Wednesday, February 21, 2018

#MusaTravel: Japan Tour 2018, The Departure

25 Januari 2018
Pada tanggal tersebut masuk satu email yang sudah gue tunggu dari awal bulan. Jadwal sidang akhir master degree yang gue tunggu akhirnya ditetapkan. Pada email tersebut tertulis, Tuesday, January 30th 2018. Butuh perjuangan untuk memastikan jadwal tersebut muncul. Sejujurnya persiapan gue ke Jepang sedikit terganggu karena jadwal sidang yang tak kunjung ditetapkan. Namun, gue bersyukur jadwal tersebut tidak terlalu mepet dengan waktu keberangkatan gue.

30 Januari 2018,  
Thesis defense seminar (istilah sidang akhir di kampus gue begitu hehehe). Pukul 12:30 - 13:30 adalah waktu paling menegangkan. Akhirnya gue bisa membuktikan kalo gue bisa lulus sebelum gue berangkat ke Jepang. Namun masalah berikutnya muncul, dia yang bernama "revisi". ya namanya juga orang sidang terus ngerjain penelitian, pasti ada revisi nya hehehe. Tadinya gue mau ngerjain revisi setelah balik dari Jepang, apa daya gue gundah gulana, jadinya dalam dua hari tersebut gue kebut ngerjain revisian. Alhamdulillah para Dosen sangat mendukung gue, walaupun ada juga yang masih kurang puas dengan revisian gue.

2 Februari 2018,
Sebelum traveling biasanya gue menyempatkan waktu untuk pijet, dan emang udah gue niatin. Namun ada aja yang harus gue kerjain pada hari itu, termasuk revisi dari dosen penguji. Pada akhirnya keinginan untuk pijet badan pun kandas karena revisian hari itu.

3 Februari 2018
Hari yang gue tunggu-tunggu selama dua tahun tersebut tiba. Gue exited banget. Salah satu mimpi gue waktu kecil jadi kenyataan, yaitu naik pesawat ke luar negeri pada malam hari. Entah kenapa buat gue naik pesawat malem-malem itu enak aja, apalagi perjalanan jauh ke luar negeri. Okay mari kita stop sejenak.... gue masih harus ngerjain revisi. Ternyata dosen penguji gue masih belum puas sama revisian gue, dan tinggal satu dosen tersebut yang belum ACC alias accepted revisian gue. Mau tidak mau harus dikerjakan.

Anyway, jadwal penerbangan gue adalah pukul 23:10 malam. jadi gue ke bandara nya sehabis shalat Isya. Waktu yang tersisa tidak boleh gue sia-sia kan, jadi mari kita revisian lagi. Pukul 16:45, gue menyelesaikan revisian gue, dan pada akhirnya gue kirim ke dosen tersebut. Setelah itu gue memutuskan untuk tidak melihat email gue sampai gue pulang ke Jakarta lagi.
Untuk packing bawaan gue sendiri udah aman. Gue pake koper ukuran 28, ya cukup gede lah buat bawa anak kecil di dalam nya hehehehe. Pada kunjungan ke Jepang kali ini, gue membawa dua jaket yang sedang. Oiya, untuk sekedar informasi, buat kalian yang travel ke Jepang awal februari, siap-siap ya kalian digempur sama udara dingin yang gak biasanya. karena di beberapa prefektur masih banyak yang kena badai salju.

Setelah packing aman, termasuk colokan universal di dalam koper. Pukul 19:00 gue berangkat ke Bandara CGK. Orang tua gue mau ikut nganterin, katanya mau ngeliat terminal 3 yang baru itu hehehehe. Setelah check-in, gue bersama Orang tua menunggu di kafe. Ya seperti biasanya, penerbangan ke luar negeri melewati imigrasi. Setelah semua urusan selesai, gue masuk ke ruang tunggu. Disinilah gue dan adek gue berdiam diri selama 1,5 jam, karena boarding masih agak lama. Gue menengok keluar, ternyata sedang ada hujan badai.

Kami baru masuk pesawat pukul 23:20 karena ada sedikit keterlambatan dari pihak operasional bandara. Namun, who's even care?! para penumpang rata-rata keliatan ngantuk. Yaiyalah, jam segitu harusnya mereka udah tidur. Gue juga setelah duduk di pesawat langsung tepar...

and the most exciting seven hours flight begin....
gue sebelumnya sempet minum antimo, langsung tepar. begitu bangun, ternyata udah ada snack di meja gue. Lalu gue melanjutkan tidur saja, sampai jam tangan gue menunjukan waktu subuh.
Gue dibangunkan oleh wangi makanan untuk sarapan. Snack yang dibagikan semalam gak sempet gue makan karena udah keburu tepar. Gue melihat peta penerbangan ternyata pesawat udah lewat dari Osaka, yang artinya sudah dekat ke Tokyo. Gue makin deg-degan. Perasaan gue campur aduk. Dari mules karena air jeruk di bandara CGK sampai mules karena sebentar lagi gue akan kembali menginjak Tokyo. Selesai sarapan gue hanya bisa berkata di dalam hati...

"Dan kini, aku kembali...."

No comments:

Post a Comment