Monday, May 14, 2018

#MusaTravel: Japan Tour 2018, Kala Kyoto Menggoda Kalbu (Day Four)

7 Februari 2018

I'm on a high tension for today.

Sewaktu gue merencanakan perjalanan ke Jepang untuk kali kedua. Hakata dan Kyoto adalah kota prioritas yang harus gue kunjungi. Sebenernya kunjungan gue ke kyoto hampir terjadi dua tahun lalu. Saat itu gue sama kakak gue masih punya satu hari kosong untuk jalan - jalan, namun kami pada akhirnya memilih untuk keliling Kanto termasuk ke Niigata. Karena pada saat itu gue masih belum paham seluk beluk Jepang. Mendekati keberangkatan ke Jepang, gue menonton banyak sekali travel guide video di youtube. Mereka menjelaskan kalo Kyoto itu "The Most Beautiful City in The World". gue semakin penasaran. Hal kedua yang memutuskan gue untuk pergi ke Kyoto adalah Kyoto University. Adek gue juga pengen melihat kampus tersebut.

Pagi hari yang cerah dan dingin di Osaka. Kami bergegas menuju stasiun Osaka untuk menuju Kyoto. Oiya, sebenernya ada beberapa cara menuju Kyoto dari Osaka, dari cara orang kaya sampe cara beg-packer alias turis miskin. Buat orang kaya, ke Kyoto lebih cepet daripada ngantri wahana Harry Potter di Universal Studio Japan. Tinggal ke Shin-Osaka terus naik Shinkansen aja. cuman 10 menit langsung sampe hehehehe. Buat orang yang pengen adventure, bisa pake bus wheller dari Osaka station. nah buat beg-pecker atau turis miskin, elo bisa nebeng. Karena arus kendaraan dari Osaka ke Kyoto sangat ramai. Mungkin banyak orang berbaik hati untuk memberikan tebengan.

Kami pake cara ekonomi menengah untuk berangkat ke Kyoto, dengan JR limited Express dari Osaka station menuju Kyoto pukul 7 pagi. Ini kereta penuh nya setengah mati, dan gak ada tempat duduknya hehehehe. Lantas, kami harus pasrah 20 menit berdiri untuk sampai Kyoto. Sesampainya di Kyoto, gue langsung cari kursi sejenak untuk beristirahat. dengkul gue udah mulai menunjukan tanda kalo bakal bengkak nanti malam hehehe.

Agenda pertama di Kyoto, kami mengunjungi Arashiyama. itu loh Dusun Bambu di Kyoto. Untuk menuju ke Arashiyama, kalian tinggal naik kereta dari Kyoto Station menuju Saga-Arashiyama Station selama 10 menit. Gue bersyukur ketika naik kereta, gue dapet tempat duduk. lumayan buat istirahatin kaki sejenak.

Sesampainya di Arashiyama, gue bener-bener gak tau mau kemana, karena stasiun nya berada di tengah perumahan di kaki gunung Arashi. Gue melihat map untuk turis, dan fokus ke tulisan "Bamboo Forest" di sinilah petualangan dimulai hehehe. Kami harus hiking alias jalan kaki selama 20 menit naik bukit untuk mencapai tujuan. Gue udah lama banget gak jalan naik bukit semenjak pindah dari Jatinangor. Gilanya kami mengambil rute yang cukup extreme dimana kami harus berputar lebih jauh untuk mencapai Sensoji Temple.

Gue takjub sekaligus menggigil di Arashiyama. yaiyalah, lagi musim dingin malah jalan-jalan ke gunung. Coklat panas kalengan yang jadi penghangat tangan langsung berubah menjadi coklat dingin. Tangan kanan gue yang pegang kamera rasanya kayak digigit semut merah. Perih banget.

Di Arashiyama, kami jalan kaki terus menerus, menikmati keindahan Sensoji Temple. Kami sempat berkunjung ke beberapa pusat oleh-oleh dan teh hijau. Gue adalah peminum teh hijau kelas berat. Kalo ke Kyoto wajib rasanya untuk beli, makan, dan minum segala jenis green tea. Mulai dari Matcha sampe Sencha. Semua enak banget. 2 jam kami berada di Arashiyama. Kaki gue sudah bisa di vonis bengkak setengah. Kami harus bergegas menuju Kyoto station, karena ada beberapa tempat yang harus kami kunjungi.

