Monday, June 27, 2016

#MusaTravel: Japan Tour 2016, Turn Back Time to Yesterdays (Tokyo Episode Part III)

18/2 (Tokyo Episode part III start)

Setelah kejadian malam hari tersebut, gue pun melanjutkan perjalanan besoknya. well, gue mendapatkan rasa optimis ternyata walaupun Jepang dan Indonesia berbeda jauh, namun ketika kita sebagai manusia memiliki sikap yang baik terhadap orang lain. kita bisa mempunyai hubungan yang baik dengan orang-orang di seluruh dunia. gue pun menemukan hal baru, sesuatu yang sebelumnya gue gak percaya kalo hal tersebut bisa terjadi.
anyway, perjalanan gue hari selanjutnya di Tokyo sebenernya gak terlalu banyak, karena hari ini gue ketemu sama perwakilan dari Meiji University. gue cuman berdoa untuk diberikan hal-hal yang baik aja hehehehe. gue janjian siang hari sekitar jam 2an. tapi pagi nya gue sempetin dulu buat mampir ke Kawasaki City, yup, Home of Japan Greatest Mangaka, Fujiko F. Fujio. The Creator of Doraemon.
Sejujurnya gue sangat menyukai Doraemon, ya, loud and proud. mungkin kalian dari masa kecil sering banget nonton anime ini, gue pun juga begitu, dan gak pernah bosan. sampai pada saatnya gue mengunjungi Museum Fujiko F Fujio di Kawasaki.
untuk akses ke museum nya gak susah kok, kalian bisa pakai JR dari Shibuya menuju ke Kawasaki City terus turun di Noborito station. hati-hati ya soalnya terdapat beberapa jenis JR yang gak berhenti di Noborito Station. nah, di pintu keluar stasiun tersebut, sudah menunggu bus bergambar Doraemon dan teman-temannya untuk mengantarkan kalian ke Museum dengan membayar 210yen saja.
sesampainya di Museum dan di Kawasaki, entah kenapa gue merasa cocok sama lingkungannya, dan sebenernya gue ke Jepang pengen ngerasain lingkungan perumahan disana. ternyata Kawasaki bisa menjadi alternatif kalo harus pindah dari Jakarta nanti. lingkungan Kawasaki ramah dan sunyi, sejujurnya saking kalemnya, hembusan angin bisa kedengeran hehehe. FYI, kalo Kawasaki adalah latar dari tempat tinggal Doraemon dan tokoh yang digambar sama Fujiko F Fujio loh.
setelah sampai museum, gue langsung berkeliling. semua yang gue tonton dari gue lahir udah ada disini.
Gue merasakan feel atau perasaan yang sama ketika gue melihat karya seni dari Fujiko F Fujio, perasaan yang sama ketika gue berkunjuing ke Museum Affandi di Jogja. ternyata kedua maestro tersebut punya passion yang sama, energi yang disampaikan oleh para pekarya kepada penikmatnya pun sama-sama membuat optimis penikmat karya mereka.
setelah gue puas eksplorasi di museum ini, gue berbelanja untuk oleh-oleh hehehe. gue baru sadar kalo Dorayaki itu rasa kacang merah. dan sejujurnya gue agak kurang suka hehehe. sebelum gue balik ke Tokyo untuk ketemu di kampus. gue sama kakak gue menyempatkan diri untuk keliling kawasaki sebentar, ya gak jauh sih dari Museum nya. gue merasakan kalo apa yang digambar sama Fujiko emang beneran ada. kayak taman bermain anak-anak, pinggir sungai di Jepang, lalu tiga pipa semen besar yang biasa digunain sama Nobita cs buat duduk-duduk. setelah puas dengan Kawasaki city, gue pun melanjutkan perjalanan, kali ini untuk hal yang bisa dibilang serius, gue ke Nakano, daerah kampus Meiji University. deg-degan tapi seru pasti.
Anyway, untuk kalian yang mau mengunjungi Fujiko F Fujio museum, pastikan kalian udah ngebeli tiketnya ya sebelum ke Kawasaki, karena museum ini gak menjual tiket langsung. kalian bisa membeli tiketnya di minimarket Lawson group terdekat dengan penginapan kalian di Jepang.
sampai di Nakano, gue langsung ngerasa kalo ini kota mirip banget sama Jatinangor. yang pertama, kota ini kayak one stop entertaiment buat mahasiswa atau pelajar. disini apa aja ada. dari kebutuhan pokok sampai kebutuhan seksual mahasiswa pun tersedia hehehehe. yang kedua, Nakano merupakan daerah kampus, atau lingkungan pendidikan juga, sama kayak Jatinangor. kalo di nangor ada UNPAD, ITB, dan IPDN, kalo di nakano ada Meiji University, Tokyo Politechnics dan kampus lainnya. jadi bisa dipastikan kedua kota kecil tersebut emang jadi lingkungan para mahasiswa.
