Monday, June 27, 2016

#MusaTravel: Japan Tour 2016, Turn Back Time to Yesterdays (Tokyo Episode Part III)

18/2 (Tokyo Episode part III start)

Setelah kejadian malam hari tersebut, gue pun melanjutkan perjalanan besoknya. well, gue mendapatkan rasa optimis ternyata walaupun Jepang dan Indonesia berbeda jauh, namun ketika kita sebagai manusia memiliki sikap yang baik terhadap orang lain. kita bisa mempunyai hubungan yang baik dengan orang-orang di seluruh dunia. gue pun menemukan hal baru, sesuatu yang sebelumnya gue gak percaya kalo hal tersebut bisa terjadi.
anyway, perjalanan gue hari selanjutnya di Tokyo sebenernya gak terlalu banyak, karena hari ini gue ketemu sama perwakilan dari Meiji University. gue cuman berdoa untuk diberikan hal-hal yang baik aja hehehehe. gue janjian siang hari sekitar jam 2an. tapi pagi nya gue sempetin dulu buat mampir ke Kawasaki City, yup, Home of Japan Greatest Mangaka, Fujiko F. Fujio. The Creator of Doraemon.
Sejujurnya gue sangat menyukai Doraemon, ya, loud and proud. mungkin kalian dari masa kecil sering banget nonton anime ini, gue pun juga begitu, dan gak pernah bosan. sampai pada saatnya gue mengunjungi Museum Fujiko F Fujio di Kawasaki.
untuk akses ke museum nya gak susah kok, kalian bisa pakai JR dari Shibuya menuju ke Kawasaki City terus turun di Noborito station. hati-hati ya soalnya terdapat beberapa jenis JR yang gak berhenti di Noborito Station. nah, di pintu keluar stasiun tersebut, sudah menunggu bus bergambar Doraemon dan teman-temannya untuk mengantarkan kalian ke Museum dengan membayar 210yen saja.
sesampainya di Museum dan di Kawasaki, entah kenapa gue merasa cocok sama lingkungannya, dan sebenernya gue ke Jepang pengen ngerasain lingkungan perumahan disana. ternyata Kawasaki bisa menjadi alternatif kalo harus pindah dari Jakarta nanti. lingkungan Kawasaki ramah dan sunyi, sejujurnya saking kalemnya, hembusan angin bisa kedengeran hehehe. FYI, kalo Kawasaki adalah latar dari tempat tinggal Doraemon dan tokoh yang digambar sama Fujiko F Fujio loh.
setelah sampai museum, gue langsung berkeliling. semua yang gue tonton dari gue lahir udah ada disini.
Gue merasakan feel atau perasaan yang sama ketika gue melihat karya seni dari Fujiko F Fujio, perasaan yang sama ketika gue berkunjuing ke Museum Affandi di Jogja. ternyata kedua maestro tersebut punya passion yang sama, energi yang disampaikan oleh para pekarya kepada penikmatnya pun sama-sama membuat optimis penikmat karya mereka.
setelah gue puas eksplorasi di museum ini, gue berbelanja untuk oleh-oleh hehehe. gue baru sadar kalo Dorayaki itu rasa kacang merah. dan sejujurnya gue agak kurang suka hehehe. sebelum gue balik ke Tokyo untuk ketemu di kampus. gue sama kakak gue menyempatkan diri untuk keliling kawasaki sebentar, ya gak jauh sih dari Museum nya. gue merasakan kalo apa yang digambar sama Fujiko emang beneran ada. kayak taman bermain anak-anak, pinggir sungai di Jepang, lalu tiga pipa semen besar yang biasa digunain sama Nobita cs buat duduk-duduk. setelah puas dengan Kawasaki city, gue pun melanjutkan perjalanan, kali ini untuk hal yang bisa dibilang serius, gue ke Nakano, daerah kampus Meiji University. deg-degan tapi seru pasti.
Anyway, untuk kalian yang mau mengunjungi Fujiko F Fujio museum, pastikan kalian udah ngebeli tiketnya ya sebelum ke Kawasaki, karena museum ini gak menjual tiket langsung. kalian bisa membeli tiketnya di minimarket Lawson group terdekat dengan penginapan kalian di Jepang.
sampai di Nakano, gue langsung ngerasa kalo ini kota mirip banget sama Jatinangor. yang pertama, kota ini kayak one stop entertaiment buat mahasiswa atau pelajar. disini apa aja ada. dari kebutuhan pokok sampai kebutuhan seksual mahasiswa pun tersedia hehehehe. yang kedua, Nakano merupakan daerah kampus, atau lingkungan pendidikan juga, sama kayak Jatinangor. kalo di nangor ada UNPAD, ITB, dan IPDN, kalo di nakano ada Meiji University, Tokyo Politechnics dan kampus lainnya. jadi bisa dipastikan kedua kota kecil tersebut emang jadi lingkungan para mahasiswa.