Agenda kedua di Kyoto adalah mengunjungi Kiyomizudera, sebuah temple di atas bukit (lagi). Karena gue pertama kali ke Kyoto, maka tempat yang gue kunjungi masih termasuk mainstream. Sesampainya kami di Kyoto station, kami ikut antri untuk bus menuju Kiyomizudera. Antrian nya panjang banget. Gue melihat beberapa turis menggunakan Kyoto One Day Pass untuk Bus, alias tiket terusan untuk naik bus di Kyoto sepuasnya. Gue gak sempet beli itu, walaupun gampang sih belinya hehehe. Gue mengandalkan ICOCA sebagai pembayaran.

Kami lagi-lagi harus jalan kaki menuju puncak bukit untuk mencapai pintu gerbang Kiyomizudera. sesampainya disana, sejujurnya gue kecewa, karena spot foto yang gue impikan gak ada, kuil tersebut lagi di renovasi. Akan tetapi sebagai gantinya, gue dapet foto landscape Kyoto dengan sangat indah. Kyoto adalah kota yang sangat indah. Tradisi lama dan baru bercampur di Kyoto. Gue sangat menikmati kota ini, walaupun kaki gue sakit dan hawa dingin yang menusuk.

Satu hal yang bikin gue jatuh cinta kepada Kyoto adalah San-nen Zaka dan Ninen-Zaka. Sebenernya tempat tersebut gak spesial sih buat orang-orang, tapi ambience di dua tempat tersebut sangatlah "Jepang" dan "Kyoto". Ketika elo kesana gue rasa elo bakal mengerti maksud gue apa hehehe.

Agenda ketiga di Kyoto adalah mengunjungi Kyoto University. Kampus nya gak jauh dari Gion. Bus yang dinaikin juga gak ribet. Kami menuju Kyoto Univ, saat diperjalanan, kami bertemu turis Indonesia, dia sempet bertanya tentang Jepang ke gue, karena dia baru pertama kali ke Jepang. Lucunya, kami dikira mahasiswa Kyoto Univ, karena kami akan berhenti disana. Para turis tersebut semakin percaya kalo kami mahasiswa Kyoto-Dai ketika cuman kami yang berhenti di halte Kyoto University. Buat gue, semoga kejadian tersebut bakal jadi doa dan motivasi untuk merealisasikan mimpi gue kuliah S3 di Kyoto University.

Gue takjub sama Kyoto University. Gue jatuh cinta, gue harus kuliah disana.

Kami berkeliling kampus untuk mencari informasi. gue menemui beberapa pihak yang bisa diajak diskusi mengenai research untuk disertasi gue yang tema nya "Cross Cultural Leadership". Gue makin excited ketika mereka merespon positif penelitian gue. Namun, gue harus mendapatkan beasiswa terlebih dahulu. Semoga mimpi gue bisa jadi kenyataan. aamiin.

Setelah diskusi, kami berkeliling kampus dan mengunjungi semacam koperasi mahasiswa. ternyata gede banget koperasi nya, satu gedung isinya kayak mall, dari baju sampe alat mandi pun ada. Elektronik kayak gadget juga dijual di Koperasi Mahasiswa Kyoto Univ. Gue makin bersemangat untuk kuliah disini. Gue sadar, yang kuliah di Kyoto Univ bukanlah orang sembarangan. Pasti usaha mereka lebih baik dari orang rata-rata. Gue harus berjuang.

Setelah selesai di Kyoto University, kami memutuskan untuk balik ke Osaka. Sejujurnya kaki gue udah bengkak di bagian dengkul karena kami gak berhenti jalan kaki kesana kemari. Gue memutuskan untuk memakai cara orang kaya menuju Osaka, dengan menggunakan Shinkansen, yup, Green Car! hehehehe

Kyoto akan selalu crowded, mereka yang pertama kali ke Kyoto, pasti jatuh cinta. Selayaknya menemukan cinta hidup mereka untuk pertama kali nya. Kalian harus mengunjungi Kyoto, paling tidak sekali seumur hidup.

