Tuesday, February 20, 2018

#MusaTravel: Japan Tour 2018, The Prologue

Salam sejahtera untuk kita semua,

Kali ini, gue akan sedikit bercerita tentang salah satu mimpi gue yang jadi kenyataan.
Berkunjung ke Jepang untuk kedua kali nya adalah salah satu mimpi gue, dan perencanaan pun sudah dilakukan sejak dua tahun yang lalu. Ya, dengan kata lain, gue merencanakan tour ke jepang ini setelah gue balik ke Indonesia dari Jepang dua tahun yang lalu. Keinginan gue untuk balik lagi ke Jepang memang sudah tidak terbendung lagi.

Begini kisahnya, Februari 2016, gue sukses berkunjung ke Jepang untuk pertama kali nya. Perjalanan tersebut gue tempuh selama 7 hari bersama kakak gue, dan gue berjanji bakal balik lagi ke Jepang, tahun berikut nya. Namun hal tersebut harus gue kandaskan sementara karena tabungan gue habis untuk perjalanan ke Jepang sebelumnya. Tahun 2016 gue lewati dengan sangat menyenangkan namun gue gagal merencanakan perjalanan ke Jepang karena satu hal dan kebutuhan yang mendesak, termasuk tahun dimana gue belajar untuk master degree.

Memasuki tahun 2017, niat untuk kembali ke Jepang kembali bergejolak (hehehehe). Gue mencoba untuk membuka kembali perencanaan yang udah gue susun sebelumnya. Dimulai dari tiket pesawat sampai itinerary. Pada saat itu gue berniat untuk tidak menggunakan Japan Airlines lagi, karena gue kurang cocok sama pelayanan nya, begitu juga faktor Bandara Narita yang penuh dan membosankan dimana pesawat harus menunggu di apron sampai dua jam sebelum lepas landas, dan akhirnya gue memutuskan untuk menabung lebih giat agar bisa beli tiket Garuda Indonesia. Kenapa Garuda? Karena jadwal penerbangan nya cocok dengan itineraries gue. Berangkat malam hari lebih tepatnya tengah malam, sampai di Jepang pagi hari, dan lewat Bandara Haneda. Gue pengen banget naik pesawat dari Bandara Haneda.

Tahun 2017 buat gue adalah tahun yang menegangkan. Tahun dimana gue berkutat menyelesaikan thesis untuk master degree. Gue membeli tiket pesawat persis 6 bulan sebelum keberangkatan. Dengan kata lain, gue sangat gambling dengan jadwal gue selama 6 bulan ke depan entah apa yang akan terjadi. Orang tua gue sedikit was-was karena 6 bulan itu waktu yang lumayan lama untuk merencanakan perjalanan. Apalagi untuk ke Jepang. Namun, gue meyakinkan Orang tua gue kalo ketika gue ke Jepang bulan Februari 2018 nanti, gue sudah sidang akhir dan lulus master degree. Dengan mengucapkan Bismillah, gue membeli tiket Garuda Indonesia PP Jakarta-Tokyo pada bulan Agustus 2017, dan setelah itu gue langsung desperate wkwkwk. But even i'm in my desperation time, I won't miss my target. Target harus jalan terus. Never give up.

Sebagai informasi untuk pembaca, budget perjalanan gue ke Jepang kali ini sama dengan budget gue dua tahun yang lalu. Rincian nya kira-kira begini:
1. Tiket PP Garuda Indonesia ke Haneda
2. JR Pass Green Class 7 hari
3. Hotel di Fukuoka selama 2 malam
4. Hotel di Osaka selama 2 malam
5. Hotel di Tokyo selama 3 malam
6. Sewa wi-fi portable
7. Kerja keras supaya bisa belanja hehehe
Oiya, untuk Hotel di Fukuoka sama Osaka itu gak termasuk ya, karena perjalanan gue sebelumnya gak nginep di luar Tokyo. Anyway, untuk jumlah total nya, boleh banget diobrolin lewat instagram gue dan kalian juga bisa ngeliat foto-foto gue selama di Jepang, http://instagram.com/myusufmusa #promote #follow

Perjalanan gue ke jepang kali ini bersama dengan adek gue si Yunus yang dengan sengaja gue suruh untuk "izin" gak kuliah selama seminggu. Pada perjalanan ini pula gue sama adek gue gak cuman nyari senang, tapi nyari dosen yang bisa diganggu untuk riset gue. Ya, kali ini gue mau lebih serius untuk kuliah di Jepang. kali ini gue targetin untuk kuliah S3 di Jepang.
Dengan iming-iming kunjungan ke beberapa Universitas di Jepang, adek gue pun setuju dan mau ikutan. Buat gue sendiri sih gak masalah kalo misalnya harus solo traveling ke Jepang. Adek gue menyarankan untuk berkunjung ke Kyoto University dan The University of Tokyo.

Itineraries gue ke Jepang kali ini sebenernya simple, yaitu gue mau berkunjung ke Kyushu dan Kansai. Walaupun cuman dua malam pada masing-masing daerah, setidaknya gue mencoba untuk berkunjung ke sana. Sebenernya gue pengen banget berkunjung ke Hakata, boleh dibilang salah satu kota besar di prefektur Fukuoka ini bikin gue penasaran. alasan gue ke Fukuoka adalah gue mau liat Yahuoku Dome dan beli beberapa merchandise Fukuoka Softbank Hawks. Begitu juga dengan daerah kansai, pada kunjungan sebelumnya, gue cuman mampir doang di Osaka. ngeliat Dontonbori yang hits banget. Pada kali ini gue menargetkan untuk jalan-jalan ke Kyoto dan menginap di sekitar Dontonbori, Namba, Osaka.

Persiapan ke Jepang sempat gue hentikan pada bulan Oktober, dimana gue harus fokus pada kuliah S2 gue. Karena pada bulan Oktober - Desember gue harus magang dan mengerjakan thesis. Beruntung nya, gue sudah booking hotel yang gue incer dengan harga terjangkau dari situs Agoda #promote. gue booking hotel bernama Richmond Hotel Hakata di Fukuoka dan Hotel Sunroute Namba di Osaka. Untuk hotel di Tokyo sendiri masih gue percayakan kepada Mercure Hotel Ginza.

Pada akhir Desember 2017, gue berhasil menyelesaikan thesis gue dan mendaftarkan sidang akhir pada bulan Januari. Selagi mengurus jadwal sidang, gue membeli JR Pass dan perlengkapan lainnya. Sempat terjadi ketegangan pada detik-detik menjelang keberangkatan gue, dimana hingga minggu ketiga januari jadwal sidang akhir gue belum keluar. Memang secara agenda kampus, maksimal tanggal 2 februari diselenggarakan sidang, namun buat gue itu mepet banget sama jadwal keberangkatan gue.

Pada akhirnya jadwal sidang gue ditetapkan pada tanggal 30 Januari. setelah selesai sidang, perasaan lega sekaligus bingung langsung menyambar gue, hal tersebut dikarenakan gue harus ngebut mengerjakan revisi. dosen penguji gue lumayan sabar saat gue pepet untuk ngurusin thesis gue hehehehe, sampai pada hari H keberangkatan tanggal 3 februari 2018, gue masih mengerjakan revisi.

No comments:

Post a Comment