posisi kampus Meiji agak jauh dari JR sta. jadi gue harus naik BRT atau jalan kaki yg lumayan jauh. sesampainya di kampus tersebut, gue langsung mencari semacam information center disana, ya kira-kira kayak lagi manggil itu dosen keluar ruangan. ternyata si bapak udah stand by tapi masih ngasih bimbingan. ternyata disini ada skripsi juga hehehe.
sambil menunggu si Bapak, gue pun memanfaatkan momen ini dengan ngobrol sama mahasiswa setempat, dan gue berhasil ngobrol sama mahasiswi jepang yang bisa bahasa inggris hehehehe. namun sayangnya gue gak bisa berkenalan lebih jauh, karena emang udah giliran gue yang ketemu sama si dosen. obrolan gue sama si bapak gak jauh beda kayak lagi fans gathering, nge-gosip soal Idol group dan macem-macemnya. yang jelas si Bapak suka banget sama penelitian skripsi gue, dan memberikan keputusannya ke gue untuk melanjutkan syarat-syarat formal untuk masuk universitas ini.
satu hal yang gue rasa menjegal adalah kendala sertifikasi bahasa Jepang atau JLPT dengan standar tinggi buat gue yaitu N2. lah gue aja belom pernah tes JLPT sama sekali, bahkan bahasa jepang gue seadanya. gue pun harus menerima kenyataan, tapi gue janji suatu hari nanti gue akan balik lagi ke Jepang untuk tinggal dengan waktu yang lebih lama. setelah gue selesai dengan urusan kampus. gue memutuskan untuk kembali ke hotel untuk istirahat sebentar dan menaruh barang bawaan alias oleh-oleh yang gue beli tadi.
Siang menjelang sore setelah gue balik ke hotel, gue pun melanjutkan perjalanan gue ke Asakusa dan malam nya gue ke Tokyo Skytree. memang gue suka banget naik monumen tinggi pada sore menjelang malam. rasanya romantis walau hati teriris hehehehe.
gue ke Asakusa karena spot itu wajib dikunjungin buat turis yang baru pertama kali ke Jepang. jalur metro dan JR ke asakusa gak ribet kok. yang bikin gue seneng sama daerah asakusa adalah disini banyak makanan yang halal, akhirnya gue nyobain ramen, kare, sampe yang namanya kebab rice. gila enak-enak semua. setelah puas mengisi perut dan pemandangan kuil yang sangat menawan. gue belanja salah satu barang favorit gue, yaitu, Sumpit hehehe. sama sedikit oleh-oleh buat keluarga di jakarta.
menjelang senja gue pun meninggalkan Asakusa dengan foto kuil yang menawan itu dengan melanjutkan perjalanan ke Tokyo Skytree. FYI, akses ke tokyo skytree dari asakusa gak jauh loh, malah cenderung deket banget. setelah turun dari metro, kalian bisa melanjutkan ke Skytree city dengan monorail.
sesampainya di skytree, gue langsung takjub, menara setinggi 450 meter ini, emang pantas jadi ikon terbaru di Tokyo, bahkan di Jepang. gue baru sadar waktu gue kesana adalah waktu paling rame pengunjungnya. anyway, biaya naik ke Skytree ini terhitung mahal untuk kantong turis backpacker, karena sekali naik sekitar 3500 yen, kalo mau sampai ke titik yang paling tinggi, kalian harus nambah 1000yen. artinya 4500 yen atau sekitar hampir 500ribu rupiah untuk sekali naik di Tokyo Skytree. mendingan mana sama belanja baju? hehehehe. tetapi dengan biaya segitu, dan malam hari, emang gak ada yang bisa ngalahin. gila, serius, keren banget, dan nasihat gue seperti postingan sebelumnya, kalian jangan baper kalo berkunjung ke tower di tokyo, karena banyak banget yang bawa pasangan kesana hehehehe. bahkan ada yang ngelamar pacarnya di Skytree.
setelah puas dengan keindahan skytree, gue pun bergumam, "Indonesia bisa bikin yang kayak begini."
gue memutuskan untuk pulang ke hotel dan beristirahat sejenak. karena lapar, gue pun membeli onigiri dan sushi pack untuk makan malam. besoknya gue untuk pertama kalinya, akan mengunjungi Tokyo dome, Akihabara, dan..... Pokemon Center Mega Store.

