gue jamah sekalipun. untuk pertama kali gue mencoba membuka hal yang lebih baru, mencoba hal yang lebih baru. dan ternyata menyenangkan juga. mengurus dan mencoba hal-hal yang memang sebenarnya membuktikan bahwa diri gue mampu untuk lebih baik lagi.

2015, tahun kesabaran, awal tahun pun gue dikagetkan dengan teman yang sudah satu langkah lebih maju dibandingkan dengan gue, yang memang masih kebingungan, namun dia menyadarkan bahwa gue harus berani mengambil langkah untuk tidak menunda kemajuan gue di masa depan, dengan keberanian dan menyebut nama Tuhan, gue pun berhasil melewati tahun ini dengan hasil yang sangat memuaskan.

hingga saat ini, tidak ada rasa penyesalan, gue bertahan di kosan gue, Red House, karena gue tahu, kehidupan gue memang berasal dari sana.

setelah wisuda, gue akan menatap hari yang baru, sebagai pribadi yang baru, entah kenapa rasa sedih, sangat sedih, untuk pindah. meskipun gue pindah (lagi) ke rumah di Jakarta, tetapi perasaan ini berbeda dibandingkan awal saat gue memutuskan untuk pindah ke Jatinangor. sebenarnya hati ini tergerak untuk melanjutkan studi di UNPAD, namun gue harus mencoba hal yang lebih baru, yang memang sebelumnya gue belum pernah coba. untuk masa depan yang lebih baik.

dengan ini gue pengen menuliskan rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang secara langsung berada bersama gue dan bertahan bersama gue, di Jatinangor. teruntuk,

Allah SWT, untuk segala pelajaran, rejeki, dan nikmat yang diberikan kepada ku.
Ayah, Mama, untuk segala doa, dan dukungan yang tidak pernah berhenti.
Kakak, dan Adek gue, untuk segala celoteh akhir pekan yang membahagiakan,

Pak Chendi, dosen yang awalnya gue gak kenal sama sekali, gak pernah ketemu juga, tapi ternyata kami dipertemukan di akhir. untuk motivasinya, untuk semangatnya, untuk nasihatnya, dan kebebasan yang bapak kasih ke mahasiswa untuk terus berinovasi. Pak chendi, elo adalah dosen paling keren yang pernah gue kenal.

Ibu Trie, semula gue kaget, saat gue dipertemukan sama ibu, yang notabene nya "ketua" prodi, dan gue setiap mau bimbingan pasti pasrah dan deg-degan. namun pada akhirnya, ibu mengerti masalah yang saya angkat ke penelitian, dimulai dari sidang pertama sampai sidang akhir. mungkin kalo bukan karena pembelaan ibu di sidang usmas, masalah saya pasti berubah total, dan mengulang dari awal. terima kasih bu, untuk kesabarannya dalam membimbing saya.

Dwitra, dia adalah orang pertama yang gue kenal waktu daftar ulang di Bale Santika, UNPAD. alumni SMA 21, jakut. ternyata rumahnya gak jauh dari rumah nenek gue di rawamangun. well, kami cukup gila dalam menghadapi kehidupan di Jatinangor, dari awal masuk, orientasi, sampai kami wisuda, kami pun bersama. maap kalo agak galau hehehehe, tapi sejujurnya kalo bukan karena cabut waktu orientasi, kita gak bisa ngeliat si kukuh shalat hehehe. thanks banget we, udah kenalan sama gue, elo masuk daftar orang spesial di sini hehehehe.

Adit, sebenernya dia satu geng sama gue dan dwitra (dewe), karena si adit pas awal masuk kebetulan dia satu kosan sama gue, dan di hari pertama ngekos, dia langsung ke kamar gue buat kenalan dan nonton bola bareng anak-anak red house lainnya, kebetulan malam itu lagi ada community shield. tetapi gue berterima kasih sama adit, buat saran di setiap diskusi kecil tentang hati, alias curhatan gue selama dia di red house.

abang Dena, dan Daru, kedua nya gue gabung karena sejujurnya mereka memang satu geng sama gue hehehehe, well, kami berlima emang punya otak dan mulut yang agak geser dikit. kami bicara sembarangan, tapi kami tau apa itu pertemanan, walaupun keliatan saling mencela, tapi sejujurnya kami akan bersama terus.

