Wednesday, January 10, 2018

Jangan Lupa

Salam sejahtera,

Semoga awal tahun menjadi momentum kebangkitan diri kita untuk lebih baik lagi.
Kemarin tanggal 9 Januari. Ayah gue berulang tahun dan berusia lebih dari dua kali lipat umur gue. Namun bukan perayaan ulang tahun Ayah yang ingin gue bahas.

Ada suatu hal yang membuat gue sedikit linglung. Bukan karena gue menantikan jadwal sidang tesis, atau nilai magang gue belum keluar.

Tapi, suatu "peringatan" dari Tuhan.
Mungkin.

Ini terjadi saat di perjalanan menuju rumah.
Ya , lagi-lagi lampu merah di jalan raya dewi sartika arah cililitan dari kalibata jadi saksi "peringatan" Tuhan tersebut.

Dan, seorang anak itu lagi yang berbicara secara tidak langsung tentang "peringatan" Tuhan tersebut.
gue cuman bisa terdiam. sang anak kecil di lampu merah itu tidak bisa gue temui lagi, dia tiba-tiba menghilang.

si anak tersebut menawarkan tisu seraya berkata, "semoga kita semua masih diberikan kekuatan untuk mengejar rejeki dan berkah Allah."

Mungkin pembaca bisa berpendapat, "Ah, itu hanya bualan." tapi momen seperti itu yang bisa menjadi suatu titik balik dalam hidup gue.

"Peringatan" Tuhan juga disampaikan dalam khutbah Jum'at kemarin, saat gue berada di Yogyakarta. Khutbah Jum'at terbaik yang gue dengar seumur hidup dan menurut gue berkaitan dengan kejadian anak kecil kemarin. beliau menjelaskan tentang "resep" bahagia.
dan
semua
dimulai
dengan

bersyukur.

maafkan saya, ya Allah

segala puji bagi Allah.

No comments:

Post a Comment