(Tokyo Episode Part III end)

Friday, June 10, 2016

#MusaTravel: Japan Tour 2016, Tokyo Sad Romance Story (Tokyo Episode Part II)

17/2 (Tokyo Episode Part II Start)

tanggal gue traveling di tokyo secara keseluruhan dengan gue ke Niigata itu sama. kenapa? jadi begini, pada hari sebelumnya gue emang udah ngerencanain buat jalan-jalan di Niigata dari pagi, alias gue berangkat dari Tokyo sta. itu sekitar jam 9 pagi, dua jam perjalanan ke Niigata sampenya jam 11, muter-muterin kota kecilnya dulu sebentar lalu ke Teater NGT48 sekitar jam 1 cuman beberapa menit aja disana, terus balik lagi ke Tokyo dapet kereta jam 2 lebih dikit, sampe tokyo ternyata masih jam setengah 4 sore. jadinya gue sama kakak gue memutuskan untuk keliling Tokyo di malam hari.

well, setelah gue sama kakak gue sampe di Tokyo dari Niigata, gue langsung memutuskan untuk istirahat sejenak di hotel lalu keluar lagi abis Maghrib sekitar jam 6 sore, btw, sebagai muslim, waktu shalat di Jepang kalo lagi musim dingin itu cepet banget, seinget gue waktu baru sampe jepang, sekitar jam 4 sore, jam 5 itu udah gelap banget, jam setengah 6 lampu-lampu udah pada nyala. dan jam 7 udah berasa kayak jam 8 malem di Jakarta. setelah shalat maghrib, dan bersih-bersih. gue pun langsung ke luar lagi. kali ini gue mau ke sebuah tempat paling terkenal di Tokyo, karena ini malam kamis (hari rabu malam), gue pengen tau budaya orang Jepang kalo malam hari itu ngapain aja, terutama untuk mereka yang abis kerja, karena setau gue, para pekerja kantoran di jepang itu sibuknya luar biasa, bahkan kalo di Indonesia mungkin mereka itungannya sering lembur. dan destinasi gue di Tokyo pada kali ini adalah pusat kota, dimana orang-orang pada kesini cuman buat ikutan nyebrang jalan aja. yup, Shibuya.

waktu pertama kali gue nyampe di stasiun shibuya aja, gue udah deg2an setengah mati, ngebayangi katanya tempat ini keren banget menurut orang-orang yang udah pernah ke Jepang sebelumnya.
dan ternyata mereka bener. gue sempet speechless waktu ngeliat orang-orang berkumpul, cahaya-cahaya dari gedung-gedung yang warna-warni, dan zebra cross disini emang banyak banget. gue bergumam, "akhirnya apa yang gue tulis tahun 2013 di path, sekarang jadi kenyataan..." well, impian gue dari tahun 2013 yang gue tulis di path, adalah "Next stop, Shibuya Interchange" waktu gue mau pulang ke Jakarta dari Singapore.