Gilang, dia adalah dai-senpai gue di dalam dunia fandom, dia yang pertama kali ngenalin gue dengan dunia idol atau yang lainnya, dia juga yang ngebuat gue eksplorasi lebih dalem tentang musik dan idol tentunya hehehe, sampai akhir gue mau sidang skripsi, kami pun sering berdiskusi, kami punya projek, yang memang gak tau masa depannya gimana, tapi dengan senang hati akan kami jalani. kak lank juga gue anggep sebagai partner, ketika gue bingung, dia dengan senang hati menawarkan solusi, sebagai temen waktu gue ngedatengin Handshake Event JKT48, semoga kita bisa ke handshake event bareng lagi, meskipun itu untuk terakhir kalinya.
gue berterima kasih sama gilang, terutama waktu awal-awal ngekos, gue suka minta tolong buat anterin gue ke cileunyi pas abis subuh buat balik ke jakarta yang memang setelah gue sadari itu adalah hal yang bikin kesel, tapi kak lank udah mau nganterin gue.... bahkan lebih dari sekali.

Vani. sebenernya gue, gilang, dan vani, temen satu fandom, satu kosan, satu penderitaan sih sebenernya, kami pun satu projek. gue gak mau bilang projek terbengkalai karena projek ini pun bisa jalan kapan aja. saat kak lank mengenalkan fandom idol, vani orang pertama yang mengikuti, lalu ada temen gue namanya fadil, dan akhirnya gue pun ikut-ikutan. gue berterima kasih sama vani, dia udah mau ngedengerin cerita dan curhat gue sampe pagi. dan jadi temen diskusi gue waktu nulis lagu, dan kompos segala jenis musik.

Anthea, viddie, itu nama satu orang. sebenernya gue kenal antea ini baru deket sekitar tahun 2014 karena tugas kami di desa yang sama, padahal kami satu kosan, tapi si antea baru deket sama gue waktu KKN aja. gue berterima kasih sama antea, yang udah mau repot ngebenerin laptop gue yang lama, yang mau diajak diskusi serius tentang hal-hal yang sebenarnya tabu untuk orang lain, namun bagi kami hal ini bisa dianggap ilmiah, juga antea yang mau ngedengerin curhatan gue, dan solusinya dalam pemikirannya yang bebas.

anak-anak red house angkatan 2011 dan 2012, kenapa gue ketik seperti itu? karena mungkin red house satu-satunya kosan yang masih banyak penghuni angkatan "tua"nya, dan kami pun senang-senang aja ketika mendapatkan teman baru disini. mereka adalah alasan kenapa gue menolak pindah kosan sampai lulus. juga untuk bang Herson, dan keluarga dari pak Choiri yang dengan sekuat tenaga merawat kosan dengan sangat baik.

Berry Choresyo, well, he's a good guy drummer, dan juga untuk adit dive yang udah ngenalin gue ke berry, mungkin gue banyak nunda-nunda projek, sering juga moody pas jamming, tapi elo salah satu orang yang tau beat apa yang gue mau. semoga projek-projek kita ke depan bisa lancar, maaf kalo gue gak bisa serius pas masa-masa ngerjain skripsi, banyak lagu yang udah gue tulis, mungkin bisa di eksekusi ketika waktunya tepat.

Faris, Odi, Rifky alias oom, kalian bertiga udah bikin pengalaman yang keren, meskipun sibuk, semoga kita bisa main lagi, beberapa kali di masa depan hehehe.

Andin, Nadhira, Finfin, dan.... Dara, well keempat cewek strong ini emang penting pada masa kuliah gue di nangor, ya mereka temen gue seneng-seneng, di saat gue sama temen-temen cowok lainnya main Billiard, mereka beli tiket buat nonton bioskop, and i never forget that memories. terima kasih buat tiga cewek pertama yang mau repot-repot dateng pas gue sidang usmas, ngebawain donat, sampe ngasih gue balon hehehehe, dan Finfin Faldi, waktu gue sidang skripsi, mereka yang ngasih gue balon, awalnya gue sempet berpikir kalo emang gue gak punya temen pas sidang skripsi, tapi ternyata mereka dateng sore-sore, dan gue berbagi kebahagiaan sama mereka di hari itu hehehehe. buat Dara, cewek yang paling rajin di jurusan Humas 2011, dia anak 2011 yang pertama kali sidang usmas, dan dia banyak ngebantu gue buat diskusi tentang penelitian gue, btw salam buat adek lo yak, bilang gue pernah jadi admin toko alat musik itu hehehehe.

Adinda Ratna Safira, buset nama lo paling panjang gue sebut hehehehe, well, cewek yang satu ini adalah temen yang paling rajin ngedengerin curhatan gue, serius parah. dan dia yang ngedorong gue buat PDKT sama seorang cewek, dia juga yang ngenalin gue sama anak lokal alias cewek warga setempat hahahahaha. well, gue berterima kasih elo udah ngedengerin curhatan gue yang mostly isinya ketidakmampuan gue dalam pdkt wkwkwkwkwk.