Ada kejadian lucu sekaligus gila, dari Kyoto kami menggunakan Shinkansen menuju Osaka. Perjalanan hanya 10 menit, namun kami sangat lapar, dan kami sudah membeli ekiben. Mau gak mau kami harus menghabiskan makanan tersebut dalam waktu 10 menit. Semenjak tubuh gue mengecil, gue gak bisa makan cepet lagi. gue kelabakan beres-beres tas untuk turun dari Shinkansen. Sementara adek gue udah selesai makan, dan ready to go.

Malamnya, kami memutuskan untuk keliling Osaka, dan mengunjungi Square Enix Cafe yang berada di stasiun Umeda. Konsep nya keren, sangat banget gue gak belanja disana. Karena harga merch nya gak terlalu bagus hehehe.

Tapi hari ini adalah hari terbaik dalam hidup gue, walaupun kaki bengkak.
Gue sangat menikmatinya. Di sisi lain, gue sedih karena besok kami harus pindah ke Tokyo.
Yang artinya sebentar lagi liburan kami akan berakhir.

Dear God, izinkan gue kembali lagi ke Kyoto ya.

paling tidak untuk jangka waktu yang sangat lama.

amen.

#MusaTravel: Japan Tour 2018, Kali Kedua.... Osaka Disertai Tragedi Tanggul Jebol (Day Three)

6 Februari 2018

Kami tau waktu check out hotel sekitar jam 11 siang. Tadinya kami mau check out lebih cepat, dan menaruh koper besar di loker yang ada di stasiun. Akan tetapi, Adek gue bilang, "I'd like to live dangerously bang, kita taro kamar aja tas nya, kita usahain sampe hotel lagi jam 11." karena ditantang seperti itu, ya sudah. let's get it on!

Kami berangkat menuju Dugout Yahuoku Dome sekali lagi pukul 9 pagi. Bus nya penuh, dan cuaca di Fukuoka sedang hujan salju. Sampai di Yahuoku Dome pukul 10 tepat, toko sudah buka, gue pun bersemangat. Akhirnya gue membeli jersey Home Softbank Hawks yang warna putih. Sebenernya gue udah punya yang fanclub edition, karena bahan nya jaring-jaring, jadinya kayak bencong banget itu baju hehehe.

Pada perjalanan menuju Yahuoku Dome hari ini, gue mengenakan jaket varsity yang gue bawa dari Jakarta. Ternyata badan gue malah tambah menggigil karena jaket tersebut lebih tipis dari jaket yang gue pake ke Nagasaki. Setelah berpikir beberapa kali, akhirnya gue putuskan untuk membeli jaket winter Baseball Softbank Hawks. Keren sih design nya. Kalian bisa liat di instagram gue: http://instagram.com/myusufmusa #promote #hehehe

Setelah bayar belanjaan, gue langsung pake itu Jaket. Kegantengan gue meningkat, sekaligus diliatin orang dikirain atlet Softbank Hawks hehehehe. Gue juga agak takut sebenernya pake jaket tersebut, karena gue mau ke Tokyo Dome beberapa hari kemudian.

Karena waktu sudah tidak memungkinkan, kami tidak bisa berlama-lama di Yahuoku Dome. Gue belom sempat foto disana, tapi udah dapet beberapa foto landscape nya. Kami harus buru-buru kembali ke Hotel untuk check out dan mengambil koper. Lalu sebuah tragedi terjadi disini. Karena adek gue punya prinsip untuk live life dangerously, kami bener-bener dihadapkan dengan kondisi dangerous. Bus yang kami tumpangi menuju hotel ternyata tidak diperbolehkan melewati jalan toll, mau tidak mau, estimasi waktu sampai ke Hotel harus bertambah, sementara kami deg-degan dengan waktu yang terus berjalan. Gue gak berhenti melihat jam tangan gue. Setelah bus mendekati Hakata Station, gue mencoba untuk mengecek kembali kartu kamar hotel. TERNYATA GAK ADA!!
Gue mencoba untuk tetap tenang dan bertanya ke Adek gue, ternyata kartu nya gak ada di dia juga, sesampainya di Hotel, kami minta maaf dan minta dibukakan kembali kamar kami untuk mengambil tas. Beruntung sekali sang resepsionis baik hati. Anyway, Kami terlambat check out selama 5 menit.