yang bikin heboh dari Shibuya berikutnya adalah Patung Hachiko, sebenernya gak ada yang spesial dari patung ini, cuman sekedar patung anjing yang letaknya di tengah kota tokyo. kalo masalah legendanya itu urusan lain lah ya. satu hal lagi yang bikin gue kesel sama kelakuan turis Indonesia di jepang, adalah masalah berfoto, kalo misalnya mereka foto nya sebentar-sebentar ya gak masalah deh. waktu gue di deket patung Hachiko ini, ada satu rombongan turis Indonesia yang selfie sama patung ini. pertama dia selfie, terus foto sama si A, terus foto lagi sama si B, terus foto lagi bareng-bareng sama keluarganya, terus selfie lagi pas mau pulang, terus foto lagi full body. YA ENGGAK SELESAI-SELESAILAH!!! jadinya orang yang nunggu udah keburu males karena si Ibu ini lama banget fotonya. termasuk gue, yang pada akhirnya gue foto patungnya aja deh.

oke, mari kita sudahi pembahasan si ibu-ibu turis Indonesia tersebut. keindahan Shibuya pada malam hari untungnya bikin sakit hati langsung sembuh. gue sempet memotret sebentar shibuya waktu malam hari. lalu gue sama kakak gue cobain nyebrang ke TSUTAYA, alias toko CD atau entertaimen lainnya yang gede banget. saat gue toko tersebut, kakak gue mampir ke starbucks untuk beli tumblr edisi Japan. lalu gue melihat orang-orang yang melintas di Shibuya, well, tempat ini ternyata romantis juga. karena cuacanya dingin banget, gue memutuskan untuk masuk ke TSUTAYA, oiya, waktu gue di Jepang, idol group Momoiro Clover Z lagi heboh ngerilis double album, alias ngerilis dua album sekaligus di hari yang sama, yaitu "Amaranthus" sama "Hakkin no Yoake" dan waktu gue ke TSUTAYA disitu ada promosi albumnya momoclo di rak paling gede. gila juga ya, gue rasa momoclo emang makin terkenal semenjak mereka jadi berlima. setelah muter-muter lantai 1, gue gak menemukan apa yang gue cari, yaitu CD album Laruku yang judulnya "DUNE", kata orang-orang sana, album itu udah termasuk langka.

gue pun berkeliling, sejujurnya buat gue ini kayak di surga kecil. saat di Indonesia yang lagi krisis penjualan album fisik membuat toko-toko memilih untuk tutup. sekalinya pusat toko tersebut buka, lokasinya jauh banget. gue puas keliling TSUTAYA, meskipun ada dua toko musik gede lagi yg harus gue kunjungin, yaitu HMV sama TOWER RECORD.

ada sedikit keajaiban waktu gue udah pasrah gak dapet buruan gue di tsutaya. ternyata di lantai basement ada koleksi game sama CD/DVD dengan kondisi used atau secondhand, tapi barangnya masih kinyis-kinyis gan. gue pun langsung berburu disitu, CD sama DVD laruku berserakan, cuman beberapa yang gue liat ada yang kondisi lama karna gak laku. tapi pada akhirnya gue mendapatkan buruan lama gue, mau tau apa? dia adalah DVD LIVE DOCUMENTARY TOUR TETSUYA (L'Arc~en~Ciel) 2010. begitu gue ngeliat judulnya, gak pake mikir panjang langsung gue sikat, gila harganya murah banget daripada beli asli hehehe. namun hal yang bikin gue kaget selanjutnya, ternyata di Jepang ini kalo misalnya elo mau beli suatu barang, harga yang elo liat itu bukan harga yang harus elo bayar, karena masih ada pajak 9% yang menanti kalian di kasir hehehe. kecuali untuk kalian yang belanjanya sampe diatas 10.000yen atau 10 ribu yen, kalo misalnya di toko itu ada tulisan "tax free" maka kalian bisa ngeklaim bebas pajak tersebut di kasir. dengan kata lain, kalo misalnya elo mau dapet "tax free" elo harus belanja lebih dari 10ribu yen, yang artinya 1 juta rupiah lebih harus elo belanjain, baru deh bisa bebas pajak, sama aja boong yak hehehehe.

