Monday, November 07, 2016

#MusaStory: Well, Sebuah Cerita Untuk Kembali (Bukan Fitnah)

Hello,

Gue balik lagi, setelah postingan terakhir buat seri Japan Tour.
lebih tepatnya setelah 2 bulan gue mimpi untuk balik ke Jepang lagi.

Kabar kalian bagaimana? sehat? waraskah?
karena beberapa teman gue harus jatuh "sakit" dalam kurun waktu 2 bulan setelah postingan gue sebelum ini.

well, gue mau menginformasikan kabar baik aja.
karena kabar baik itu lebih sehat daripada fitnah hehehe.
jadi sebenarnya setelah gue sampai di Jakarta kembali dari Jepang.
awal maret gue ditawari kerjaan di sebuah bank asing, sebutan mereka sih untuk projek. sekarang gue udah gak kerja disana lagi. karena kontrak habis.
lalu gue mencoba mengasah kemampuan menulis gue di sebuah media independen (dalam artian media yang berdiri sendiri).
sembari gue melakukan pekerjaan tersebut, gue pun mencoba untuk ikutan tes pascasarjana di beberapa Universitas.

awalnya gue mencoba untuk beasiswa ke Jepang, namun gue sadar persiapan gue mepet. dan gue tau kalo persiapan mepet itu pasti hasilnya gak bagus. meskipun beberapa orang ada yang bilang, "orang pinter itu kalah sama orang beruntung" but i don't believe in luck. jadinya gue harus melakukan banyak persiapan.
karena gue bukan dari keluarga yang kaya raya. gue pun mencoba untuk realistis, sejujurnya TOEFL gue masih butuh peningkatan untuk lolos syarat administrasi beasiswa ke luar negeri. deadline daftar untuk univ di luar dan syarat beasiswa hanya berjarak 3 bulan.
lalu gue pun mengeluarkan rencana selanjutnya, yaitu gue ikut tes pascasarjana di tiga universitas negeri aja. sebut saja nama mereka dengan UI, UGM, dan ITB.

gue baru sadar ternyata untuk tes masuk pascasarjana itu beda banget sama S1, dan ada satu syarat yang biasa mereka pakai untuk daftar masuk pascasarjana. syarat tersebut bernama "Nilai TPA BAPPENAS"
gue yang orang awam kagak ngerti apa itu "TPA BAPPENAS" setau gue, Ayah gue pernah tes buat masuk S3. dan akhirnya gue pun ikutan les nya, di sebuah mall yang mereka sebut, Poins Square.
selama 9 jam dalam sehari gue duduk dan ngedengerin materi. menurut gue, tempat lesnya seru, gurunya juga inspiratif.

lalu, gue pun mengikuti tes SIMAK UI untuk jurusan Magister Ilmu Komunikasi, dan Admission Tes untuk MBA (Master of Business Administration) SBM-ITB.

Hasilnya gue keterima di dua duanya. sebuah prestasi yang menarik menurut gue. karena pas gue ikutan seleksi masuk mahasiswa S1, itu dua universitas, kagak ada yang mau nerima gue.
pada akhirnya gue pun memilih untuk kuliah (lagi) di SBM-ITB, alias School of Business and Management ITB (Insititut Teknologi Bandung). jurusan "General Business Management".

sejujurnya, belajar di sekolah bisnis adalah salah satu impian bahkan target gue setelah lulus, karena gue masuk di bidang yang sebenernya gak jauh beda sama prodi gue pas S1. dan ternyata jurusan ini menarik, seperti yang gue impikan dulu dimana gue mau belajar banyak tentang bisnis, bahkan entrepreneur itu sendiri. namun, gue sadar ada tanggung jawab yang besar di balik masa kuliah gue setelah S1.
ada sesuatu yang harus gue sisihkan waktu gue memutuskan untuk kembali ke bangku kuliah. akan tetapi gue gak menyesal sama sekali.

gue mendengar banyak sekali pendapat-pendapat, terutama yang berasal dari orang terdekat gue, yang bilang kalo gue salah langkah, seharusnya gue kerja dulu. dan sayangnya, mereka yang bilang itu tidak mengetahui alasan gue melangkah untuk masa depan.

Mereka.hanya.bisa.menerka.

keterima dan kuliah di institut yang lokasinya gak jauh dari UNPAD. itu rasanya kayak seorang pemain sepakbola yang pindah dari satu klub ke klub rivalnya. kayak pindah dari Chelsea ke Man.United, atau dari AC Milan ke Inter Milan, atau dari Atletico ke Real Madrid.

tapi gue sangat senang dan bersyukur.
mumpung gue masih diberikan umur dan kesehatan.
gue akan terus belajar. apapun. dimanapun.
untuk kebaikan bersama dan untuk gue secara personal.

beberapa target sudah gue pasang.
tinggal Allah yang akan menentukan restu-Nya.
semoga dilapangkan dan dilancarkan.

segala puji bagi Allah.

No comments:

Post a Comment