Setelah berhasil check out, kami langsung menuju Stasiun untuk reserve tiket shinkansen menuju Osaka. Hal yang paling seru terjadi ketika gue melihat layar pengumuman kalo Shinkansen banyak yang delay dikarenakan rel nya tertutup salju. Badai salju memang sedang melanda Jepang, membuat beberapa daerah menjadi krisis bahan pangan seperti di Fukui. Bersyukur sekali kami mendapatkan jadwal Shinkansen pukul 1 siang, dimana kami gak perlu buru-buru naik kereta dan masih sempat beli makanan. Pada saat kami menunggu kereta, Hujan salju mendadak makin deras. Beruntung sekali gue memakai jaket yang lebih tebal, karena tangan gue perih lagi.

Kami masuk Shinkansen menuju Osaka. Gue menghela napas panjang, berat rasanya untuk meninggalkan Hakata, kota dimana lebih banyak turis dari Korea daripada Eropa. Salah satu kota dengan perkembangan paling cepat di bagian Kyushu. Gue sebenarnya kecewa karena gak bisa masuk ke Teater HKT48, dikarenakan tempat tersebut masih direnovasi. Akan tetapi, suatu saat gue akan kembali ke Hakata. Mampir sejenak untuk Softbank Hawks dan HKT48.

Shinkansen pun berangkat. Tulisan "Hakata Station" dan bentuk bangunan di Hakata perlahan mengecil. Perjalanan yang sangat emosional di Kyushu, dimana gue melihat apa yang gue belum pernah lihat. Dari ajaib nya pembangunan kota yang sempat rata dengan tanah, hingga manusia yang bunuh diri di Nagasaki. Waktu terasa sangat cepat, penantian gue selama dua tahun harus berakhir dengan perjalanan di Fukuoka selama tiga hari. Di sisi lain gue juga excited, karena untuk kali kedua gue ke Osaka dan kali ini gue akan mengunjungi Kyoto.

Perjalanan dari Hakata ke Osaka sekitar 2 jam 20 menit. Gue isi dengan makan dan merenung, gue masih gak bisa menghilangkan pandangan orang yang bunuh diri di Nagasaki. Sebenernya gue gak mau merusak liburan, namun peristiwa tersebut jadi sebuah peringatan buat gue akan apa yang gue lihat. Setelah ini, gue hanya memikirkan kesenangan yang akan terjadi.

Satu hal yang sebenarnya bikin gue risih pada perjalanan gue ini adalah badan gue yang lebih kurus dibandingkan kunjungan ke jepang dua tahun lalu, dimana saat itu berat badan gue sekitar 95 kg (gue gak becanda loh, I'm a big guy at that time) dan sekarang berat badan gue 78 kg, hal itu membuat tubuh gue lebih sensitif, terutama pada suhu dingin. Gue ngerasa ada bengkak di sekitar pipi dan bibir yang gampang pecah. Begitu juga ketika suhu turun drastis, tangan gue langsung perih kayak digores silet. But, ya whatever happened gue harus menikmati perjalanan ini.

Adek gue terlihat sangat menikmati setiap ekiben yang kami beli. Apalagi ekiben yang kami beli di Hakata Station isinya Chicken Karage dan Salmon goreng. Adek gue selalu bilang, "wah gila ini enak banget bang!"
Oiya, pada perjalanan kali ini, gue lebih berani untuk nyobain ekiben, yaitu bento yang dijual di setiap stasiun, karena ciri khas ekiben masing masing stasiun itu beda beda. Meskipun gue harus teliti dengan bahan yang mereka sajikan. Kadang-kadang gue menggunakan google translate camera buat memastikan kanji yang gue baca gak salah. Atau kalo misalnya di "ingredients" ekiben tersebut ada tulisan "肉" atau daging, gue pasti tanyain dulu daging apa. Setelah aman, baru ditakis hehehe. 
Setelah makan, gue jadi ngantuk, dan biasanya sih jadi ketiduran. Sedikit cerita, pada perjalanan kali ini, gue sudah punya... *ehem* Wanita pendamping di Indonesia hehehe. Dia lagi kerja, karena waktu di Jakarta beda dua jam. Gak masalah buat kami. Justru kencang nya internet di jepang, gue lebih sering video call sama dia. Lumayan sekalian live report ke Ortu gue juga hehehe.

