Thursday, March 01, 2018

#MusaTravel: Japan Tour 2018, Menginjak Hakata - Menjamah Fukuoka (Day One)

4 Februari 2018

Pukul 08:30 JST, Pesawat Garuda Indonesia yang gue tumpangi berhasil mendarat dengan selamat di Tokyo International Airport alias Bandara Haneda. Setelah proses landing, Pesawat masih harus menunggu masuk ke apron buat "parkir", dan memakan waktu sekitar 20 menit. It's okay, karena I just landed in Japan!!!

Setelah keluar pesawat, hawa dingin dan "wangi khas Jepang" langsung tercium. Hal ini yang bikin gue selalu rindu untuk balik lagi ke Jepang. Entah kenapa air mata gue sedikit mengalir. Anyway, jalan kaki dari keluar pesawat sampai ke Imigrasi lumayan jauh. Tapi karena pagi hari, Bandara tidak begitu ramai, dan gue bisa merasakan semangat Jepang saat itu.

Karena ini adalah kunjungan gue yang kedua kalinya, proses imigrasi gak seribet waktu pertama kali gue ke Jepang. Petugas langsung percaya begitu aja, karena ada bukti stiker visa gue di Jepang dua tahun yang lalu. Sementara itu Adek gue harus menjawab beberapa pertanyaan dari Petugas imigrasi. Everything is alright. Gue langsung menuju ke Baggage claim, dan disini rupanya agak lama kami menunggu koper keluar pesawat, tidak secepat di Narita.

Setelah urusan di bandara selesai, kami langsung menukarkan voucher JR Pass. Ternyata gue baru sadar kalo JR Pass tersebut cuman berlaku sampai hari sabtu tanggal 10 Februari nya apabila gue aktifkan hari ini. Ya gapapa, karena gue mau langsung ke Fukuoka dari Bandara Haneda.
Buat kalian yang mau traveling ke Jepang, gue punya rekomendasi aplikasi yang bagus biar gak nyasar disana. Nama nya "Japan Transit Planner" #promote hehehe. Aplikasi tersebut sebenernya mirip banget sama Hyperdia, cuman lebih bagus secara tampilan nya, dan juga nyaman dipakai karena kalian ngecek nya lewat smartphone bukan browser seperti hyperdia. Enough for promote section hehehe.

Pukul 09:30 urusan JR Pass selesai. Karena gue masih nyimpen Suica dari dua tahun yang lalu, gue memutuskan untuk top up kartu tersebut dulu. gue juga mengambil uang yen di ATM yang menurut gue lebih aman daripada harus nukerin duit di Jakarta. Setelah semua urusan di bandara (benar-benar) selesai. Kami pun langsung menuju Shinagawa Station untuk menaiki Shinkansen menuju Hakata. Well, sebenernya gue agak gila merencanakan perjalanan kali ini. Karena posisi Hakata itu sekitar 5 jam naik Shinkansen dari Tokyo. Namun apa daya, perjalanan harus diteruskan, dan rasa penasaran akan Kyushu harus terbayar.

Dari Haneda Airport menuju ke Shinagawa itu ternyata lebih enak naik Limited Express nya Keikyu Train dengan durasi 14 menit kalo kalian mau langsung ke Osaka, Kyoto, atau Nagoya. Setelah sampai di Shinagawa, gue langsung booking Shinkansen Hikari menuju Shin-Osaka untuk transit sejenak sebelum gue booking lagi tiket ke Hakata naik Sakura Shinkansen. Adek gue ter-cengang untuk pertama kali nya melihat dan merasakan kereta cepat Shinkansen. Sesungguhnya adek gue itu technology geek, yang awalnya cuman bisa ngeliat gambar Shinkansen aja, sekarang dia berhasil nyobain naik Shinkansen. Anyway, total perjalanan kami ke Hakata sekitar 5,5 jam. Di mana kami transit di Osaka untuk beli makan siang.

Perjalanan tiga jam diselimuti oleh angin dingin Jepang. gue baru sadar saat ngecek laporan cuaca di daerah Kyushu, bahwa disana emang lagi dingin banget. Yasudahlah, mari kita rasakan sedingin apa orang Jakarta kuat menahannya hehehe. Rasanya sangat menyenangkan untuk kembali merasakan perjalanan dengan Shinkansen. Wangi Shinkansen dengan audioland di setiap stasiun, begitu juga dengan suara dengung sang masinis yang mencoba untuk menjelaskan waktu kedatangan kereta pada stasiun berikutnya. Semua itu bisa terdengar lagi, dan gue merasa stress gue perlahan hilang.
Sesampainya di Osaka, gue gak terlalu buru-buru untuk booking kereta selanjutnya. Rasa lapar karena belum makan dari pagi sedikit menggangu. Kami mencoba untuk membeli ekiben yang aman, dan semua jatuh kepada Ekiben salmon. untungnya adek gue mau nyobain makanan baru. Setelah beli ekiben, gue penasaran untuk mencoba Kobe beef sandwich yang kata orang-orang di seluruh dunia itu makanan paling enak. Setelah keliling stasiun, akhirnya gue menemukan nya. Well, harganya lumayan mahal juga untuk ukuran sandwich, sekitar 1,800 yen atau sekitar 200 ribu rupiah. Tapi kita cobain rasanya worth it apa enggak.