posisi kampus Meiji agak jauh dari JR sta. jadi gue harus naik BRT atau jalan kaki yg lumayan jauh. sesampainya di kampus tersebut, gue langsung mencari semacam information center disana, ya kira-kira kayak lagi manggil itu dosen keluar ruangan. ternyata si bapak udah stand by tapi masih ngasih bimbingan. ternyata disini ada skripsi juga hehehe.
sambil menunggu si Bapak, gue pun memanfaatkan momen ini dengan ngobrol sama mahasiswa setempat, dan gue berhasil ngobrol sama mahasiswi jepang yang bisa bahasa inggris hehehehe. namun sayangnya gue gak bisa berkenalan lebih jauh, karena emang udah giliran gue yang ketemu sama si dosen. obrolan gue sama si bapak gak jauh beda kayak lagi fans gathering, nge-gosip soal Idol group dan macem-macemnya. yang jelas si Bapak suka banget sama penelitian skripsi gue, dan memberikan keputusannya ke gue untuk melanjutkan syarat-syarat formal untuk masuk universitas ini.
satu hal yang gue rasa menjegal adalah kendala sertifikasi bahasa Jepang atau JLPT dengan standar tinggi buat gue yaitu N2. lah gue aja belom pernah tes JLPT sama sekali, bahkan bahasa jepang gue seadanya. gue pun harus menerima kenyataan, tapi gue janji suatu hari nanti gue akan balik lagi ke Jepang untuk tinggal dengan waktu yang lebih lama. setelah gue selesai dengan urusan kampus. gue memutuskan untuk kembali ke hotel untuk istirahat sebentar dan menaruh barang bawaan alias oleh-oleh yang gue beli tadi.
Siang menjelang sore setelah gue balik ke hotel, gue pun melanjutkan perjalanan gue ke Asakusa dan malam nya gue ke Tokyo Skytree. memang gue suka banget naik monumen tinggi pada sore menjelang malam. rasanya romantis walau hati teriris hehehehe.
gue ke Asakusa karena spot itu wajib dikunjungin buat turis yang baru pertama kali ke Jepang. jalur metro dan JR ke asakusa gak ribet kok. yang bikin gue seneng sama daerah asakusa adalah disini banyak makanan yang halal, akhirnya gue nyobain ramen, kare, sampe yang namanya kebab rice. gila enak-enak semua. setelah puas mengisi perut dan pemandangan kuil yang sangat menawan. gue belanja salah satu barang favorit gue, yaitu, Sumpit hehehe. sama sedikit oleh-oleh buat keluarga di jakarta.
menjelang senja gue pun meninggalkan Asakusa dengan foto kuil yang menawan itu dengan melanjutkan perjalanan ke Tokyo Skytree. FYI, akses ke tokyo skytree dari asakusa gak jauh loh, malah cenderung deket banget. setelah turun dari metro, kalian bisa melanjutkan ke Skytree city dengan monorail.
sesampainya di skytree, gue langsung takjub, menara setinggi 450 meter ini, emang pantas jadi ikon terbaru di Tokyo, bahkan di Jepang. gue baru sadar waktu gue kesana adalah waktu paling rame pengunjungnya. anyway, biaya naik ke Skytree ini terhitung mahal untuk kantong turis backpacker, karena sekali naik sekitar 3500 yen, kalo mau sampai ke titik yang paling tinggi, kalian harus nambah 1000yen. artinya 4500 yen atau sekitar hampir 500ribu rupiah untuk sekali naik di Tokyo Skytree. mendingan mana sama belanja baju? hehehehe. tetapi dengan biaya segitu, dan malam hari, emang gak ada yang bisa ngalahin. gila, serius, keren banget, dan nasihat gue seperti postingan sebelumnya, kalian jangan baper kalo berkunjung ke tower di tokyo, karena banyak banget yang bawa pasangan kesana hehehehe. bahkan ada yang ngelamar pacarnya di Skytree.
setelah puas dengan keindahan skytree, gue pun bergumam, "Indonesia bisa bikin yang kayak begini."
gue memutuskan untuk pulang ke hotel dan beristirahat sejenak. karena lapar, gue pun membeli onigiri dan sushi pack untuk makan malam. besoknya gue untuk pertama kalinya, akan mengunjungi Tokyo dome, Akihabara, dan..... Pokemon Center Mega Store.

(Tokyo Episode Part III end)

No comments:

Post a Comment