setelah asik dengan Shibuya dan toko tsutaya, gue pun melanjutkan perjalanan ke Tokyo Tower, disini yang gue hunting adalah merchendise nya buat oleh-oleh keluarga di Jakarta.
rute metro sama JR nya gak ribet, tapi sejujurnya untuk pejalan kaki seperti gue, harus siap-siap jalan agak jauh, dengan rute yang sedikit nanjak kalo mau ke Tokyo Tower. well, disini gue sama kakak gue gak memutuskan untuk naik ke decknya, karena gue nabung buat naik di Tokyo Skytree nya aja yang jauh lebih tinggi daripada Tokyo Tower. sesampainya disana, gue langsung menuju merchendise shop resmi dan beberapa counter merchendise ala jepang. Ibu gue nitip tas yang ada tulisan "Tokyo" sama "Japan" nya dan tas ini lumayan gede tapi masalahnya kalo gak dibeliin, gue disuruh bayar balik uang tiket pesawat sama JR pass hehehehehe.

gue tau, Tokyo Tower ini emang salah satu spot romantis di Tokyo, jadi untuk para jomblo, gue saranin elo sedikit menebalkan mental biar gak "baper" yak, soalnya banyak banget pasangan dan "calon" pasangan yang dateng kesini untuk kencan.

setelah gue capek karena keasikan jalan dan sedikit "baper", gue pun memutuskan untuk pulang ke Hotel, sebelum esok hari ini nya gue sama kakak gue mau ke kawasaki, dan yak, betul, gue mau mengunjungi Museum Fujiko F Fujio alias sang author dari manga legendaris sepanjang masa, Doraemon.

Btw, Sebelum gue menutup tulisan ini, gue mau sedikit cerita ketika gue balik ke hotel. Dari Tokyo Tower gue naik Metro atau subway langsung ke stasiun deket hotel, gue udah mulai terbiasa dengan Jepang. setelah gue sampai di staisun tersebut, kakak gue langsung duluan ke Hotel, katanya sakit perut, mungkin dia kebanyakan minum kopi, anyway, waktu gue lagi jalan di stasiun tersebut sendirian, dan sepi banget, sekitar jam 9 malem, gue beruntung itu stasiun belom di tutup. namun ternyata ada yang tidak beruntung malam itu, karena stasiun sepi, suara dari pintu keluar pun bisa kedengeran, dan waktu gue sampai di loket mau ngisi suica, gue ngeliat ada pasangan yang lagi ribut di stasiun, karena petugasnya lagi gak ada, lantas gue gak sengaja nguping isi pertengkaran mereka, yang bisa gue simpulkan adalah ternyata si cowok yang sebenernya gak ganteng, mutusin pacarnya yang cewek manis ini, demi cewek lain, yang setelah gue telaah lagi, cewek lainnya itu adalah "nakayoshi" si cowok alias "sahabat deket" nya si cowok. waduh. jadi ikutan baper gue hahahaha. lalu si cowok dengan kata-kata kasar menurut orang jepang, berhasil meninggalkan dan mutusin pacarnya. gue ngeliat kejadian itu gak tega juga, si cewek masih duduk di lantai dan bersandar di deket mesin tiket sambil nangis, gue sadar gue orang asing buat dia, tapi dengan bahasa jepang yang seadanya gue mencoba untuk menghibur dia, setidaknya jangan sampe dia bunuh diri. well, gue korbanin sapu tangan gue untuk si cewek, lalu dia menerimanya, gue beruntung gak diteriakin sama itu cewek, setelah dia tenang, lalu dia ngucapin terima kasih, dan ketika kami akan berpisah, gue sempet bilang, "hidup ini terlalu indah, jangan kamu mengotori pikiran mu dengan hal yang membuatmu tidak tenang.". she give her smile, and than go away. dengan ucapan "bye bye" gue dan cewek tersebut pisah arah. semoga pertemuan gue dengan dia bukan sekedar kebetulan aja.
semoga kami bisa dipertemukan kembali di lain kesempatan. jika Allah mengizinkan.

