Wednesday, June 08, 2016

#MusaTravel: Japan Tour 2016 (Niigata Episode)

17/2 (Niigata Episode start)

Sejujurnya sebelum berangkat menuju Niigata atau kota-kota lainnya, gue selalu mencari info-info terlebih dahalu tentang apa yang sedang terjadi di kota tersebut, terutama info-info mengenai cuaca dan keadaan kota sebelum gue datengin.
alasan terbesar kenapa gue harus ke Niigata adalah gue mau ngeliat Teater NGT48, yup, mereka adalah sister grup paling baru dari AKB48, yang memulai show harian di teater mereka pada 10 Januari, jadi kalo misalnya gue ngunjungi teater pada tanggal 17 februari ya termasuk masih barulah hehehe.
well, persiapan ke Niigata sedikit berbeda, mungkin lebih ke persiapan makanan. karena setelah gue cek beberapa info, di Niigata pada tanggal 17 februari masih ada hujan salju, dan ya, sebagai orang Indonesia, yang terbiasa dengan "hangat"nya udara Jakarta-Bekasi berasa beda aja gitu, apalagi ngeliat salju, agak norak sih.
Btw, suhu di Niigata saat itu paling tinggi 3 derajat celcius, paling rendah -2 derajat. bayangin aja, orang Jakarta yang biasa di jalanan suhu 33 derajat, paling banter turun suhu di ruangan AC jadi 16 derajat itu juga udah kedinginan hehehe.
gue dan kakak gue pun siap mental, sejujurnya untuk mencegah kejadian di Nagoya dimana tangan gue beku, salep alias balsem dari jakarta bakal gue bawa.
lalu kami berangkat ke Niigata. kota ini sedang menarik perhatian para wisatawan dan para wota akhir-akhir ini.
menurut informasi yang gue baca, kita bakal naik Shinkansen ke Niigata dengan kecepatan maksimal, yup, ternyata kereta ke Niigata ini cukup ngebut juga, sekitar 425 km/h. Shinkansen kebanggaan warga Niigata diberi nama "Toki" dan "Max Toki" nama itu asal nya dari nama burung legendaris Jepang yang dikonservasikan di wilayah Niigata.
ada kejadian lucu saat gue ke Niigata, well, mungkin hanya sedikit saja orang Indonesia terutama sebagai turis yang mau ke Niigata. dan trayek Shinkansen Joetsu ini sering dinaiki orang Indonesia bukan untuk mengunjuni Niigata, tapi mengunjungi Yazawa, atau Gala-Yazawa alias tempat main ski waktu musim dingin. oke, balik kejadian aneh, gue rada heran sama turis dari Indonesia, mereka biasa banget buat bising di stasiun, jadi begini, waktu gue mau ke Niigata, gue selalu reserve tempat duduk biar peewee diperjalanan dan karna gue pake JR Pass yang Green jadinya gue rada sayang juga hehehe. well, lanjut lagi, waktu gue lagi ngantri masuk kereta, tiba-tiba ada bapak-bapak yang teriak "HEI" ke keluarganya, dan mereka mungkin nandain gue sebagai orang Indonesia yang mereka kira menuju tempat yang sama, setelah kereta dateng, dan emang harus berangkat, rombongan tersebut, masuk ke gerbong yang sama dengan gue, karena Green class ada di lantai 2, gue langsung ke atas, dan rombongan tersebut ngikutin gue, lalu si bapak yang teriak tadi nanya ke gue,

B (si Bapak): "Mas mau main ski juga ya? Keretanya benerkan yang ini?"
G (Gue):  "enggak pak, saya mau ke Niigata, ini kereta ke Niigata, bapak mau main ski di Yazawa ya? keretanya bener kok"
B: "iya mas, oiya, ini gerbong ordinary bukan mas?"
G: "bukan pak, ini gerbong green, kursinya harus di reservasi dulu"
B: "kalo yang gak pake reservasi dimana ya?"
G:"gerbongnya paling ujung kereta ini pak"

lalu gue melihat sekitar 15 orang termasuk nenek-nenek panik dan mereka lari sampe gerbong ujung nomor 1-3. btw, gue di gerbong nomor 12 hehehehe.
well, mungkin hal ini gak jadi masalah, tapi penting untuk diketahui buat yang mau beli JR Pass dan keliling jepang pake kereta. meskipun katanya kalian bisa langsung masuk aja ke kereta, tapi setidaknya kalian bisa kok reservasi tempat duduk dulu kalo memang waktunya sempat kalo waktunya gak sempat ya mungkin kalian harus lebih memperhatikan gerbong mana aja yang non-reserved, lagipula reservasi tempat duduknya gak susah kok malah cepet banget. 