Kami reserve shinkansen menuju Hakata untuk pukul 14:20. Kami beruntung karena Shinkansen jadwal sebelumnya tidak beroperasi karena alasan teknis, lalu kami menunggu Shinkansen datang di peron. Cuaca Jepang yang sangat dingin menurut orang Indonesia, bikin kulit gue rasanya kayak disilet tipis. "perih banget bro!", padahal gue udah pake sarung tangan. ternyata dingin nya bikin jari tangan gue gak bisa megang hape sekalipun. Setelah kereta datang, kami pun langsung masuk ke gerbong yang hangat. Adek gue ternyata sudah kelaparan. Dia langsung menyantap ekiben tersebut. Perjalanan yang sangat menyenangkan. Ekiben yang nikmat, dan setelah gue cobain, Kobe beef sandwich itu enak gila! hehehe, elo semua harus coba. Even though it's a little bit pricey.
Karena gue baru pertama kali naik Sakura Shinkansen menuju Hakata, gue gak tau bagaimana keadaan jalur yang mereka tempuh. Kereta ini katanya akan melewati Hiroshima dan Kobe. Setelah kereta meninggalkan Osaka, kereta langsung melewati terowongan panjang. Tiba-tiba kami melewati Kobe, dan begitu terus kejadian nya sampai gue tertidur pulas karena efek capek menggeret koper dan kenyang.

Pukul 17:00, gue terbangun karena mendengar audioland, kereta sudah dekat dengan Hakata. Akhirnya gue berhasil menginjak kota ini, dan berhasil mencapai fukuoka, kyushu. Setelah kereta berhenti. Angin dingin langsung menerpa kami. gue akui kalau gue salah beli jaket. jaket yang menurut gue cukup tebal, ternyata dibuat tidak berdaya oleh cuaca hari ini. gue juga kaget melihat perkiraan cuaca di Fukuoka yang mengatakan minus 4 derajat (-4). Gila banget, gue yang gak pernah menggigil sebelumnya jadi tak berdaya. Akan tetapi, karena gue sudah di Hakata, gue melawan rasa dingin tersebut dengan hati gembira #apasih #wkwkwk

Salah satu tujuan gue ke Hakata adalah menyempurnakan AKB48 Group Theatre Tour yang sudah gue lakukan sejak 2016, dan HKT48 adalah tujuan terakhir gue di Tour ini. Begitu keluar stasiun Hakata, kami langsung mencari hotel Richmond. Lokasi nya yang strategis, sangat mudah buat gue bernavigasi dari Stasiun Hakata menuju lokasi tujuan gue. Check in di Hotel Richmond juga gampang. Namun, Kamar nya sangat kecil untuk ukuran dua orang. lebih gede kamar gue di kosan Red House hehehehe.

Setelah check-in, kami pun beristirahat. Gue merencanakan untuk mengunjungi salah satu tempat yang sangat gue ingin kunjungi di Fukuoka. Itu bukan teater HKT48, tapi Fukuoka Yahuoku Dome. Tempat dimana Fukuoka Softbank Hawks berkandang. dan gue sangat exited.

Pukul 19:00, Kami selesai dengan urusan kamar dan bersih-bersih. gue langsung ngecek ke website Softbank Hawks bagaimana cara menuju Yahuoku Dome, lalu gue menemukan bahwa akses kesana lebih dekat dengan Bus. Okay, challenge accepted. Untuk pertama kali nya gue langsung naik BRT ke Yahuoku Dome. Nekat, karena gue gak tau sama sekali jalanan di Fukuoka. Tapi karena rambu-rambu nya udah jelas jadi kita pasrahkan saja ya hehehe.

Jepang ini emang gila ya untuk urusan transportasi, di Hakata sendiri, semua moda transportasi disambung jadi satu, dan Hakata Station jadi pusat nya. Bus, Kereta, Shinkansen, Subway... sampe becak yang ditarik sama orang pun ada. Kami pun masuk ke terminal Hakata, lalu naik bus nomer 306 menuju Fukuoka Yahuoku Dome. Perjalanan kesana terhitung cukup lama, karena butuh waktu 30 menit. Trayek bus ini terhitung unik, karena melewati beberapa tourist spot seperti Fukuoka Tower, dan Kolam renang. Bus ini juga melewati jalan tol. gue baru sadar kalo jalan tol di Fukuoka pada bagian sisi jembatan tersebut ditutup dengan tembok. mungkin untuk menghindari angin kencang yang bisa ngegeser kendaraan saat melaju kencang.

Sesampainya di Halte Yahuoku Dome, gue takjub sekaligus kedinginan. Harus gue akui, gue salah iseng-iseng main ke Yahuoku Dome di malam hari. Karena suhu di luar masih di bawah nol derajat. Namun, gue berhasil mendapatkan beberapa foto di Yahuoku Dome. anyway, kalo ke Jepang, gue selalu suka berkunjung ke Dome-dome kayak begini. Karena kesan nya megah, apalagi untuk konser berkapasitas 30,000 orang.

Karena cuaca yang tidak mendukung badan kami, maka dari itu, kunjungan ke Yahuoku Dome harus dipercepat. Kami pun bergegas kembali ke Hotel karena angin dingin dan salju udah mulai turun. Adek gue masih norak ngeliat hujan salju, tapi karena muka nya udah keburu merah, jadinya harus cepat-cepat menghangatkan badan. Sesampainya di Hotel Richmond, kami merencanakan perjalanan untuk esok hari. Setelah berdiskusi sedikit, akhirnya kami putuskan untuk melakukan perjalanan ke Nagasaki...

Iya, Nagasaki.... Kota yang pernah hancur lebur di bom atom oleh keserakahan manusia.
gue browsing sehari sebelumnya, Kota Nagasaki adalah warisan UNESCO.
Baiklah.... kami coba telusuri esok.

No comments:

Post a Comment