(Tokyo Episode part II end)

Wednesday, June 08, 2016

#MusaTravel: Japan Tour 2016 (Niigata Episode)

17/2 (Niigata Episode start)

Sejujurnya sebelum berangkat menuju Niigata atau kota-kota lainnya, gue selalu mencari info-info terlebih dahalu tentang apa yang sedang terjadi di kota tersebut, terutama info-info mengenai cuaca dan keadaan kota sebelum gue datengin.
alasan terbesar kenapa gue harus ke Niigata adalah gue mau ngeliat Teater NGT48, yup, mereka adalah sister grup paling baru dari AKB48, yang memulai show harian di teater mereka pada 10 Januari, jadi kalo misalnya gue ngunjungi teater pada tanggal 17 februari ya termasuk masih barulah hehehe.
well, persiapan ke Niigata sedikit berbeda, mungkin lebih ke persiapan makanan. karena setelah gue cek beberapa info, di Niigata pada tanggal 17 februari masih ada hujan salju, dan ya, sebagai orang Indonesia, yang terbiasa dengan "hangat"nya udara Jakarta-Bekasi berasa beda aja gitu, apalagi ngeliat salju, agak norak sih.
Btw, suhu di Niigata saat itu paling tinggi 3 derajat celcius, paling rendah -2 derajat. bayangin aja, orang Jakarta yang biasa di jalanan suhu 33 derajat, paling banter turun suhu di ruangan AC jadi 16 derajat itu juga udah kedinginan hehehe.
gue dan kakak gue pun siap mental, sejujurnya untuk mencegah kejadian di Nagoya dimana tangan gue beku, salep alias balsem dari jakarta bakal gue bawa.
lalu kami berangkat ke Niigata. kota ini sedang menarik perhatian para wisatawan dan para wota akhir-akhir ini.
menurut informasi yang gue baca, kita bakal naik Shinkansen ke Niigata dengan kecepatan maksimal, yup, ternyata kereta ke Niigata ini cukup ngebut juga, sekitar 425 km/h. Shinkansen kebanggaan warga Niigata diberi nama "Toki" dan "Max Toki" nama itu asal nya dari nama burung legendaris Jepang yang dikonservasikan di wilayah Niigata.
ada kejadian lucu saat gue ke Niigata, well, mungkin hanya sedikit saja orang Indonesia terutama sebagai turis yang mau ke Niigata. dan trayek Shinkansen Joetsu ini sering dinaiki orang Indonesia bukan untuk mengunjuni Niigata, tapi mengunjungi Yazawa, atau Gala-Yazawa alias tempat main ski waktu musim dingin. oke, balik kejadian aneh, gue rada heran sama turis dari Indonesia, mereka biasa banget buat bising di stasiun, jadi begini, waktu gue mau ke Niigata, gue selalu reserve tempat duduk biar peewee diperjalanan dan karna gue pake JR Pass yang Green jadinya gue rada sayang juga hehehe. well, lanjut lagi, waktu gue lagi ngantri masuk kereta, tiba-tiba ada bapak-bapak yang teriak "HEI" ke keluarganya, dan mereka mungkin nandain gue sebagai orang Indonesia yang mereka kira menuju tempat yang sama, setelah kereta dateng, dan emang harus berangkat, rombongan tersebut, masuk ke gerbong yang sama dengan gue, karena Green class ada di lantai 2, gue langsung ke atas, dan rombongan tersebut ngikutin gue, lalu si bapak yang teriak tadi nanya ke gue,

B (si Bapak): "Mas mau main ski juga ya? Keretanya benerkan yang ini?"
G (Gue):  "enggak pak, saya mau ke Niigata, ini kereta ke Niigata, bapak mau main ski di Yazawa ya? keretanya bener kok"
B: "iya mas, oiya, ini gerbong ordinary bukan mas?"
G: "bukan pak, ini gerbong green, kursinya harus di reservasi dulu"
B: "kalo yang gak pake reservasi dimana ya?"
G:"gerbongnya paling ujung kereta ini pak"

lalu gue melihat sekitar 15 orang termasuk nenek-nenek panik dan mereka lari sampe gerbong ujung nomor 1-3. btw, gue di gerbong nomor 12 hehehehe.
well, mungkin hal ini gak jadi masalah, tapi penting untuk diketahui buat yang mau beli JR Pass dan keliling jepang pake kereta. meskipun katanya kalian bisa langsung masuk aja ke kereta, tapi setidaknya kalian bisa kok reservasi tempat duduk dulu kalo memang waktunya sempat kalo waktunya gak sempat ya mungkin kalian harus lebih memperhatikan gerbong mana aja yang non-reserved, lagipula reservasi tempat duduknya gak susah kok malah cepet banget. 