untuk diperjalanan gue udah beli 6 onigiri berbagai rasa. lalu sang Max Toki pun mulai beraksi, perjalanan selama 1 jam 40 menit pun dimulai. gue excited karena gue ke Niigata, dimana mayoritas turis Indonesia gak tau itu tempat apa hehehe.
gue makan beberapa onigiri lalu, gue sempat tertidur, tiba-tiba gue terbangun di suatu daerah, dan yup kereta menuju Niigata ini selalu menembus gunung, jadi sinyalnya rada susah.
waktu gue menebak-nebak di daerah mana, tiba-tiba cahaya putih menyilaukan hadir.

ternyata gue melihat daerah yang masih tertutup salju, indah nya bukan main.
gue sempet tertegun pertama kali ngeliat salju, ya maklum di Jakarta mana ada barang beginian, yang ada juga es serut di abang-abang.
lalu gak lama kemudian, kereta berhenti di Yazawa, gue penasaran apa iya rombongan tadi turun disini, dan ternyata bener, gue ngeliat rombongan tersebut, kayaknya buru-buru udah ngebet mau main ski.
setelah itu, Niigata station.
hal yang pertama gue tandain dari Niigata adalah disini papan petunjuk dengan bahasa Inggris masih jarang banget, tapi gue bersyukur kemampuan bahasa jepang gue bisa diandelin disini hehehe.
lalu gue agak bingung gimana caranya sampe ke Bandai city, sementara di dalem kota Niigata sendiri gak ada yang namanya subway atau sejenisnya.
dan yak, gue pun ditolong oleh tourism information kota Niigata. lumayan lah daripada nyasar di Niigata.
awalnya gue sama kakak gue sok-sokan mau jalan kaki, lalu tiba-tiba hujan salju turun di tengah jalan, gue antara seneng, kedinginan, sama bingung juga. pertama kali nya jaket gue kena salju sejak dibawa dari Jakarta. lalu kakak gue bukannya ngantri di halte, malah sibuk ngerekam salju yang jatoh.
sesampainya di bandai city tepatnya di Lovela dengan menggunakan bus, gue langsung menuju Teater NGT48, dan membeli beberapa merchendise. gue pengen banget ke Sado Island, tapi karena waktu tidak memungkinkan jadi gue memutuskan untuk balik ke Tokyo.
waktu gue reservasi keretanya, ternyata gue dapet kereta Toki, bedanya kereta ini gak ada gerbong lantai 2-nya.
karena sampai di Tokyo masih siang, jadinya gue memutuskan untuk istirahat sejenak dan berkeliling di Tokyo sampai malam hari.
Komentar gue tentang Niigata dengan NGT48 adalah ternyata ada hubungan yang manis antara keduanya, dimana faktor pariwisata jadi terangkat, dan Aki-P selaku produser besarnya gak cuman menyumbang untuk perkembangan idol group di Niigata, tapi kemajuan untuk pariwisata daerah tersebut secara keseluruhan. well, ketika kalian mensupport NGT48 kalian juga mensupport Niigata secara keseluruhan. yuk, kita travel ke Niigata, buat kalian yang biasa ke Jepang dan turis yang baru pertama kali ke Jepang.

(Niigata episode end)

P.S.: untuk kalian yang mau baca pengalaman gue di Niigata lebih jauh, udah gue tulis di The Daily Japan loh. untuk selengkapnya bisa kalian akses link ini ya ---> http://the-dailyjapan.com/author/muhammad-yusuf-musa/
Terima kasih :)

No comments:

Post a Comment