Larissa Nabila, gue baru kenal cewek ini pas pertama kali masuk di kelas baru dalam penjurusan gue ke prodi Humas. anak nya asik buat diajak ngobrol sama diskusi, dia cewek yang rajin banget di sekretariat, meskipun gampang banget sakit (terutama pusing), dia tipikal cewek yang pantang tidur sebelum kerjaan selesai, dan jabatan di Hima, terus di panti PRO well memang sudah membuktikan cewek ini hehehehe, well, gue ngerasain gimana rasanya ngerjain skripsi sama ini cewek, dari data yang kurang sampe dospem yang (kurang) pengertian hehehehe, tapi pada akhirnya, kami pun wisuda bareng, dan memang itu yang harus dia dapetin. semoga kita sama-sama sukses ya hehehehe.

Natasha chacha, cewek enerjik ini selain eksis dimana-mana, well selain dia juga pinter, dia itu temen diskusi yang asik sampe temen nongkrong gak jelas di jatos hehehehe, gue rada jiper waktu ini cewek minta saran ke gue, secara dia lebih pinter hehehe. tapi dia bener-bener cewek pendengar dan penyampai pesan yang baik, some corporate must recruit her for a job. good luck chacha.

Alf Gibran, biasa dipanggil jawa, sejujurnya gue baru kenal jawa pas penjurusan humas, sampe setelah gue lulus, gue akuin gue banyak dan sering diskusi sama dia, awal mulanya kami diskusi iseng pas ngerjain PRO, lalu masuk ke penelitian, gue sama dia lebih sering diskusi, gue sangat kagum sama ni orang, karena pengalamannya banyak banget, dan semoga kita bisa saling mengajak ke jalan menuju kesuksesan ya jaw hehehe.

Fresilia Vebriani, pertama kali gue ngobrol sama ini cewek, emang ajaib banget sih, secara waktu itu kelas pengantar mankom, terus gue tau dia anak film gitu, dan dia duduk di sebelah gue, lalu kami ngobrol, dan langsung nyambung, ketawa-ketawa gak jelas sampe si kukuh yang diusir hehehehe. cewek fotografer ini karyanya keren-keren, passion nya gak ada yang ngelawan deh, sejujurnya waktu dia nawarin salah satu karya doodle nya buat jadi cover album gue yang pertama, gak langsung gue jadiin, karena gue malu kalo misalnya cover album gue keren, tapi lagu-lagunya gak bagus hehehehe. btw, semoga elo baca sil, gue bakal rekaman lagi, dan saat itu gue bakal ngeyakinin elo, kalo album ini pantes pake karya doodle elo sebagai cover.

mahasiswa prodi Humas dari angkatan 2011, maaf banget gak bisa gue sebutin satu-satu, kalian banyak banget ngebantu gue, saling berbagi rasa, saling bersimpati-empati, saling pengertian satu sama lain, semoga silaturahim kita tetap terjalin.

AKB48 Group, termasuk JKT48 di dalamnya, gue berterima kasih telah mengenal kalian, yang awalnya cuman ngedengerin lagu aja sampe jadi hard fans yang mengantarkan gue ke banyak banget pengalaman yang sebenernya belom pernah gue duga dan jalanin, terima kasih akimoto yasushi untuk karya-karyanya yang bikin gue sadar kalo keberanian bisa memulai suatu langkah maju ke depan.

Unpadelapan, nama yang agak nyaru, sebenernya ini fanbase idol group yang ada angkanya itu, tapi mereka lebih suka mengenalkan diri sebagai "komunitas" walaupun begitu, mereka yang jadi dasar alias landasan besar penelitian skripsi gue, yang udah mau gue stalking selama enam bulan hehehehe, dan karena mereka orangnya berani semua, makanya gue ikutan berani buat nge-angkat penelitian gue menuju meja bundar. sampai akhirnya selesai, ya memang mereka orang-orang yang unik pada dirinya masing-masing. thanks for the fandom.

pada akhirnya gue enggak tau gimana jadinya kalo bukan sama mereka. apakah saat ini gue adalah orang yang berbeda, terkadang gue suka berpikir, gimana ya kalo gue bukan di UNPAD kuliahnya, atau gimana kalo gue bukan di Red House ngekosnya.

mungkin cerita-cerita, dan kenangan yang gue pikirkan akan berbeda, dan yang pasti kenangan tersebut lebih mudah dilupakan jika dibandingkan dengan kenangan ini.

terima kasih teman-teman, terima kasih bapak-ibu dosen, terima kasih Jatinangor....


terima kasih, kenangan.


segala puji bagi Allah.

1 comment:

  1. Mus.. gue terharuuuu.. sukses ya broo.. see you soon beyond the top !

    -Adit Redhouse-

    ReplyDelete