untuk diperjalanan gue udah beli 6 onigiri berbagai rasa. lalu sang Max Toki pun mulai beraksi, perjalanan selama 1 jam 40 menit pun dimulai. gue excited karena gue ke Niigata, dimana mayoritas turis Indonesia gak tau itu tempat apa hehehe.
gue makan beberapa onigiri lalu, gue sempat tertidur, tiba-tiba gue terbangun di suatu daerah, dan yup kereta menuju Niigata ini selalu menembus gunung, jadi sinyalnya rada susah.
waktu gue menebak-nebak di daerah mana, tiba-tiba cahaya putih menyilaukan hadir.

ternyata gue melihat daerah yang masih tertutup salju, indah nya bukan main.
gue sempet tertegun pertama kali ngeliat salju, ya maklum di Jakarta mana ada barang beginian, yang ada juga es serut di abang-abang.
lalu gak lama kemudian, kereta berhenti di Yazawa, gue penasaran apa iya rombongan tadi turun disini, dan ternyata bener, gue ngeliat rombongan tersebut, kayaknya buru-buru udah ngebet mau main ski.
setelah itu, Niigata station.
hal yang pertama gue tandain dari Niigata adalah disini papan petunjuk dengan bahasa Inggris masih jarang banget, tapi gue bersyukur kemampuan bahasa jepang gue bisa diandelin disini hehehe.
lalu gue agak bingung gimana caranya sampe ke Bandai city, sementara di dalem kota Niigata sendiri gak ada yang namanya subway atau sejenisnya.
dan yak, gue pun ditolong oleh tourism information kota Niigata. lumayan lah daripada nyasar di Niigata.
awalnya gue sama kakak gue sok-sokan mau jalan kaki, lalu tiba-tiba hujan salju turun di tengah jalan, gue antara seneng, kedinginan, sama bingung juga. pertama kali nya jaket gue kena salju sejak dibawa dari Jakarta. lalu kakak gue bukannya ngantri di halte, malah sibuk ngerekam salju yang jatoh.
sesampainya di bandai city tepatnya di Lovela dengan menggunakan bus, gue langsung menuju Teater NGT48, dan membeli beberapa merchendise. gue pengen banget ke Sado Island, tapi karena waktu tidak memungkinkan jadi gue memutuskan untuk balik ke Tokyo.
waktu gue reservasi keretanya, ternyata gue dapet kereta Toki, bedanya kereta ini gak ada gerbong lantai 2-nya.
karena sampai di Tokyo masih siang, jadinya gue memutuskan untuk istirahat sejenak dan berkeliling di Tokyo sampai malam hari.
Komentar gue tentang Niigata dengan NGT48 adalah ternyata ada hubungan yang manis antara keduanya, dimana faktor pariwisata jadi terangkat, dan Aki-P selaku produser besarnya gak cuman menyumbang untuk perkembangan idol group di Niigata, tapi kemajuan untuk pariwisata daerah tersebut secara keseluruhan. well, ketika kalian mensupport NGT48 kalian juga mensupport Niigata secara keseluruhan. yuk, kita travel ke Niigata, buat kalian yang biasa ke Jepang dan turis yang baru pertama kali ke Jepang.

(Niigata episode end)

P.S.: untuk kalian yang mau baca pengalaman gue di Niigata lebih jauh, udah gue tulis di The Daily Japan loh. untuk selengkapnya bisa kalian akses link ini ya ---> http://the-dailyjapan.com/author/muhammad-yusuf-musa/
Terima kasih :)