Gue terbangun setelah terowongan panjang untuk berhenti di Shin-Kobe. Artinya sebentar lagi akan sampai kembali di Osaka. Dua tahun yang lalu gue sempet mengunjungi Osaka, namun pada saat itu gue cuman one day trip aja, dan balik lagi ke Tokyo. Perjalanan di Osaka dua tahun yang lalu pernah gue post disini ---> https://www.musamusa93.com/2016/02/musatravel-japan-tour-2016-osaka-episode.html
Gue sengaja merencanakan perjalanan kali ini untuk menginap di Osaka, gue sangat mencintai Dontonbori Namba pertama kali nya gue kesana, waktu itu siang hari. Gue ngerasa kalo malam hari pasti sangat fantastis.

Sesampainya di Shin-Osaka station, kami langsung menuju Nippombashi station dengan subway. Sejujurnya pergi dengan menggeret tas besar, sangatlah melelahkan hehehe. Belum lagi kondisi naik-turun tangga di setiap stasiun. Hotel gue di Osaka bernama Sunroute Hotel Osaka Namba. Sejujurnya lokasi hotel ini bagus banget. Harganya lumayan sih menurut gue, kenapa gue booking disini, karena gue dapet voucher 70% dari agoda. Awalnya gue gak ngebooking di Sunroute karena harganya gak masuk budget gue, tapi setelah gue dapet voucher. gue langsung memindahkan hotel untuk kunjungan di Osaka ke Sunroute.
Sejujurnya gue deg-degan dengan fans fanatik nya Hanshin tiger. Gue hampir dilabrak sama beberapa orang "homeless" dengan atribut Hanshin Tiger. ini terjadi karena jaket yang gue pakai adalah atribut fans Softbank Hawks. Untungnya ada polisi yang lewat, orang tersebut langsung lari. Alhamdulillah gue aman saat itu.

Setelah check in, kami beristirahat untuk sebentar sebelum menjelajah Osaka lebih jauh. Pada saat kami sedang beres-beres, gue terkejut dengan satu hal. "TERNYATA KUNCI HOTEL DI FUKUOKA ADA DI KANTONG JAKET GUE!!!! WKWKWKWK" gue baru inget kalo gue langsung ganti jaket setelah bayar, karena udara nya dingin sampe jaket yang gue pake sebelumnya gak mempan. Ya, lumayanlah kunci nya jadi oleh-oleh gue ke Jakarta hehehehe.

Agak sore nya, kami berkeliling Osaka, dari Umeda, Osaka, hingga Namba. Ketika malam tiba, dari hotel kami berjalan kaki menuju Dontonbori. gang di dontonbori sangat istimewa, isinya tukang jualan makanan semua. dan di dontonbori ada takoyaki terkenal, untuk membelinya saja harus antri lebih dulu.
Saat kami sedang jalan-jalan, mata gue langsung tertuju pada kaki kepiting besar. Gue pengen banget nyobain, tapi gue takut gatal gatal. Pada akhirnya kami memutuskan untuk makan bento dari sevel aja.

Malam yang sungguh indah di Dontonbori. Gue sempet menonton showcase dari idol group Kamen Joshi.

Gue gak rela untuk menghabiskan malam dengan cepat, makanya kami memutuskan untuk mampir lagi ke Teater NMB48. Gue udah lama gak ngikutin kabar mereka. Karena NMB48 sangat jarang variety show nya di TV. Oshi gue di NMB48 juga udah gak ada.

Memang banyak sekali hal yang berubah selama dua tahun.
Esok akan datang dengan hal yang lebih seru lagi.

Kyoto, untuk pertama kali gue jatuh cinta.